Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
123Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HUKUM ISLAM

HUKUM ISLAM

Ratings:

4.22

(72)
|Views: 132,924|Likes:
Published by John Q

More info:

Published by: John Q on Dec 22, 2007
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/07/2013

pdf

text

original

 
December 19, 2007
HUKUM ISLAM DANPENGARUHNYA TERHADAPHUKUM NASIONAL INDONESIA
Oleh
Yusril Ihza Mahendra
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepadapimpinan Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, yang telah memberikan kesempatan kepada sayauntuk ikut berpartisipasi dalam seminar tentang Hukum Islam diAsia Tenggara yang diselenggarakan mulai hari ini. Saya tidakdapat mengatakan bahwa saya adalah ahli di bidang HukumIslam, mengingat fokus kajian akademis saya adalah hukumtatanegara. Namun mengingat topik seminar ini adalahtransformasi syariat Islam ke dalam hukum nasional, maka titiksinggungnya dengan hukum tata negara, sejarah hukum, sosiologihukum dan filsafat hukum kiranya jelas keterkaitannya. Bidang-bidang terakhir ini juga menjadi minat kajian akademis sayaselama ini. Sebab itulah, saya memberanikan diri untuk ikutberpartisipasi dalam seminar ini, dengan harapan, sayapun akandapat belajar dari para pemakalah yang lain dan para pesertaseminar ini. Saya bukan pura-pura tawaddhu’, karena saya yakinsayapun dapat berguru menimba ilmu dengan mereka.Akar Historis dan Sosiologis Hukum IslamSepanjang telaah tentang sejarah hukum di Indonesia, makanampak jelas kepada saya, bahwa sejak berabad-abad yang lalu,hukum Islam itu telah menjadi hukum yang hidup di tengah-tengah masyarakat Islam di negeri ini. Betapa hidupnya hukumIslam itu, dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yangdisampaikan masyarakat melalui majalah dan koran, untukdijawab oleh seorang ulama atau mereka yang mengerti tentanghukum Islam. Ada ulama yang menerbitkan buku soal jawab,yang isinya adalah pertanyaan dan jawaban mengenai hukumIslam yang membahas berbagai masalah. Organisasi-organisasi
 
Islam juga menerbitkan buku-buku himpunan fatwa, yang berisibahasan mengenai soal-soal hukum Islam. Kaum Nahdhiyinmempunyai Al-Ahkamul Fuqoha, dan kaum Muhammadiyinmempunyai Himpunan Putusan Tarjih. Buku Ustadz Hassan dariPersis, Soal Jawab, dibaca orang sampai ke negara-negaratetangga.Ajaran Islam, sebagaimana dalam beberapa ajaran agamalainnya, mengandung aspek-aspek hukum, yang kesemuanyadapat dikembalikan kepada sumber ajaran Islam itu sendiri, yakniAl-Qur’an dan al-Hadith. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi, anggota keluarga dan anggotamasyarakat, di mana saja di dunia ini, umat Islam menyadari adaaspek-aspek hukum yang mengatur kehidupannya, yang perlumereka taati dan mereka jalankan. Tentu saja seberapa besarkesadaran itu, akan sangat tergantung kepada kompisi besar-kecilnya komunitas umat Islam, seberapa jauh ajaran Islamdiyakini dan diterima oleh individu dan masyarakat, dan sejauhmana pula pengaruh dari pranata sosial dan politik dalammemperhatikan pelaksanaan ajaran-ajaran Islam dan hukum-hukumnya dalam kehidupan masyarakat itu.Jika kita melihat kepada perjalanan sejarah kerajaan-kerajaanIslam di Nusantara di masa lampau, upaya untuk melaksanakanajaran-ajaran Islam, termasuk hukum-hukumnya, nampakmendapat dukungan yang besar, bukan saja dari para ulama,tetapi juga dukungan penguasa politik, yakni raja-raja dan parasultan. Kita masih dapat menyaksikan jejak peninggalankehidupan sosial keagamaan Islam dan pranata hukum Islam dimasa lalu di Kesultanan Aceh, Deli, Palembang, Goa dan Tallo diSulawesi Selatan, Kesultanan Buton, Bima, Banjar serta Ternatedan Tidore. Juga di Yogyakarta, Surakarta dan Kesultanan Bantendan Cirebon di Jawa. Semua kerajaan dan kesultanan ini telahmemberikan tempat yang begitu penting bagi hukum Islam.Berbagai kitab hukum ditulis oleh para ulama. Kerajaan ataukesultanan juga telah menjadikan hukum Islam— setidak-tidaknyadi bidang hukum keluarga dan hukum perdata — sebagai hukumpositif yang berlaku di negerinya. Kerajaan juga membangunmasjid besar di ibukota negara, sebagai simbol betapa pentingnyakehidupan keagamaan Islam di negara mereka.Pelaksanaan hukum Islam juga dilakukan oleh para penghulu danpara kadi, yang diangkat sendiri oleh masyarakat Islam setempat,kalau ditempat itu tidak dapat kekuasaan politik formal yang
 
mendukung pelaksanaan ajaran dan hukum Islam. Di daerahsekitar Batavia pada abad ke 17 misalnya, para penghulu dankadi diakui dan diangkat oleh masyarakat, karena daerah iniberada dalam pengaruh kekuasaan Belanda. Masyarakat yangmenetap di sekitar Batavia adalah para pendatang dari berbagaipenjuru Nusantara dengan aneka ragam bahasa, budaya danhukum adatnya masing-masing. Di sekitar Batavia ada pulakomunitas “orang-orang Moors” yakni orang-orang Arab dan IndiaMuslim, di samping komunitas Cina Muslim yang tinggal dikawasan Kebon Jeruk sekarang ini.Berbagai suku yang datang ke Batavia itu menjadi cikal bakalorang Betawi di masa kemudian.Pada umumnya merekaberagama Islam. Agar dapat bergaul antara sesama mereka,mereka memilih menggunakan bahasa Melayu. Sebab itu, bahasaBetawi lebih bercorak Melayu daripada bercorak bahasa Jawa danSunda. Mereka membangun mesjid dan mengangkat orang-orangyang mendalam pengetahuannya tentang ajaran Islam, untukmenangani berbagai peristiwa hukum dan menyelesaikan sengketadi antara mereka. Hukum Adat yang mereka ikuti di kampunghalamannya masing-masing, agak sukar diterapkan di Bataviakarena penduduknya yang beraneka ragam. Mereka memilihhukum Islam yang dapat menyatukan mereka dalam suatukomunitas yang baru.Pada awal abad ke 18, Belanda mencatat ada 7 masjid di luartembok kota Batavia yang berpusat di sekitar pelabuhan SundaKelapa dan Musium Fatahillah sekarang ini. Menyadari bahwahukum Islam berlaku di Batavia itu, maka Belanda kemudianmelakukan telaah tentang hukum Islam, dan akhirnyamengkompilasikannya ke dalam Compendium Freijer yangterkenal itu. Saya masih menyimpan buku antik CompendiumFreijer itu yang ditulis dalam bahasa Belanda dan bahasa Melayutulisan Arab, diterbitkan di Batavia tahun 1740. Kompilasi initenyata, bukan hanya menghimpun kaidah-kaidah hukumkeluarga dan hukum perdata lainnya, yang diambil dari kitab-kitabfikih bermazhab Syafii, tetapi juga menampung berbagai aspekyang berasal dari hukum adat, yang ternyata dalam praktekmasyarakat di masa itu telah diadopsi sebagai bagian dari hukumIslam. Penguasa VOC di masa itu menjadikan kompendium itusebagai pegangan para hakim dalam menyelesaikan perkara-perkara di kalangan orang pribumi, dan diberlakukan di tanahJawa.

Activity (123)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
1 hundred thousand reads
Azmi Maulana liked this
Ittihad Alie liked this
Erika Anindita liked this
Mojangg Ayeuuna liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->