Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Junk Food

Junk Food

Ratings: (0)|Views: 305|Likes:
Published by Nopri Roby Fauzi

More info:

Published by: Nopri Roby Fauzi on May 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/06/2012

pdf

text

original

 
 Nama :Nopri Roby FauziGol. Darah: :BAlamat : Jl. Kartini gg setianegara no. 6No. Telp :
Bye-Bye
 Junk Food 
!
 
 Junk food 
adalah istilah yang muncul dari makanan dengan kandungan gizi yang tidak seimbang dan mengandung kalori, garam (
natrium
), lemak jenuh (
saturated fat 
) dan kolestrol dalam jumlah besar. Contoh
 junk food 
yang banyak beredar di masyarakat misalnya
snack 
, gorengan,minuman orzon, dan lain sebagainya.Selain tinggi lemak, garam, kolestrol, dan gula, produk-produk 
 junk food 
juga seolah tidak bisa dipisahkan dengan penggunaan bahan tambahan makanan, pemanis buatan, pewarna buatan,pengawet dan lain sebagainya. Hal ini wajar terjadi. Sebab semakin luas daerah produksi,penggunaan bahan pengawet semakin dibutuhkan, sehingga produsen tidak rugi dalam menjualbarang-barangnya. Namun sebagai gantinya, konsumen menjadi korban dari hal itu.Beberapa orang ada yang mengaitkan
 Junk food 
sama dengan
 fast food 
. Padahal tidak semua jenis
 fast food 
itu jelek. Memang benar bila baik 
 fast food 
maupun
 junk food 
sama-samamenyajikan makanan yang praktis, tetapi
 junk food 
kurang memiliki nutrisi yang cukup untuk kebutuhan tubuh.Istilah ini muncul dari berbagai macam faktor. Salah satu diantaranya adalah kesibukan.Masyarakat tidak memiliki banyak waktu untuk memasak dan serba terburu-buru. Masyarakatakhirnya memilih makanan yang praktis yang bisa di makan di mana saja dan kapan saja. Selain itu,faktor gengsi bisa menjadi penyebabnya. Gaya hidup yang modern membuat orang-orang lebihmemilih makan di restoran siap saji dengan harga mahal dianggap lebih bergengsi daripada makanmakanan bergizi di warung makan tradisional dengan harga yang sama. Hal ini bisa kita lihat daribeberapa orang tua menyukai membawa anak-anak mereka ke restoran yang menyediakan areabermain anak. Bahkan, restoran-restoran siap saji dijadikan sarana hiburan keluarga sepertiperayaan hari ulang tahun, tempat bermain anak atau sekadar mengobrol dengan teman. Masyarakatpun akhirnya menganggap restoran f 
ast food 
sebagai tempat rekreasi dibanding tempat untuk orangyang super sibuk.Banyak hal yang bisa ditimbulkan dengan konsumsi
 junk food 
berlebihan.Dalam hasil penelitian disebutkan bahwa makanan yang mengandung gula danlemak tinggi diyakini dapat mengurangi senyawa alami dalam otak yang pentingdalam belajar. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas California AmerikaSerikat itu dibuktikan dengan berbagai percobaan dan tes pada tikus percobaan.Selain bahaya bagi otak kita,
 junk food 
terbukti pula mengakibatkan gangguankesehatan pada tubuh kita, seperti jantung koronel,
arteriosklerosis
(penyempitanpembuluh darah), hipertensi (tekanan darah tinggi), obesitas, diabetes mellitus
 
(
ke
ncing manis), dan stroke. Bila pemicu kanker dan lain sebagainya.Walaupun banyak sekali akibat dari memakannya secara berlebihan, bukan berarti berbisnisdi bidang ini juga merugikan. Banyak sekali para pengusaha yang menekuninya, mulai dariperusahaan biasa hingga raksasa-raksasa food company. Contohnya saja Coca-Cola, Pepsi, Spritedan di bidang makanan, seperti MC Donald, KFC atau CFC.Sebagai target pemasaran produk 
 junk food 
anak-anak memiliki peranan penting.Berdasarkan dari
Costumers International
yang bermarkas di Inggris, memberikan penjelasanbahwa di Indonesia setiap 15 menit tayangan TV menyajikan iklan-iklan produk makanan termasuk 
 junk food 
seperti keripik,
snack 
, minuman bersoda, dan lain sebagainya. Serta 16% anak diIndonesia menghabiskan waktunya lebih dari 8 jam sehari untuk menonton TV ketika liburan.Untuk menarik minat konsumen terutama anak-anak, produsen
 junk food 
umumnya di kemas
 
 menarik dengan gambar-gambar lucu.Anak-anak adalah konsumen yang mudah dipengaruhi oleh budaya
 junk 
food. Menurutsurvei sedikitnya 155 juta (10%) anak muda di seluruh dunia mengalami gejala obesitas. Hasil riset
Consumer International
(2002) menunjukkan semakin tingginya angka obesitas pada anak-anak karena konsumsi
 junk food 
secara berlebihan. Di Thailand misalnya jumlah obesitas pada anak-anak usia 5-12 tahun meningkat dari 12,2% menjadi 15,6% hanya dalam waktu dua tahun saja.Melihat kenyataan ini, pemerintah Amerika Serikat, Selandia Baru, India, Inggris dan negaraEropa lain melakukan kampanye terhadap bahaya
 junk food 
. Di beberapa negara bahkan sudahdibuat peraturan yang melarang atau membatasi iklan-iklan
 junk food 
. Hal ini dilakukan karena polamakan mereka rata-rata sudah tinggi lemak. Misalnya pada negara Inggris, Pemerintah telahmelakukan pelarangan penjual makanan yang mengandung lemak, garam, dan gula baik disajikanmaupun mesin swalayan (
wedding machines
) di sekolah-sekolah Inggris dan menggantinya denganbuah dan sayuran segar serta susu.Selain itu, di Uni Eropa terdapat pula lembaga-lembaga konsumen guna mewujudkanmasyarakat sehat, misalnya DG Sanco. Nama lembaga ini mungkin masih asing di telinga orangIndonesia.
 Directorate General for Health and Consumers Protection
(DG Sanco) adalah lembagaresmi Uni Eropa yang didirikan untuk menjamin masyarakat Uni Eropa lebih sehat, lebih aman danlebih percaya diri.Kegiatan dan kebijakan yang dilakukan DC Sanco diusahakan sedapat mungkinmemberikan dampak langsung kepada masyarakat Uni Eropa. Hal ini dikarenakan masyarakat UniEropa menginginkan standar kesehatan yang tinggi sehingga adalah tugas DC Sanco untuk mewujudkannya. Dalam pelaksanaannya, DC Sanco bekerja sama dengan beberapa lembagapemerintah lainnya, misalnya LSM Konsumen, LSM Kesehatan Pengusaha, Ilmuwan, peneliti, danpara pakar di bidangnya.Di luar negeri, peran dan kerja sama antara pemerintah dengan lembaga-lembaga konsumenbisa dikatakan baik. Namun, di Indonesia hal itu belumlah terbentuk peraturan khusus soal
 junk  food 
belum ada. Hanya saja ada Peraturan Pemerintah No 28 tahun 2004 tentang keamanan, Mutu,dan Gizi Pangan. Berdasarkan PP ini sebenarnya bisa diturunkan menjadi aturan yang lebih rincidan mengarah pada pembatasan keberadaan
 junk food 
. Selain itu, Indonesia memiliki DepartemenKesehatan serta Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) untuk menjamin produk makananyang di konsumsi masyarakat kita layak dan maju.Kita yang sebagai konsumen ada baiknya jika memperhatikan terlebih dahulu komposisiproduk dan
 Nutrition Fack 
yang tertera pada kemasannya. Terutama perhatikan jumlah kalori,garam, dan lemak yang terkandung pada produk tersebut. Makanan yang terlalu tinggi kandungangulanya akan mengakibatkan kerusakan gigi, menurunkan kolestrol baik, serta meningkatkan kadarlemak darah.Pada label kemasan produk 
 junk food 
, kandungan lemak, natrium, dan jumlah kalori ditulisdalam gr per sajian. Jika jumlah kalori sudah melebihi 300 maka hendaklah bersikap lebih bijak dengan mengurangi konsumsi pangan jenis ini.Berikutnya jumlah kandungan lemak umumnya berupa lemak jenuh. Setiap 5 gr lemak yangterkandung dalam produk sama dengan satu sendok teh lemak. Berarti apabila lemak dalam produk sebesar 23 gram sama saja kita mengkonsumsi 4 sendok teh lemak. Yang harus kita perhatikanadalah konsumsi lemak tidak boleh melebihi 30% kebutuhan kalori per hari.Yang juga harus menjadi perhatian adalah garam (
natrium
). Konsumsi natrium yangdianjurkan kurang dari 2,3 gr per hari. Begitu pula dengan kolestrol, konsumsi hariannya dianjurkantidak lebih dari 300 mg.Ada beberapa alternatif bila menghadapi makanan
 junk food 
. Diantaranya misalnya denganmenetapkan pola makan sehat dan seimbang. Jika kita makan
 junk food 
harus diimbangi denganmakanan yang kadar gizinya baik. Untuk mengurangi konsumsi
 junk food 
, biasakan diri untuk membawa makanan dari rumah. Lalu dengan banyak mengkonsumsi makanan yang mengandungserat semisal buah-buahan, sayur segar, serta susu.Selain itu, dengan mengkonsumsi makanan atau jajanan tradisional yang kandungan gizinya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->