Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kerangka Konseptual Untuk Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan

Kerangka Konseptual Untuk Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan

Ratings: (0)|Views: 606 |Likes:
Published by Richardo Tbn

More info:

Published by: Richardo Tbn on May 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2013

pdf

text

original

 
 
KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
 
Page 1
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangTeori kauntansi teridri atas kerangka-kerangka acuan yang menjadidasar dari pemgembangan teknik-teknik akuntansi. Kerangka-kerangkaacuan ini, nantinya akan terutama didasarkan pada penentuan konsep-konsep dan prinsip-prinsip akuntansi. Hal yang teramat penting dan vitalbagi disiplin-disiplin ilmu ilmu akuntansi adalah bahwa profesi akuntansidan pihak-pihak lain yang berkepentingan juga menerima konsep danprinsip-prinsip tersebut. Untuk menjamin tercapainya konsensus seperti itu,adanya sebuah peryataan yang memuat alasan atau tujuan yang dapatmemotivasi penentuan konsep dan prinsip tadi harus menjadi langkahpertama dalam perumusan suatu teori akuntansi.Peryataan mengenai tujuan dari laporan keuangan telah diakuisebagai suatu hal yang mendesak dan sangat penting, jika perdebatanmengenai standar alternatif dan teknik pelaporan ingin dapat diselesaikandengan logika dan akal sehat. Sebagai contoh, pada tahun 1960, Devinemengemukakan pendapatnya bahwa: urutan pertama dalam pembuatansebuah sistem teoritis bagi suatu fungsi pelayanan adalah menetapkan tujuandan sasaran dari fungsi tersebut. Sasaran dan tujuan daapat berubah seiringdengan waktu, namun untuk satu periode tertentu, mereka harus ditentukanatau dapat ditentukan.Watts daan zimmeraman mencatat bahwa teori akuntansi keuanganhanya memiliki sedikit dampak langsung dan substantif terhadaap teori danpraktik akuntansi. Mereka memberikan penjelasan sebagai berikut: seringkali lemahnya dampak yang diberikan ini dihubungkan dengan kelemahanmetodologi dasar dari riset. Atau rekomendasi yang ditawarkan adalah
 
 
KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
 
Page 2
didasarkan pada tujuan-tujuan eksplisit atau iplisit yang sering kali berbedadengan para penulis. Tidak hanya para periset yang tidak mampu mencapaikesepakatan dalam tujuan pelaporan keuangan, mereka ternyata juga tidak dapat mencapai kata sepakat pada metode-metode yang akan digunakanuntuk mendapatkan rekomendasi dari tujuan-tujuan tersebut.Menyadari akan pentingya artu tujuan , para profesi akuntansi diAmerika Serikat, Inggris, dan Kanada telah melakukan beberapa usahapercobaan untuk merumuskan tujuan dari laporan keuangan. Di Amerikaserikat, pentingya pengembangan tujuan pelaporan keuangan pertama kalidiungkapkan oleh laporan dari
Study Group on the Objectivitas of FinancialStatements
(Laporan Kelompok studi mengenai Tujuan Laporan Keuangan)dan di tekankan lagi oleh usah yang dilakukan oleh (FASB)
Finally Accounting Standart Board 
(Badan standar tentang prinsip-prinsip akuntansidi Amerika) untuk mengembangakan suatu kerangka atau konsitusikonseptual. Di inggris, pentingnya tujuan-tujuan ini telah menjadi sorotandari publikasi
The Corporate Report 
(Laporan Perusahaan) oleh
 Institute of Chartered Accountants in England and Wales
. Di kanada, perhatian akansubjek ini dipublikasikan dalam
Corporate Reporting
(pelaporanperusahaan). Meskipun relatif masih baru, semua usaha-usaha yangdilakukan di atas secara langsung mendapat banyak pengaruh dari
 Accounting Principle Board 
(APB) No 4.Dalam bab ini, kita akan membahas secara mendalam berbagaiusaha untuk merumuskan tujua-tujuan dari pelaporan keuangan dan sebuahkerangka konseptual bagi akuntansi dan pelaporan keuangan di Amerika,Inggris, dan Kanada.
 
 
KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN
 
Page 3
KLASIFIKASI DAN KONFLIK KEPENTINGAN
Perumusan tujuan akuntansi tergantung pada penyelesaian konflik kepentingan yang terdapat di pasar informasi. Atau lebih spesifik lagi, laporankeuangan yang dihasilkan oleh interaksi tiga kelompok: perusahaan, pengguna, danprofesi akuntansi.
Perusahaan
(
 firm
) membentuk kelompok utama yang terlibat dalam prosesakuntansi. Aktivitas-aktivitas operasional, keuangan, dan luar biasa (atau non-operasional) yang mereka lakukan menjadi justifikasi dari pembuatan laporankeuangan. Keberadaan dan perilaku mereka menimbulkan hasil keuangan yangsebagian dapat diukur oleh proses akuntansi. Perusahaan-perusahaan juga adalahpenyedia informasi akuntansi.
Pengguna
(
user 
) membentuk kelompok kedua. Pembuatan informasiakuntansi dipengaruhi oleh kepentingan dan kebutuhan pengguna. Meskipun tidak mungkin untuk mengumpulkan suatu daftar lengkap para pengguna, namun dapatdipastikan daftar tersebut akan mencantumkan para pemegang saham, analiskeuangan, kreditor, dan badan-badan pemerintah.
Profesi akuntansi
(
accounting profession
) membentuk kelompok ketigayang dapat memengaruhi informasi yang akan dimasukkan ke dalam laporan
keuang. Para akuntan terutama akan bertindak sebagai “auditor” yang bertanggung
 jawab untuk memverifikasi bahwa laporan keuangan telah mematuhi prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.Interaksi dari ketiga kelompok di atas dapat disajikan dalam sebuah diagramvenn, dimana lingkaran U mencerminkan kepentingan dari para pengguna akaninformasi yang dianggap bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomimereka, lingkaran C mencerminkan kumpulan informasi yang diterbitkan dandiungkapkan oleh perusahaan (entah ia berada didalam atau diluar batasan dariprinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum) dan lingkaran P mencerminkankumpulan informasi yang dapat dibuat dan diverifikasi oleh profesi akuntan. Areayang diberi nama I mencerminkan kumpulan informasi yang dapat diterima olehsemua tiga kelompok tersebut. Dengan kata lain, data-data ini diungkapkan olehperusahaan, para akuntan dapat membuat dan memverifikasinya, dan merekadianggap relevan oleh pengguna. Area II-VII mencerminkan area-area yangmenjadi konflik kepentingan.

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Khairani Era liked this
Sulis Zou liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->