Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
CACING PARASITOLOGI

CACING PARASITOLOGI

Ratings: (0)|Views: 111|Likes:
Published by Burhan Husein

More info:

Published by: Burhan Husein on May 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

 
Penyebab suatu penyakit atau dikenal dengan istilah Agent penyakit dapat berupa bakteri, virus,jamur, dan parasit. Parasit sebagai agent penyakit berupa cacing. Cacing dapat mengkibatkanberbagai penyakit mulai dari penyakit ringan sampai pada penyakit yang berat. Dalam kehidupansehari-hari, banyak masyarakat yang menyepelekan masalah higien pirbadi dan masalahkebersihan lingkungan. Padahal, hiegien pribadi dan sanitasi lingkungan yang buruk dapat menjadi pemicu utama penyebaran penyakit yang disebabkan oleh cacing.
1.2. Tujuan Penulisan
 Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui epidemiologi, etiologi, penularan, tanda dan gelaja,diagnosis dan pengobatan, serta pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh cacing. Denganadanya pengetahuan tentang hal tersebut diharapkan agar masyarakat lebih memperhatikan higienpribadi dan keberdihan lingkungan. selain itu tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai salah satusarat pemenuhan tugas mata kulia Epidemiologi, serta di harapkan dapat menjadi bahan bacaan yangbermanfaat nantinya.
1.3. Rumusan Masalah
 Untuk mempermudah memahami tulisan ini, maka penulis merumuskan batasan-batasanpermasalahan yang akan dibahas pada bab selanjutnya. Adapun rumusan masalahnya yaitu :à bagaimana epidemiologi, etiologi, penularan, tanda dan gelaja, diagnosis dan pengobatan, sertapencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh cacing?
1.4. Metode Penulisan
 Dalam penulisan makalah ini, metode yang penulis gunakan adalah studi pustaka, yaitu dengan membacabuku atau referensi yang berkaitan dengan permasalahan yang penulis bahas. Selain itu penulis jugamendapatkan bahan kajian dari internet dari beberapa situs liannya yang erat kaitannya dengan topicyang penulis bahas.1.5. Sistematika Penulisana. Nematoda/ Cacing Bulat/ Cacing gelangi. Cacing tambang (ankilostomiasis)ii. Cacing gelang (ascariasis)iii. Cacing kremi (enterobiasi)iv. Cacing cambuk (trichuriasi)b. Cestoda/ cacing pita/ taeniasisi. Cacing pita dagingii. Cacing pita ikaniii. Cacing pita tikusc. Trematoda (cacing daun)i. Schistosoma mansoni
 
ii. Schistosoma japonicumB
 AB II
 
2.1. Nematoda (Cacing Bulat/ Cacing Gelang)
 
2.1.1. Cacing Tambang (Ankilostomiasis)
 Cacing ini disebut sebagai cacing tambang karena ditemukan pada buruh-buruh yang bekerjadi daerah pertambangan di Eropa. Penyebaran geografik penyakit yang disebabkan olehcacing ini banyak menyerang daerah tropis dan subtropis, derah katulistiwa, pertambanga,dan perkebunan.à
Epidemiologi
 Hospes utama dari cacing tambang adalah manusia. Menyerang semua umur denganproporsi terbesar pada anak-anak karena aktivitas anak yang relatif tidak higienisdibandingkan dengan orang dewasa. Diperkirakan 700-900 juta orang di dunia kehilangan 1juta darah (1 orang= 1 ml darah terhisap cacing). dalam suatu penelitian angka kesakitanakibat cacing tambang adalah 50% pada balita, sedangkan 90% anak yang terserang adalahanak berumur 9 tahun.à
Etoilogi
 Terdapat tiga spesies cacing tambang yang menybabkan penyakit, yaitu
necator americanus, Ancylostomaduodenale, dan Ancylostoma ceylonicum.
 
Necator americanus
dan
 Ancylostomaduodenale
banyak ditemukan di Asia dan Afrika.ciri-ciri
Necator americanus:
banyak ditemukan di Indonesia,
 
menyerupai huruf S denganukuran 5-13 mm X 0,3-0,6 mm dimana cacing betina lebih besar dari cacing jantan, mulutnyamempeunyai sepasang benda khitin, bertelur lebih kurang 10.000-20.000 per hari denganukuran telur 64-76 mm X 36-40 mm.
 
ciri-ciri
 Ancylostoma duodenale:
menyerupai huruf C, Mulutnya mempunnyai dua pasang gigi,dan yang betina mampu mengahsilkan telur kurang lebih 28000/hari/ekor.à
Penularan
 Cacing tambang hidup dan bertelur didalam usus halus dengan mulut melekat pada mukosadinding usus dan kemudian keluar bersama tinja. telur akan berkembang menjadi larvaditanah. Telur akan menetas dalam waktu 1 hari-1,5 hari. Larva bentuk pertama adalahRhabditiform yang akan berubah menjadi filariform dalam waktu 3 hari kemudian. Dari telursampai filariform membutuhkan waktu 5-10 hari. Larva masuk tubuh melalui kulit telapak kaki terutama
N.Americanus
untuk masukke peredaran darah, selanjutnya larva akan keparu, terus ke trakea, berlanjut ke faring, kemudia larva tertelan ke saluran pencernaan.Larva bisa hidup 8 tahun dengan menghisap darah (1 cacing = 0,2 ml/hari). Cara infeksicacing
 A. duodenale
selain menembus kulit juga dapat tertelan bersama makanan.à
Gejala dan Tanda
 1. Stadium Larva- Pada kulit : Ground itch- Pada paru : Pneumoniotis ringan2. Stadium Dewasa- ganggguan saluran pencernaan seperti mual, nafsu makan berkurang, muntah,nyeri perut, dan diare. dan dapat menyebabkan Anemia Hipokrom Mikrositerà
Diagnosis dan Pengobatan
 Menemukan telur dalam tinja segar, diagnosa spesiesà biakan tinja Harada-Mori. Adapunpengobatannya :- Pirantel Pamoat dosis tunggal 10 mg/kg BB- Mebendazol 100mg, 2x sehari selama 3 hr

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->