Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Askep Halusinasi 2

Askep Halusinasi 2

Ratings: (0)|Views: 125|Likes:
Published by Basten

More info:

Published by: Basten on May 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

 
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN GANGGUAN HALUSINASI DENGARDI BANGSAL P.8RSJ Prof. DR. SOEROYO MAGELANGDiajukan untuk menempuh tugas praktek Profesi NersDisusun Oleh:IIP ARIF BUDIMANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CIREBONPROGRAM STUDI PROFESI NERS S 1 KEPERAWATANCIREBON2008BAB IPENDAHULUAN1.11.1. Latar BelakangKesehatan jiwa merupakan salah satu dari empat masalah kesehatan utama di negara-negaramaju. Meskipun masalah kesehatan jiwa tidak dianggap sebagai gangguan yang menyebabakankematian secara langsung, namun gangguan tersebut dapat menimbulkan ketidakmampuanindividu dalam berkarya serta ketidaktepatan individu dalam berprilaku yang dapat mengganggukelompok dan masyarakat serta dapat menghambat pembangunan karena mereka tidak produktif (Hawari, 2000).Salah satu masalah kesehatan jiwa yang sering terjadi dan menimbulkan hendaya yang cukupskizofrenia. Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa yang saring ditunjukan oleh adanyagejala positif, diantaranya adalah halusinasi. Halusinasi merupakan persepsi klien terhadaplingkungan tanpa adanya stimulus yang nyata atau klien menginterpretasikan sesuatu yang nyatatanpa adanya stimulus atau rangsangan dari luar. Penanganan atau perawatan intensif perludiberikan agar klien skizofrenia dengan halusinasi tidak melakukan tindakan yang dapatmembahayakan dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan.Dengan pernyataan diatas maka kelompok kami tertarik untuk mengangkat kasus tersebutdengan askep pada klien Tn. S dengan halusinasi Auditori dan visual di Ruang P8 RSJP Prof. Dr.Soeroyo Magelang Jawa Tengah.1.2. Tujuan Penulisan1 Tujuan UmumSetelah melakukan praktek di RSJP Prof. DR. Soeroyo Magelang Jawa Tengah diharapkanmahasiswa S1 Keperawatan STIKes Cirebon mampu memahami dan melaksanakan asuhankeperawatan pada Tn.S dengan Halusinasi Auditori dan Visual di Ruang P8 RSJP Prof.Dr.Soeroyo Magelang Jawa Tengah.2 Tujuan Khususa. Mampu memahai konsep dasar halusinasib. Mampu melaksanakan pengkajian pada klien dengan halusinasi
 
c. Mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan halusinasid. Mampu menyusun tujuan dan intervensi keperawatan pada klien dengan halusinasie. Mampu melaksanakan intervensi keperawatan yang telah disusun pada klien dengan halusinasif. Mampu mengevaluasi hasil pelaksanaan tindakan keperawatan pada klien dengan halusinasi.1.3. Ruang LingkupDalam laporan ini kelompok kami hanya membatasi penyelesaian masalah keperawatan pada Tn.S dengan Perubahan Persepsi Sensori Halusinasi di Ruang P8 RSJP Prof. Dr. Soeroyo Magelangyang dilakukan selama 6 hari dari tanggal 7 Januari s/d 12 Januari 20091.4. Sistematika PenulisanMakalah ini terdiri dari 5 Bab yaitu :BAB I : PENDAHULUANYang terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, ruang lingkup dansistematika penulisan.BAB II : LAPORAN PENDAHULUANYang terdiri dari masalah utama, pengertian, tanda gejala, penyebab/etiologi, rentang respon,akibat, masalah dan data yang perlu dikaji, pohon masalah, diagnosa keperawatan.BAB III : TINJAUAN KASUSPengkajian, analisa data, pohon masalah, masalah keperawatan, diagnosa keperawatan,intervensi dan evaluasi.BAB IV : PEMBAHASANYang terdiri dari tahap pengkajian, tahap diagnosa, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dantahap evakuasi.BAB V : PENUTUPYang terdiri dari kesimpulan dan saran.DAFTAR PUSTAKABAB IILAPORAN PENDAHULUAN2.1 Masalah UtamaGangguan Persepsi Sensorik : Halusinasi2.2 PengertianHalusinasi adalah salah satu cara respon maladaktif individu yang berada dalam rentangneurobiologis (struart dan Araira, 2001). Ini merupakan respon paling maladaktiv. Jika orangsehat persepsinya akurat, mampu mengidentifikasi dan menginterpretasika stimulus berdasarkaninformasi yang diterimanya melalui panca indera. Stimulus tersebut tidak ada pada pasienhalusinasi.Menurut Maramis (1998) : halusinasi adalah gangguan persepsi dimana klien mempersepsikansesuatu sebenarnya yang tidak terjadi. Perubahan persepsi sensorik adalah suatu keadaanindividu yang mengalami perubahan dalam jumlah dan pola dari stimulus yang mendekat disertaidengan pengurangan berlebih-lebihan, distorsi atau kelainan respon perubahan yang seringditemukan pada klien gangguan orientasi realitas adalah halusinasi dan dipersonalisasi (Stuart
 
and sunden, 1998)Struart and Sunden, 1998 mengelompokan karakteristik halusinasi sebagai berikut :a. Halusinasi Pendengaran (Auditori)
Karakteristik,Mendengar suara, paling sering suara orang yang membicara sesuatu.
Perilaku Klien yang diamati
• Melirikan mata kekiri dan kekanan mencari orang
yang berbicara
• Mendengarkan penuh perhatian pada benda mati,
 
• Terlihat percakapan dengan benda mati.
 b. Halusinasi Penglihatan (Visual)
Karakteristik,Stimulus penglihat dalam bentuk pancaran cahaya atau panorama yang luas dan komplek.
Perilaku Klien yang diamati
• Tiba
-tiba, tanggap, ketakutan pada benda mati,
• Tiba
-tiba lari keruang lain tanpa stimulus.c. Halusinasi Penghidu (Olfaktori)
Karakteristik,Bau busuk, amis, kada tercium bau harum atau kemenyan.
Perilaku Klien yang diamati
• Hidung
dikerutkan, seperti menghidu bau tidak sedap,
• Menghidu bau busuk atau harum atau kemenyan,
 
• Kinestetik menghidu bau udara, api atau darah.
 d. Halusinasi Pengacap (Gustatorik PK)
Karakteristik,Merasakan sesuatu yang bau busuk atua amis seperti bau darah, urin, atau peces.
Perilaku Klien yang diamati
• Meludahkan makanan atau minuman,
 
• Menolak makanan atau minum obat.
 e. Halusinasi Peraba (Taktil)
Karakteristik,Merasa sakit, tidak enak tanpa stimulus yang terlihat, merasakan sensasi listrik dari tanah ataubenda mati
Perilaku Klien yang diamati
• Menampar diri sendiri,
 
• Melompat
-lompat dilantai seperti sedang menghindari sesuatuf. Halusinasi Kinestetik 
Karakteristik,Merasakan fungsi tubuh seperti darah mengalir, makanan dicerna.
Perilaku Klien yang diamati
• Memperbalisasi atau obsesi terhadap proses tubuh,
 
• Melok untuk menyelesaikan tugas yang memerlukan tubuh klie yang diyakini tidak berfungsi.
 2.3 Tanda dan GejalaKlien dengan halusinasi sering menunjukan adanya (carpenito, L.J, 1998: 363, Townsend, M.C,

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Neng Ajijah liked this
Yuvika Bahri liked this
Agus Ismail liked this
Harly Kabut liked this
Afri Avicenna liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->