Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
10Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
atresia esofagus

atresia esofagus

Ratings: (0)|Views: 1,124|Likes:
Published by Nita Damayanti

More info:

Published by: Nita Damayanti on May 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/02/2014

pdf

text

original

 
Refrat bedah anak 
ATRESIA ESOFAGUS
Oleh :Nita Damayanti S.G0007015Pembimbing :dr. Suwardi, Sp.B, SpBAKEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU BEDAHFAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR MOEWARDIS U R A K A R T A2012
 
I.Definisi
Atresia esofagus termasuk kelompok kelainan kongenital terdiri dari gangguankontinuitas esofagus dengan atau tanpa hubungan persisten dengan trakea. Pada penyakitini, terdapat suatu keadaan dimana bagian proksimal dan distal esofagus tida berhubungan. Pada bagian atas esofagus mengalami dilatasi yang kemudian berakhir sebagai kantung dengan dinding muskuler yang mengalami hipertrofi yang khasmemanjang sampai pada tingkat vertebra torakal segmen 2-4. Bagian distal esofagusmerupakan bagian yang mengalami atresia dengan diameter yang kecil dan dindingmuskuler yang tipis. Bagian ini meluas sampai bagian atas diafragma.
1,2,3,4,5,6
Sekitar 50% bayi dengan atresia esofagus juga mengalami beberapa anomali terkait.Malformasi kardiovaskuler, malformasi rangka termasuk hemivertebra, dan perkembanganabnormal radius serta malformasi ginjal dan urogenital sering terjadi; semua kelainan itudisebut sindrom vacterl (vertebral defect, malformasi anorektal, defek kardiovaskuler,defek trakheoesofagus, kelainan ginjal dan defek pada anggota tubuh).
4,6,7
Terdapat suatu penyakit yang sering menyertai penyakit ini yakni fistulatrakeoesofagus. Fistula trakeoesofagus adalah suatu kelainan hubungan antara trakea danesofagus. Jika berhubungan dengan atresia esofagus biasanya fistula terdapat antara bagiandistal segmen esofagus dan bagian trakea yang letaknya di atas karina. Meskipun begitu,kedua kelainan ini dapat pula muncul pada beberapa tingkat antara kartilago krikoid dankarina, fistula trakeosofagus dapat juga berjalan oblik pada bagian akhir proksimal trakeaatau pada tingkat vertebra torakal segmen kedua.
2
Lebih jarang atresia esofagus atau fistula trakeoesofagus terjadi sendiri-sendiri ataudengan kombinasi yang aneh. Pada 86% kasus terdapat fistula trakeoesofagus di distal, pada 7% kasus tanpa fistula. Sementara pada 4% kasus terdapat fistula trakeoesofagustanpa atresia, terjadi 1 dari 2500 kelahiran hidup.
6,7
 
II. Insiden
Secara internasional penemuan penyakit ini jarang, tergantung pada kawasan yang berbeda di seluruh dunia; dimana diperkirakan sekitar 0,4-3,6 kasus per-10.000 kelahiran.Di Amerika Utara insiden dari atresia esofagus berkisar 1:3000-4500 dari kelahiran hidup,dimana sepertiganya merupakan kelahiran prematur. Angka ini makin lama makin menurundengan sebab yang belum diketahui. Secara internasional angka kejadian paling tinggiterdapat di Finlandia yaitu 1: 2500 kelahiran hidup. Atresia esofagus 2-3 kali lebih sering pada janin yang kembar.
2,6,7
III.
 
Epidemiologi
Atresia esofagus pertama kali dikemukakan oleh Hirschprung seorang ahli anak dariCopenhagen pada abad 17 tepatnya pada tahun 1862 dengan adanya lebih kurang 14 kasusatresia esofagus. Kelainan ini sudah diduga sebagai suatu malformasi dari traktusgastrointestinal.
6
Meskipun sejarah penyakit atresia esofagus dan fistula trakeoesofagus telah dimulai pada abad ke 17, namun penanganan bedah terhadap anomali tersebut tidak berubah sampaitahun 1869. Baru pada tahun 1939, Leven dan Ladd telah berhasil menyelesaikan penanganan terhadap atresia esofagus. Lalu di tahun 1941 seorang ahli bedah CameronHaight dari Michigan telah berhasil melakukan operasi pada atresia esofagus dan sejak itu pulalah bahwa atresia esofagus sudah termasuk kelainan kongenital yang bisa diperbaiki.
2,6
Kecenderungan peningkatan jumlah kasus atresia esofagus tidak berhubungan denganras tertentu. Namun dari suatu penelitian didapatkan bahwa insiden atresia esofagus palingtinggi ditemukan pada populasi kulit putih (1 kasus per 10.000 kelahiran) dibanding dengan populasi non-kulit putih (0,55 kasus per 10.000 kelahiran).
2
Pada jenis kelamin laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan pada perempuan untuk mendapatkan kelainan atresia esofagus. Rasio kemungkinan untuk mendapatkan kelainan atresia esofagus antara laki-laki dan perempuan adalah sebesar 1,26.

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Decy Lisdyamitha liked this
RizqaDS liked this
Unah Iyip liked this
minz_chan liked this
Achmad Suaidi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->