Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Refrat Reumatoid Arthritis

Refrat Reumatoid Arthritis

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 538 |Likes:
Published by Nita Damayanti

More info:

Published by: Nita Damayanti on May 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

pdf

text

original

 
OSTEOARTRITIS1.
 
DEFINISI
Osteoartritis (OA) ialah suatu penyakit kerusakan tulang rawan sendi yangberkembang lambat yang tidak diketahui penyebabnya, meskipun terdapatbeberapa faktor resiko yang berperan. Keadaan ini berkaitan dengan usia lanjut,terutama pada sendi-sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban dansecara klinis ditandai oleh nyeri, deformitas, pembesaran sendi, dan hambatangerak.
1,2
Sering kali berhubungan dengan trauma atau mikrotrauma yang berulang-ulang, obesitas, stress oleh beban tubuh,
chronic inflammatory arthritis
,malformasi kongenital,
 
dan penyakit-penyakit sendi lainnya.
3,4
2.
 
EPIDEMIOLOGI
Osteoartritis (OA) merupakan penyakit rematik sendi yang paling banyak dijumpai terutama pada orang-orang di atas 40 tahun di seluruh penjuru dunia.Banyak orang tua tidak dapat berjalan sendiri dari tempat tidur ke kamar mandikarena OA.
4
 Di Amerika, OA menyerang 40 juta warga Amerika dan 30-60% berusia 65tahun.
5
Pada suatu survei radiografi pada wanita di bawah 40 tahun hanya 2%mempunyai OA; akan tetapi pada usia 45-60 tahun angka kejadiannya 30%sementara pada orang-orang di atas 61 tahun angka kejadiannya lebih dari 65%.Pada laki-laki nilai ini sedikit lebih rendah (grafik 
 – 
1). OA jarang sekali dijumpaipada anak-anak.
5,6
 Sekitar 90% warga Amerika akan memperlihatkan beberapa gejala OA padasendi-sendi yang menahan beban tubuh di usia sekitar 40 tahun. Pria cenderungakan memperlihatkan gejala OA lebih dini daripada wanita.
7
 Di bawah usia 55 tahun, distribusi sendi OA pada laki-laki dan perempuansama. Pada yang berusia lebih tua, OA panggul lebih sering pada laki-laki,sedangkan OA sendi antarfalang dan pangkal jempol lebih sering padaperempuan. Demikian juga bukti radiografik OA lutut, terutama OA lututsimptomatik, tampaknya lebih sering pada perempuan daripada laki-laki.
2
 
 
Prevalensi OA lumbal adalah sekitar 3-6% pada populasi Kaukasia dantidak berubah dalam 4 dekade terakhir ini. Sebaliknya, penelitian pada populasiAsia, kulit hitam, dan Indian timur memiliki prevalensi yang sangat rendahterkena OA lumbal.
8
 Baru-baru ini berhasil diketahui adanya mutasi titik (
 point mutation
) dicDNA yang mengkode kolagen tipe II pada beberapa generasi sebuah keluargadengan kondroplasia dan OA sekunder poliartikularis.
2
Grafik
 – 
1 Prevalensi OA pada usia 45 - > 75 tahun
8
 
3.
 
ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
Etiologi penyakit ini tidak diketahui dengan pasti.
 
Untuk penyakit denganpenyebab yang tidak jelas, istilah faktor risiko (faktor yang meningkatkan risikopenyakit) adalah lebih tepat. Harus diingat bahwa masing-masing sendimempunyai biomekanik, cedera, dan persentase gangguan yang berbeda, sehinggaperan faktor-faktor risiko tersebut untuk masing-masing OA tertentu berbeda.Faktor-faktor risiko OA individu dapat dipandang sebagai :1.
 
Faktor yang mempengaruhi predisposisi generalisata2.
 
Faktor-faktor yang menyebabkan beban biomekanis tidak normal pada sendi-sendi tertentu.Kegemukan, faktor genetik dan jenis kelamin adalah faktor risiko umum yangpenting.
9
 
Beberapa faktor risiko akan dibahas lebih di bawah ini, antara lain :
Umur
 
2,4,5,10
 Dari semua faktor risiko untuk timbulnya OA, faktor penuaan adalah yangterkuat. Prevalensi dan beratnya OA semakin meningkat dengan bertambahnyaumur. OA hampir tidak pernah ada pada anak-anak, jarang pada umur di bawah 40tahun dan sering pada umur di atas 60 tahun. Akan tetapi harus diingat bahwa OAbukan akibat penuaan saja. Perubahan tulang rawan sendi pada penuaan berbedadengan perubahan pada OA.
 Jenis kelamin
 
2,4,5,11
 Wanita lebih sering terkena OA lutut dan OA banyak sendi, dan lelaki lebihsering terkena OA paha, pergelangan tangan, dan leher. Secara keseluruhan, dibawah 45 tahun frekuensi OA kurang lebih sama pada laki dan wanita, tetapi di atas50 tahun (setelah menopause) frekuensi OA lebih banyak pada wanita daripadalaki. Hal ini menunjukkan adanya peran hormonal pada patogenesis OA.Selain itu, predominasi wanita pada OA dipengaruhi oleh kebiasaan wanita dalammenggunakan sepatu ber-hak tinggi. Berdasarkan penelitian, pemakaian sepatu ber-hak tinggi menunjukkan peningkatan tekanan terhadap sendi pallatofemoral dankompartemen medial lutut. Hal ini merupakan predisposisi perubahan degeneratif pada sendi, dalam hal ini OA.
 
Suku bangsa
 
2,4,5,12
Prevalensi dan pola terkenanya sendi pada OA nampaknya terdapat perbedaandi antara masing-masing suku bangsa. Misalnya, OA paha lebih jarang di antaraorang-orang kulit hitam dan Asia daripada Kaukasia. OA lebih sering dijumpaipada orang-orang Amerika asli (Indian) daripada orang-orang kulit putih. Hal inimungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidup maupun perbedaan pada frekuensikelainan kongenital dan pertumbuhan.
Genetik
 
2,4,5,12
Faktor herediter juga berperan pada timbulnya OA misalnya, pada ibu dariseorang wanita dengan OA pada sendi-sendi interfalang distal (nodus Heberden)terdapat dua kali lebih sering OA pada sendi-sendi tersebut, dan anak-anaknyaperempuan cenderung mempunyai 3 kali lebih sering, daripada ibu dan anak 

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
imperialscribd liked this
Arja' Waas liked this
yudhikaiway liked this
mustikadr liked this
Indraoebez King liked this
Juan Alexander liked this
aLineLan liked this
Ndutt Cuka Duren liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->