Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SKRIPSI jadi dj

SKRIPSI jadi dj

Ratings: (0)|Views: 1,756|Likes:
Published by Khodiejah Jazuly

More info:

Published by: Khodiejah Jazuly on May 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah
Pesantren
1
di Indonesia sudah sedemikian lama, Dalam catatan sejarah,Pondok pesantren dikenal di Indonesia sejak zaman walisongo. Ketika itu SunanAmpel mendirikan sebuah pedepokan di Ampel Surabaya dan menjadikannyasebagai pusat pendidikan Agama di Jawa.
2
Para santri yang berasal dari pulauJawa datang untuk menuntut ilmu agama. Bahkan diantara para santri yang adayang berasal dari Gowa dan Talo, Sulawesi.
3
Dinyatakan oleh Pigeaud dan deGraaf bahwa pondok pesantren atau sejenisnya seperti pondok, surau dayah dannama lain sesuai dengan daerahnya. Pada periode awal abad ke-16 merupakan jenis pusat Islam penting kedua setelah masjid.
4
1
Kata pesantren dari akar kata “santri”, yaitu istilah yang digunakan bagi orang yang mendalamiagama Islam. Kata “ santri” dengan mendapat awalan “
 pe”
dan akhiran “
an”
menjadi “pesantren”,yang berarti tempat santri atau murid-murid belajar mengaji. Hanun Asrohah,
 Pelembagaan Pesantren, Asal Usul dan Perkembangan Pesantren di Jawa
(Jakarta: Departemen AgamaRI,2004),30. Menurut John, seperti dikutip oleh Zamakhsyari Dhofier, kata santri berasal dari bahasa Tamil “santri” yang berarti “guru mengaji”. Sedangkan menurut C.C. Berg. Sebagaimanadikutip oleh Dhofier, kata santri berasal dari bahasa India “
 shastri
yang berarti, “ buku suci, buku-buku agama, atau buku-buku ilmu pengetahuan”. Zamakhsyari Dhofier,
Tradisi PesantrenStudi tentang Pandangan Hidup kyai ( 
Jakarta: LP3ES, 2011
 )
,41. Menurut Robson, kata santri berasal dari bahasa Tamil
 sattiri
” yang diartikan “ orang yang tinggal disebuah rumah atau bangunan secara umum”. S.O. Robson,
 Java at the Crossroads:Aspect of Javanese Cultura History in the 14
th
and 15
th
Centuries”
 
dalam
BKI (Gravenhaage: Martinus Nijhoff, 1981), 275.
2
Dalam perkembangan pesantren sejak dahulu sudah dikenal dengan kesederhanaannya sehingga
cap
tradisionalis, kolot, konservatif, seringkali di alamatkan di pesantren, meskipun dalam perkembangannya
 pesantren
di masa kini sudah banyak mengalami “perubahan” paling tidaJamal Ma’mur Asmani memetakan pesantren dalam konteks kekinian dengan tiga model: 1).Pesantren salaf 
an-sich
seperti Al- Anwar sarang Rembang, pacul Gowang Jombang, dan Lirboyo-Ploso Kediri. 2). Pesantren Modern
an-sich
seperti Ponorogo, Zaitun Solo, Darun Najah, Darur Rahman Jakarta. 3). Pesantren semi salaf – semi modern seperti Tebuireng (KH. Yusuf Hasyim),dan Cipasung Tasikmalaya (KH. Ilyas Ruhiyat). Jamal Ma’mur Asmani,
 Fiqih Sosial Kyai Sahal mahfudh, antara konsep dan implementasi
(Surabaya: Khalista, 2007), 192
3
Media Umat, Edisi 66/tahun ke III/Minggu 1-11 Mei 2009.
4
Marzuki Wahid, ma’ahad Aly: Nestapa Tradisionalisme dan tradisi akademik yang hilang
 Jurnal Tashwirul Afkar 
no. 11 (Jakarta:Lakpesdam NU,2001),46.
 
Menurut Mastuhu, Pesantren
5
merupakan salah satu jenis pendidikanIslam Indonesia yang bersifat tradisional untuk mendalami ilmu agama Islam,dan mengamalkannya sebagai pedoman hidup keseharian, atau disebut
tafaqquh fi al-din
, dengan menekankan pentingnya moral dalam kehidupan masyarakat.Pesantren telah hidup sejak 300-400 tahun yang lampau, menjangkau seluruhlapisan masyarakat muslim, pesantren telah diakui sebagai lembaga pendidikanyang telah ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
6
Pesantren seperti yangdikatakan Sayyed Hossein Nasr, adalah “dunia tradisonal Islam, yakni duniayang mewarisi dan memelihara komunitas tradisi Islam yang dikembangkanUlama’ dari masa kemasa, tidak terbatas pada periode tertentu, seperti periodesalaf, yaitu periode sahabat dan Tabi’in”.
7
 Peran pesantren di Nusantara ini tidak dapat dihilangkan, terutama dalamkontribusi munculnya pendidikan Islam, hal ini diakui oleh Nurcholish Madjid -sebagaimana dikutip M. Arif Hidayat - seandainya negeri kita ini tidamengalami penjajahan, mungkin pertumbuhan sistem pendidikannya akanmengikuti jalur-jalur yang ditempuh pesantren-pesantren itu, sehingga
5
Menurut Ahmad
 Zahro
, pesantren dapat dikatakan
inherent 
(melekat) dengan NU, atau palingtidak sebagai infrastukturnya. Miniatur NU ada dipesantren, sebab ditelusuri dari aspek historismaupun empiris, terlihat jelas hubungan antara pesantren dengan NU. Dalam sejarahnya NU tidak dapat dipisahkan dengan pesantren, karena pesantren merupakan bagian integral darinya. NUsendiri lahir juga dibidani oleh para kyai pesantren dan eksis hingga sekarang juga tidak terlepasdari dukungan mereka. Pengikut
 jam’iyah
ini hamper seluruhnya mereka yang mempunyaihubungan emosional, pemikiran atau tradisi ritual dengan pesantren. Oleh karenanya masihrelevan untuk ditegaskan, bahwa hingga sekarang pesantren dan NU adalah pilar tegaknya Islamtradisional. Namun tidak secara otomatis tiap pesantren yang ada sekarang ini adalah pilar NU,sebab ada pesantren yang merupakan wadah dari warga Muhammadiyah, persid Al-
 Isyad 
atau pesantren modern seperti Gontor. Hal diatas lebih ditekankan kepada penilaian yang bersifatumum, dalam arti sebagian besar pesantren di Indonesia berafiliasi kepada NU dan pendirinyaadalah warga NU. Ahmad Zahro,
Tradisi intelektual NU 
(Yogyakarta: LkiS,2004),25.
6
Mastuhu,
 Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren
(Jakarta:INIS, 1994),3.
 
7
Azyumardi Azra,
 Pesantren kontinuitas dan perubahan”
dalam
 Bilik-Bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan
Ed. Nurcholish Madjid (Jakarta:Yayasan Wakaf Paramadina,1997),xxvi.
 
 perguruan-perguruan tinggi yang ada sekarang ini tidak akan berupa UI, ITB,IPB, UGM, Unair ataupun yang lainnya, tetapi mungkin namanya “universitas”Tremas, Krapyak, Tebuireng, Bangkalan, Lasem, dan seterusnya
8
. Pengertian pesantren yang dikehendaki oleh Ki Hajar Dewantara, adalah penekanan padafungsinya sebagai pusat pendidikan budi pekerti, sebagai imbangan atas systemsekolah “Barat”. Sedangkan Dr. Sutomo mempertimbangkan pesantren dalamfungsinya sebagai meringankan biaya penyebaran kecerdasan atau menyediakansekolah yang murah. Disamping itu fungsi pesantren yang utama adalah sebagai penuntun dan pengawas hidup sehari-hari anak didik.
9
Dawam Raharjo -sebagaimana dikutip Abd. Harits Ar-Rozy menegaskan bahwa pesantrenmerupakan lembaga Pendidikan efektif dalam mempelajari agama selama berabad-abad, para kyai telah mempertahankan dan memelihara keilmuan pesantren, sehingga para pendidik dan pemikir justru menengok kembali ke pesantren.
Dalam perkembangannya, pondok pesantren menjelma sebagai lembagasosial yang memberikan warna khas bagi perkembangan masyarakat sekitarnya.Peranannya pun berubah menjadi agen pembaharuan
(agen of change
) dan agen pembangunan masyarakat. Sekalipun demikian apapun usaha yang dilakukan pondok pesantren tetap saja yang menjadi khittah berdirinya dan tujuanutamanya, yaitu
tafagguh fid-din
.
8
M. Arif Hidayat, KMNU, Al- Azhar, dan generasi Baru,
 Jurnal Tashwirul Afkar 
no 6 (Jakarta:PP. Lakpesdam NU, 1999),69.
9
Choirotun Chisaan,
 LESBUMI 
,
Strategi Politik Kebudayaan
(Yogyakarta: LkiS, 2008),71.
10
Abd. Harits Ar-Razy, Gagasan Pembaharuan Pesantren post-Modern,
 Majalah Aula
No. 07(Surabaya:PWNU Jatim, Tahun XXIX Juli 2007),83.
11
H.E Badri Munawiroh,
 Pergeseran Literatur Pesantren Salafiyah
(Jakarta:Puslitbang Lektur Keagamaan),3.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
fastnetcyber liked this
fastnetcyber liked this
fastnetcyber liked this
Ikrom liked this
Ikrom liked this
Efendy Yusuf liked this
denglodak liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->