Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Junk Food

Junk Food

Ratings: (0)|Views: 442|Likes:
Published by Nopri Roby Fauzi
masalah junk food merupakan suatu yang terdengar asing di Indonesia, oleh karenanya diharapkan dengan ini akan membantu konsumen Indonesia dalam memilih makanan
masalah junk food merupakan suatu yang terdengar asing di Indonesia, oleh karenanya diharapkan dengan ini akan membantu konsumen Indonesia dalam memilih makanan

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Nopri Roby Fauzi on May 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/13/2012

pdf

text

original

 
 
Junk Food
Resume dari buku bye-bye junk food
Resume ini adalah sebagian inti dari majalah konsumen dengan topic
“Bye
-
Bye Junk Food”
 
2012
 
Nopri Roby FauziBiosphere3/7/2012
 
 
unk food 
adalah istilah yang muncul dari makanan dengan kandungan gizi yangtidak seimbang dan mengandung kalori, garam (
natrium
), lemak jenuh(
saturated fat 
) dan kolestrol dalam jumlah besar. Contoh
 junk food 
yang banyak beredar di masyarakat misalnya
snack 
, gorengan, minuman orzon, dan lainsebagainya.Selain tinggi lemak, garam, kolestrol, dan gula, produk-produk 
 junk  food 
juga seolah tidak bisa dipisahkan dengan penggunaan bahantambahan makanan, pemanis buatan, pewarna buatan, pengawet danlain sebagainya. Hal ini wajar terjadi. Sebab semakin luas daerahproduksi, penggunaan bahan pengawet semakin dibutuhkan,sehingga produsen tidak rugi dalam menjual barang-barangnya.Namun sebagai gantinya, konsumen menjadi korban dari hal itu.Beberapa orang ada yang mengaitkan
 Junk food 
sama dengan
 fast food 
. Padahal tidak semua jenis
 fast food 
itu jelek. Memang benar bila baik 
 fast food 
maupun
 junk food 
 sama-sama menyajikan makanan yang praktis, tetapi
 junk food 
kurang memilikinutrisi yang cukup untuk kebutuhan tubuh.Istilah ini muncul dari berbagai macam faktor. Salah satu diantaranya adalahkesibukan. Masyarakat tidak memiliki banyak waktu untuk memasak dan serbaterburu-buru. Masyarakat akhirnya memilih makanan yang praktis yang bisa dimakan di mana saja dan kapan saja. Selain itu, faktor gengsi bisa menjadipenyebabnya. Gaya hidup yang modern membuat orang-orang lebih memilih makandi restoran siap saji dengan harga mahal dianggap lebih bergengsi daripada makanmakanan bergizi di warung makan tradisional dengan harga yang sama. Hal ini bisakita lihat dari beberapa orang tua menyukai membawa anak-anak mereka ke restoranyang menyediakan area bermain anak. Bahkan, restoran-restoran siap saji dijadikansarana hiburan keluarga seperti perayaan hari ulang tahun, tempat bermain anak atausekadar mengobrol dengan teman. Masyarakat pun akhirnya menganggap restoran
ast food 
sebagai tempat rekreasi dibanding tempat untuk orang yang super sibuk.Banyak hal yang bisa ditimbulkan dengan konsumsi
 junk food 
berlebihan. Dalamhasil penelitian disebutkan bahwa makanan yang mengandung gula dan lemak tinggidiyakini dapat mengurangi senyawa alami dalam otak yang penting dalam belajar.Penelitian yang dilakukan oleh Universitas California Amerika Serikat itu dibuktikandengan berbagai percobaan dan tes pada tikus percobaan. Selain bahaya bagi otak kita,
 junk food 
terbukti pula mengakibatkan gangguan kesehatan pada tubuh kita,
 
 
seperti jantung koronel,
arteriosklerosis
(penyempitan pembuluh darah), hipertensi(tekanan darah tinggi), obesitas, diabetes mellitus
 
(
ke
ncing manis), dan stroke. Bilapemicu kanker dan lain sebagainya.Walaupun banyak sekali akibat dari memakannya secara berlebihan, bukan berartiberbisnis di bidang ini juga merugikan. Banyak sekali para pengusaha yangmenekuninya, mulai dari perusahaan biasa hingga raksasa-raksasa food company.Contohnya saja Coca-Cola, Pepsi, Sprite dan di bidang makanan, seperti MC Donald,KFC atau CFC.Sebagai target pemasaran produk 
 junk food 
anak-anak memiliki peranan penting.Berdasarkan dari
Costumers International
yang bermarkas di Inggris, memberikanpenjelasan bahwa di Indonesia setiap 15 menit tayangan TV menyajikan iklan-iklanproduk makanan termasuk 
 junk food 
seperti keripik,
snack 
, minuman bersoda, danlain sebagainya. Serta 16% anak di Indonesia menghabiskan waktunya lebih dari 8 jam sehari untuk menonton TV ketika liburan. Untuk menarik minat konsumenterutama anak-anak, produsen
 junk food 
umumnya di kemas menarik dengan gambar-gambar lucu.Anak-anak adalah konsumen yang mudah dipengaruhi oleh budaya
 junk 
food.Menurut survei sedikitnya 155 juta (10%) anak muda di seluruh dunia mengalamigejala obesitas. Hasil riset
Consumer International
(2002) menunjukkan semakintingginya angka obesitas pada anak-anak karena konsumsi
 junk food 
secaraberlebihan. Di Thailand misalnya jumlah obesitas pada anak-anak usia 5-12 tahunmeningkat dari 12,2% menjadi 15,6% hanya dalam waktu dua tahun saja.Melihat kenyataan ini, pemerintah Amerika Serikat, Selandia Baru, India, Inggris dannegara Eropa lain melakukan kampanye terhadap bahaya
 junk food 
. Di beberapanegara bahkan sudah dibuat peraturan yang melarang atau membatasi iklan-iklan
 junk  food 
. Hal ini dilakukan karena pola makan mereka rata-rata sudah tinggi lemak.Misalnya pada negara Inggris, Pemerintah telah melakukan pelarangan penjualmakanan yang mengandung lemak, garam, dan gula baik disajikan maupun mesinswalayan (
wedding machines
) di sekolah-sekolah Inggris dan menggantinya denganbuah dan sayuran segar serta susu.Selain itu, di Uni Eropa terdapat pula lembaga-lembaga konsumen guna mewujudkanmasyarakat sehat, misalnya DG Sanco. Nama lembaga ini mungkin masih asing ditelinga orang Indonesia.
 Directorate General for Health and Consumers Protection
 (DG Sanco) adalah lembaga resmi Uni Eropa yang didirikan untuk menjamin

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->