Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah

makalah

Ratings: (0)|Views: 512 |Likes:
Published by Riski Gokil

More info:

Published by: Riski Gokil on May 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

 
 1
BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Pada awal perkembangan audit, sudah biasa bagi auditor untuk memeriksaseluruh catatan perusahaan yang diaudit. Tetapi seiring denganberkembangnya perusahaan, baik dalam ukuran maupun kompleksitas, sangattidak ekonomis untuk memeriksa seluruh catatan akuntansi dan dokumenpendukungnya. Penting bagi auditor untuk dapat menarik kesimpulanmengenai kewajaran mengenai laporan keuangan perusahaan berdasarkanpemeriksaan atas bagian dari catatan-catatan dan transaksi-transaksi.Akibatnya, auditor memberikan keyakinan yang memadai, bukan absolut.Seperti disebutkan dalam Standar Pekerjaan Lapngan Ketiga, dalam auditnya,auditor tidak mengumpulkan semua bukti untuk merumuskan pendapatnya,melainkan melakukan pengujian terhadap karakteristik sebagian bukti untuk membuat kesimpulan mengenai karakteristik seluruh bukti. Dalammelakukan pengujian terhadap karakteristik sebagian bukti tersebut auditordapat menempuh empat cara yaitu : (1).mengambil sampel 100%(2).Melaksanakan
 judgement sampling
(3). Melakukan
representativesampling
dan (4).melakukan
statistical sampling.
1.2
 
Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakangdiatas, maka kami dapat mengambil rumusanmasalah :1.
 
Apa definisi dari audit sampling?2.
 
Bagaimanakah hubungan antar sampel dengan tujuan audit ?
1.3
 
Tujuan Penulisan
1.
 
Mengetahui definisi dari audit sampling2.
 
Mengetahui hubungan antar sampel dengan tujuan audit
 
 2
BAB IIPEMBAHASAN2.1 Definisi dan Konsep Utama Audit Sampling
Sampling audit adalah penerapan prosedur audit terhadap kurang dari seratuspersen unsure dalam suatu saldo akun atau kelompok transaksi dengan tujuanuntuk menilai karakteristik saldo akun atau kelompok transaksitersebut.(McGraw-Hill:2006). Audit Samplig digunakan oleh auditor terutamamenguji evektifitas pengendalian intern (dalam pengujian pengendalian).Sampling yang digunakan terdapat unsur ketidakpastian yang disebut denganrisiko sampling (
Sampling Risk)
. Karena risiko sampling, auditor menghadapikemungkinan bahwa sampling dapat mengakibatkan salah satu kekeliruankeputusan berikut :1.
 
Memutuskan bahwa populasi yang diuji tidak dapat diterima, padahalsebenarnya dapat2.
 
Memutuskan bahwa populasi yang diuji dapat diterima, padahalsebenarnya tidak dapat.Ada beberapajenis risiko sampling yaitu :1.
 
Risiko keliru menolak 
 
yaitu risiko mengambil kesimpulan,berdasarkanhasil sampel, bahwa saldo akun berisi salah saji secara material, padahalkenyataannya saldo akun tidak berisi salah saji secara material.2.
 
Risiko keliru menerima
 
yaitu risiko mengambil kesimpulan, berdasarkanbasil sampel, bahwa saldo akun tidak berisi salah saji secara material,padahal kenyataannya saldo akun telah salah saji secara material.3.
 
Risiko penentuan tingkat risiko pengendalian yang terlalu rendah
(risk of assessing control risk too low),
yaitu risiko menentukan tingkat risikopengendalian, berdasarkan hasil sampel, terlalu rendah dibandingkandengan efektivitas operasi pengendalian
 
yang sesungguhnya.4.
 
Risiko penentuan tingkat risiko pengendalian yang terlalu tinggi
(risk of assessing control risk too high),
yaitu risiko menentukan tingkat risiko
 
 3
pengendalian, berdasarkan hasil sampel, yang terlalu tinggi dibandingkandengan efektivitas operasi pengendalian yang sesungguhnya.
2.2 Jenis-Jenis Audit Sampling
Dalam melakuan pengujian terhadap karakterisik sebagian bukti tersebut,Auditor dapat menempuh empat cara :A.
 
Mengambil Sampel 100%Auditor dapatmenggunakan 100% sampel dalam auditnya, yaitudengan memeriksa misalnya semua faktur yang menyangkut jumlahpenjualan diatas Rp.100.000,-. Jika auditor memilih anggota sampelberdasarkan unsur penting (jumlah rupiah penjualan diatas Rp.100.000,-dianggap penting untuk diperiksa oleh auditor). Hasil pemeriksaanterhadap faktur yang berisi jumlah penjualan diatas Rp.100.000,- tersebutbersifat konklusif, namun hanya untuk faktur penjualan yang diperiksasaja. Untuk faktur penjualan berisi penjualan Rp.100.000,- atau kurang,auditor tidak dapat mengambil kesimpulan mengenai mutunya.B.
 
Melaksanakan
 judgement sample
 Dalam
 judgement sampling
auditor memilih anggota sampelberdasarkan pertimbangannya sebagai contoh, auditor memilih bulanJuni sampai dengan September sebagai periode pengujian denganpertimbangan dalam bulan-bulan tersebut transaksi bersangkutan senganpenjualan kredit sangat tinggi frekuensinya. Auditor memeriksa semuafaktur penjualan yang dibuat dalam periode pengujian tersebut untuk mengetahui evektifitas pengendalian intern terhadap transaksi penjualan.C.
 
Melakukan
representative sample
 
 Representative sample
dilakukan dengan memilih anggota sampelsecara acak dari seluruh anggota populasi. Dengan cara ini setiap anggotapopulasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadianggota sampel. Namun karena evaluasi hasil pemeriksaan terhadapsampel tidak dilakukan secara matematis, maka
representative sample
tidak dapat disebut dengan
statistical sampel

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
rivan_adil4302 liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Muhamad Kudori liked this
Aiiyuu Erza liked this
Tyas Hendarto liked this
Aiiyuu Erza liked this
Yoyok Suyadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->