Pae | 1 Pembahas : Fadhol Mubarak Kamis, 10 Mei 2012
PEMBAHASAN SOAL UJIANPROGRAM PENDIDIKAN BREVET KONSULTAN PAJAK(PLUS) KELAS A & B TAX CENTER FISIP-UI(Kelas INTENSIF Malam angkatan II)MataKuliah : PPSP dan KUP
Hari/Tanggal :Sabtu/O1 September 2007
Waktu : 10.30-12.30 (120 menit)
Dosen : Tim Dosen
Perhatian:
1.
Pembahasan soal ini disusun dengan tujuan sebagai bahan pembelajaran,2.
Pembahas tidak memiliki afiliasi dengan Tax Center FISIP-UI, pembahas hanya orang biasayang kebetulan belajar disana,3.
Pembahasan didasarkan pada pengetahuan pembahas terhadap ketentuan perpajakan yangberlaku pada saat pembahasan ini dibuat,4.
Kesalahpahaman penulis dapat saja terjadi dalam memahami ketentuan perpajakan sehinggakritik dan saran pembaca tetap diperlukan.
I. Pilih dan jawab 5
(lima) pertanyaan.
1.
a. Jelaskan tentang kewajiban mengisi SPT.
b. Jelaskan tentang persyaratan untuk memperpanjang jangka waktu penyampaian SPT.Pembahasan:a.
Setiap Wajib Pajak wajib mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) dengan
benar
,
lengkap
dan
jelas
, dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf latin, angkaarab, satuan mata uang Rupiah dan
menandatangani
serta
menyampaikannya
keKantor Direktorat Jenderal Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan atautempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.Ketentuan ini dicantumkan dalam pasal 3 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun1983 tentang Ketentuan Umum Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhirdengan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009 (lebih popular dengan sebutan UUKUP). Ketentuan kewajiban pengisian SPT juga diatur dalam pasal 4 ayat 1 UUKUP.Pengisisan SPT harus dilakukan dengan benar, lengkap dan jelas berarti:i.
benar adalah benar dalam perhitungan, benar dalam penerapan ketentuanperaturan perpajakan, benar dalam penulisan dan sesuai dengan keadaan yangsebenarnya,ii.
lengkap berarti memuat semua unsur-unsur yang berkaitan dengan objek pajak dan unsur-unsur lain yang hasrus dilaporkan dalam SPT,
iii.
jelas berarti melaporkan asal-usul atau sumber dari objek pajak dan unsur-unsurlain yang harus dilaporkan.
Penandatanganan SPT dapat dilakukan secara biasa (tanda tangan basah) dapat jugadilakukan dengan menggunakan tanda tangan stempel atau tanda tangan elektronik yang kesemuanya memiliki kekuatan hukum yang sama, yang pelaksanaannya diaturdengan Peraturan Menteri Keuangan (Pasal 3 ayat 1b UU KUP).Setelah SPT diisi dan ditandatangani oleh wajib pajak maka langkah berikutnya