Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
benih

benih

Ratings: (0)|Views: 173 |Likes:
Published by Pramesti Budi Arini

More info:

Published by: Pramesti Budi Arini on May 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2014

pdf

text

original

 
Perkebunan dan Lahan Tropika ISSN: 2088-6381 J. Tek. Perkebunan & PSDL Vol 1, Juni 2011,hal 13-18
13
 
PENINGKATAN PERFORMANSI BENIH KACANGANDENGAN PERLAKUAN INVIGORASI
Agus Ruliyansyah
1
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media perlakuan invigorasi yang terbaik terhadappeningkatan performansi benih kedelai. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Agronomi FakultasPertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu pelaksanaan penelitian selama delapan minggu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan polaRancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan yaitu: kontrol, abugosok, serbuk gergaji, larutan KNO
3
2% dan larutan NaCl 2%. Variabel pengamatan dalam penelitianini adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan laju pertumbuhankecambah.Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan invigorasi memberikan pengaruh yangsangat nyata terhadap variabel daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan lajupertumbuhan kecambah. Invigorasi yang menggunakan serbuk gergaji merupakan perlakuan terbaik dari perlakuan lainnya dilihat dari kamampuan benih untuk memulihkan integritas membran sehinggadapat memulihkan atau mengurangi kebocoran sel ketika proses imbibisi berlangsung dan mengurangiperubahan metabolik selama perkecambahan. Perlakuan serbuk gergaji telah mampu menghasilkanrerata daya berkecambah, keserempakan tumbuh, dan laju pertumbuhan kecambah tertinggidibandingkan dengan perlakuan lainnya.Kata kunci:
 Benih, invigorasi, performansi, vigor 
 
PENDAHULUAN
Jenis tanaman kacang-kacangan seringdigunakan sebagai tanaman penutup tanahpada lahan perkebunan sawit. Jenis kacang-kacangan mempunyai beberapa keuntunganyaitu dapat menambah nitrogen di dalamtanah, sumber pupuk hijau dan tingkatpersaingan perakaran yang rendah terhadaptanaman utama.Penanaman kacang-kacangan dapatdilakukan dengan menggunakan benih ataustek. Namun penggunaan benih kacang-kacangan mempunyai beberapa kendala yaitusangat pendeknya kemampuan daya simpanbenih, yaitu daya tumbuhnya hanya tahanselama 3 bulan.Benih bermutu merupakan salah satufaktor yang memegang peranan penting dalambudidaya. Suplai benih untuk musim tanamberikutnya, mengharuskan terjadinya prosespenyimpanan benih. Apabila penyimpanantidak ditangani dengan baik, maka benih akanmudah mengalami kemunduran sehinggamutunya menjadi rendah.Menurut Rukmana dan Yuniarsih (1999),benih yang baik dan bermutu tinggimerupakan faktor penentu keberhasilanusahatani kedelai. Benih kedelai yangdisebarluaskan dan siap ditanam para petaniadalah “Benih Sebar”. Masalah utama yangsering dihadapi dalam perbenihan kedelaiadalah sangat pendeknya kemampuan dayasimpan benih, yaitu daya tumbuhnya hanyatahan selama 3 bulan.Berdasarkan kenyataan di lapangandiketahui bahwa benih kedelai yang dijualoleh toko-toko penyalur benih adalah benih-benih yang telah melewati masa simpan lebihdari 3 bulan dan disimpan pada kondisi tempatyang tidak baik sehingga menyebabkan mutubenih menurun. Dengan demikian ketika benihditanam di lapangan oleh petani, benih tidak menunjukkan perkecambahan yang baik.Rendahnya mutu perkecambahan benihdisebabkan oleh turunnya vigor dan viabilitasbenih kedelai. Untuk mengatasinya dapatdiberikan perlakuan invigorasi pada benih.Invigorasi sendiri adalah perlakuan yangdiberikan untuk meningkatkan vigor benihyang ditunjukkan oleh perbaikan performansibenih baik secara fisiologis maupun biokemis,dengan berbagai perlakuan benih pasca panenatau pratanam (Ilyas, 2001).
1
Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 
 
 Agus Ruliyansyah
 
 J. Perkebunan & Lahan Tropika, Vol. 1, Juni 2011
 
14
 
Berbagai cara dapat dilakukansehubungan dengan perlakuan invigorasi benihsebelum tanam yaitu
osmoconditioning
,
 priming, moisturizing, hardening,humidification, solid matrix priming,matriconditioning
dan
hydropriming
. Namuncara yang umum digunakan adalah
matriconditioning
dan
osmoconditioning
.
 Matriconditioning
menggunakan bahan padatlembab seperti Micro-Cel E, Vermikulit, abugosok dan serbuk gergaji. Sedangkan
osmoconditioning
menggunakan larutanosmotik seperti PEG, KH
2
PO
4,
KNO
3,
danNaCl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media perlakuan invigorasi yangterbaik terhadap peningkatan performansibenih kedelai.
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini dilaksanakan diLaboratorium Agronomi Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak. Waktupelaksanaan penelitian selama delapanminggu. Bahan dan alat yang digunakan dalampenelitian ini adalah benih kedelai yang telahmengalami penurunan daya tumbuh, yaitudaya tumbuhnya berkisar 63%, abu gosok hasil pembakaran sekam padi, serbuk kayuhasil gergaji, KNO
3
,NaCl, aquades, wadah,batang pengaduk, pinset, kertas merang,plastik, aquarium air pump, selang pelastik,botol kaca, timbangan analitik, hand sprayer,kertas label, termometer, dan higrometer.Metode eksperimen lapangan yangdigunakan adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu: p
0
(kontrol; aquades), p
1
(abu gosok), p
2
(serbuk gergaji), p
3
(larutan KNO
3
2%), p
4
(larutanNaCl 2%). Masing-masing perlakuan terdiridari 4 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 4 unitdan tiap unit terdiri dari 100 benih. Uji lanjutuntuk perlakuan yang berpengaruh nyatamenggunakan kontras ortogonal.Media
matriconditioning
dengan bahanabu gosok disiapkan dengan diayak mengunakan ayakan yang berukuran 102
µ
Msehingga didapatkan partikel yang halus danseragam. Pencampuran benih kedelai denganperbandingan benih : abu : air adalah 1 : 3 : 5.Media
matriconditioning
dengan bahan serbuk gergaji diayak dengan ayakan yang berukuran300
µ
M sehingga didapatkan partikel yanghalus dan seragam. Pencampuran benihkedelai dengan perbandingan benih : serbuk gergaji : air adalah 2 : 5 : 7. Sedangkan media
osmoconditioning
adalah
 
larutan KNO
3
2%dan larutan NaCl 2%. Perlakuan diberikanpada benih selama 24 jam.Variabel pengamatan teridiri dari dayaberkecambah, kecepatan tumbuh,keserempakan tumbuh, dan laju pertumbuhankecambah. Faktor lingkungan yang diamatiadalah suhu dan kelembaban.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Rekapitulasi hasil analisis keragamandaya berkecambah, kecepatan tumbuh,keserempakan tumbuh, dan laju pertumbuhankecambah selengkapnya dapat dilihat padaTabel 1. Berdasarkan analisis keragamanternyata invigorasi berpengaruh sangat nyataterhadap daya berkecambah, kecepatantumbuh, keserempakan tumbuh dan lajupertumbuhan kecambah.Tabel 1. Rekapitulasi hasil analisis keragaman peningkatan performansi benih kedelai denganperlakuan invigorasiVariabel Pengamatan
 
F hitung
 
Daya berkecambahKecepatan tumbuh
 
Keserempakan tumbuh
 
Laju pertumbuhan kecambah
 
76,29 **
 
31,50 **
 
67,72 **
 
9,80 **
 
F tabel 5% = 3,06
 
F tabel 1% = 4,89
 
Keterangan :
** = Berpengaruh Sangat Nyata
 
 
 Agus Ruliyansyah Peningkatan Performansi Benih
15
 
Pengaruh yang sangat nyata menunjukkanbahwa invigorasi mampu untuk meningkatkanperformansi benih yang telah menurunperformansinya. Menurut Ashari (1995),dalam kaitannya dengan prosesperkecambahan benih maka sebelum embriomemulai aktivitasnya, selalu didahului denganproses fisiologis hormon dan enzim yangkemudian menyebabkan terjadinyapembongkaran zat-zat cadangan makananseperti karbohidrat, protein lemak, danmineral. Proses kimiawi tersebut berperansebagai penyedia energi yang kemudian akandigunakan dalam proses pertumbuhan yaituperkecambahan.Perlakuan invigorasi merupakan salahsatu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi mutu benih yang rendah yaitudengan cara memperlakukan benih sebelumtanam untuk mengaktifkan kegiatanmetabolisme benih sehingga benih siapmemasuki fase perkecambahan (Sutariati,2001).Untuk mengetahui perbedaan pengaruhperlakuan yang diberikan, maka dilakukan ujilanjut dengan menggunakan metode kontrasortogonal pada masing-masing perlakuan.Tabel 2. Uji kontras ortogonal peningkatan performansi benih kedelai dengan perlakuan invigorasiterhadap daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan tajupertumbuhan kecambahSumber
 
Keragaman
 
F
hitung
 
F
tabel
 
DB
 
KcT
 
KsT
 
LPK
 
5%
 
1%
 
Perlakuan
 
K vs M & O
 
M vs O
 
p
1
vs p
2
 
p
3
vs p
 
76,29**
 
4,60*239,52**
 
20,07**
 
40,96**
 
31,50**
 
2,88
ns
 
100,63**
 
1,50
ns
 
21,00**
 
67,72**
 
6,33*
 
208,89**
 
13,22**
 
42,46**
 
9,80**
 
0,90
ns
 
25,80**
 
0,15
ns
 
12,25**
 
3,06
 
4,54
 
4,54
 
4,54
 
4,54
 
4,89
 
8,68
 
8,68
 
8,68
 
8,68
 
Keterangan
: ** = Berbeda Sangat Nyata * = Berbeda Nyatans = Tidak Berbeda Nyata K = Kontrol (p
0
)M =
 Matriconditioning
(p
1
dan p
2
) O =
Osmoconditioning
(p
3
dan p
4
)p
1
= Abu Gosok p
2
= Serbuk Gergajip
3
= Larutan KNO
3
2% p
4
= Larutan NaCl 2%Berdasarkan hasil uji kontras ortogonalpada Tabel 2, diketahui bahwa perlakuaninvigorasi berpengaruh sangat nyata terhadappeningkatan performansi benih kedelai sepertidaya berkecambah, kecepatan tumbuh,keserempakan tumbuh dan laju pertumbuhankecambah. Perlakuan invigorasi berbeda nyatadengan kontrol dalam meningkatkan dayaberkecambah, keserempakan tumbuh tetapitidak untuk kecepatan tumbuh dan lajupertumbuhan kecambahan. Invigorasi yangmenggunakan teknik 
matriconditioning
(p
1
 dan p
2
) berbeda sangat nyata dengan invigorasiyang menggunakan teknik 
osmoconditioning
 (p
3
dan p
4
) dalam meningkatkan dayaberkecambah, kecepatan tumbuh,keserempakan tumbuh dan laju pertumbuhankecambah.
 Matriconditioning
yangmenggunakan serbuk gergaji (p
2
) berbedasangat nyata dengan
matriconditioning
yangmenggunakan abu gosok (p
1
) dalammeningkatkan daya berkecambah,keserempakan tumbuh, tetapi tidak untuk kecepatan tumbuh dan laju pertumbuhankecambah.
Osmoconditioning
yangmenggunakan larutan KNO
3
2% (p
3
) berbedasangat nyata dengan
osmoconditioning
yangmenggunkan larutan NaCl 2% (p
4
) dalammeningkatkan daya berkecambah, kecepatantumbuh, keserempakan tumbuh dan lajupertumbuhan kecambah.Diduga perbedaan yang nyata padavariabel daya berkecambah sertakeserempakan tumbuh antara benih yangdiberikan perlakuan invigorasi dengan kontrolkarena benih yang diberikan perlakuaninvigorasi mengalami imbibisi air yangterkontrol sehingga air masuk kedalam benihsecara perlahan sampai terjadi keseimbangan.Imbibisi yang terkontrol ini memungkinkanbenih mengoptimalkan faktor internalnyauntuk memulai perkecambahan sepertipemulihan integritas membran, karena benihyang telah deteriorasi membrannya mengalamikerusakan. Kerusakan membran ini jugamengakibatkan kerusakan dinding sel

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ikarurul Ahrul liked this
Mia Annisa Cania liked this
tulus liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->