Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mesin Fluida

Mesin Fluida

Ratings: (0)|Views: 823|Likes:
Published by Suardi Fahruddin

More info:

Published by: Suardi Fahruddin on May 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/13/2013

pdf

text

original

 
Sistem Perpipaan dan Mesin-mesin Fluida 53
BAB IIISISTEM PERPIPAAN DAN MESIN-MESIN FLUIDA
A. SISTEM PERPIPAAN
Sistem perpipaan dapat ditemukan hampir pada semua jenis industri, darisistem pipa tunggal yang sederhana sampai sistem pipa bercabang yang sangatkompleks. Contoh sistem perpipaan adalah, sistem distribusi air minum pada gedungatau kota. sistem pengangkutan minyak dari sumur bor ke tandon atau tangki penyimpan, sistem distribusi udara pendingin pada suatu gedung, sistem distribusiuap pada proses pengeringan dan lain sebagainya.Sistem perpipaan meliputi semua komponen dari lokasi awal sampai denganlokasi tujuan antara lain, saringan (
 strainer 
), katup atau kran, sambungan, nosel dansebagainya. Untuk sistem perpipaan yang fluidanya
liquid 
, umumnya dari lokasi awalfluida, dipasang saringan untuk menyaring kotoran agar tidak menyumbat aliranfuida. Saringan dilengkapi dengan katup searah (
 foot valve
) yang fungsinyamencegah aliran kembali ke lokasi awal atau tandon. Sedangkan sambungan dapat berupa sambungan penampang tetap, sambungan penampang berubah, belokan(
elbow
) atau sambungan bentuk T (
Tee
).Perencanaan maupun perhitungan desain sistem perpipaan melibatkan persamaan energi dan perhitungan
head loss
serta analisa tanpa dimensi yang telahdibahas pada bab sebelumnya. Perhitungan
head loss
untuk pipa tunggal adalahdengan persamaan Darcy-Weisbach yang mengandalkan Diagram Moody untuk  penentuan koefisien geseknya. Untuk keperluan analisa jaringan perpipaan umumnyadipergunakan persamaan Hazen-Williams.
III.A.1. Sistem Pipa Tunggal
 
54Mekanika Fluida
Penurunan tekanan (
 pressure drop
) pada sistem pipa tunggal adalahmerupakan fungsi dari laju aliran, perubahan ketinggian, dan total
head loss
.Sedangkan
head loss
merupakan fungsi dari faktor gesekan, perubahan penampang,dll atau dapat dinyatakan dengan persamaan :
 p = f ( L,Q, D, e,
z, konfigurasi sistem,
ρ
,
µ
)Untuk aliran tak mampu mampat, sifat fluida diasumsikan tetap. Pada saatsistem telah ditentukan, maka konfigurasi sistem, kekasaran permukaan pipa, perubahan elevasi dan kekentalan fluida bukan lagi merupakan variabel bebas.Persamaan akan menjadi :
 p = f ( L,Q, D)Empat kasus yang mungkin timbul pada penerapan di lapangan adalah :1. L, Q, D diketahui,
 p tidak diketahui2.
 p , Q, dan D diketahui, L tidak diketahui3.
 p , L dan D diketahui, Q tidak diketahui4.
 p , L dan Q diketahui, D tidak diketahuiPenjelasan masing-masing kasus tersebut adalah sebagai berikut :1. Untuk kasus ini, faktor gesekan f, dapat diperoleh dari diagram Moody ataupundari persamaan empiris perhitungan f dari Re dan e yang diketahui. Total
head loss
dihitung dan penurunan tekanan dapat dihitung dari persamaan energi.Kasus ini diilustrasikan pada contoh soal 3.1.2. Hampir sama dengan kasus 1 maka total
head loss
dapat dihitung dari persamaan energi, kemudian faktor gesekan diperoleh dari diagram Moody. Lyang tidak diketahui dapat dihitung dari persamaan mayor losses. Kasus sepertiini ditampilkan pada contoh soal 3.2 dan 3.3.3. Karena Q atau V belum diketahui maka faktor gesekan dinyatakan sebagaifungsi V atau Q terlebih dahulu. Kemudian diasumsikan sebuah nilai f yangdiambil dari diagram Moody dengan kenyataan bahwa aliran dalam pipa, angkaReynoldnya pasti cukup besar. Dari f asumsi tersebut diperoleh V asumsi yangdipergunakan untuk menghitung angka Reynold asumsi. Dari angka Reynoldyang baru ini dicari nilai f yang baru untuk asumsi V yang kedua. Langkah inidiulangi sampai diperoleh nilai yang sesuai. Karena f adalah fungsi yang lemahterhadap angka Reynold maka 2 atau 3 kali iterasi sudah diperoleh nilai V yanghampir benar seperti pada contoh soal 3.4.4. Apabila D pipa belum diketahui tentunya diinginkan diameter terkecil yangmemungkinkan agar ekonomis. Perhitungan dimulai dengan mengasumsikannilai D terlebih dahulu. Kemudian angka Reynold dan kekasaran relatif pipadapat dihitung demikian pula faktor gesekan. Total
head loss
dihitung dan juga penurunan tekanan, dari persamaan energi. Hasil perhitungan penurunan
 
Sistem Perpipaan dan Mesin-mesin Fluida 55
tekanan ini dibandingkan dengan penurunan tekanan yang disyaratkan. Jika perhitungan pressure drop jauh lebih besar, maka perhitungan diulangi denganmengasumsikan nilai diameter pipa yang lebih besar atau sebaliknya. Iterasidiulangi sampai ketelitian yang diharapkan.
Contoh Soal 3.1
.Pipa halus/smooth dipasang horisontal pada tandon air yang besar. Tentukankedalaman air yang harus dijaga tetap agar menghasilkan laju aliran volume sebesar 0,03 m
3
/dt. Diameter dalam pipa adalah 75 mm dan koefisien minor losses untuk inletnya adalah 0,5. Air dibuang ke udara luar.Penyelesaian :Diketahui
d D= 75 mmQK= 0,5
Ditanya : kedalaman air, dJawab:Persamaan dasar:
 p gz Vp gz hhhh L D K 
ltllm
1112222222
2222
 ρ ρ 
+ +     + +     = = += =
dan h
lm
Dari soal maka p
1
= p
2
= p
atm
,V
1
 
0, z
2
= 0, z
1
= dsehingga:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->