Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penggunaan Koloid dan Kristaloid dalam Penanganan Sindrom Syok Dengue pada Anak-Anak: Sebuah Ulasan Sistematik dan Meta-Analisis

Penggunaan Koloid dan Kristaloid dalam Penanganan Sindrom Syok Dengue pada Anak-Anak: Sebuah Ulasan Sistematik dan Meta-Analisis

Ratings: (0)|Views: 965 |Likes:
Published by Nita Damayanti
tugas koas anak
tugas koas anak

More info:

Published by: Nita Damayanti on May 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

 
JOURNAL READINGPenggunaan Koloid dan Kristaloid dalam Penanganan Sindrom Syok Dengue pada Anak-Anak: Sebuah Ulasan Sistematik dan Meta-AnalisisOleh: Nita Damayanti S., S. KedG0007015Nurul Desiyana, S. KedG0007121Pembimbing :Sri Martuti, dr., Sp. A, M. KesKEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR MOEWARDISURAKARTA2011
 
Penggunaan Koloid dan Kristaloid dalam Penanganan Sindrom Syok Dengue pada Anak-Anak: Sebuah Ulasan Sistematik dan Meta-Analisis
Sharon Lyn R. Jalac,
1
M.D., Michelle de Vera,
1
M.D., and Marissa M. Alejandria,
2
M.D.
Abstrak Latar belakang:
Dasar utama bagi terapi
 Dengue Shock Syndrome
adalah resusitasi volume plasma sirkulasi secara cepat dan agresif. Terdapat dua jenis utama cairan intravena yang sekarangdigunakan dalam pengobatan DSS yaitu kristaloid dan koloid. Diskusi masih terus dilakukan untuk memutuskan cairan mana yang paling tepat untuk diberikan pada pasien kritis.
Obyektif:
Ulasan sistematik ini bertujuan untuk membandingkan efek terapetik antara koloid dankristaloid dalam menurunkan rekurensi dari syok, kebutuhan cairan, kebutuhan diuretik, volumetotal cairan intravena yang diberikan, angka hematokrit, denyut jantung dan angka kematian anak-anak dengan DSS.
Strategi Pencarian:
Kami meninjau jurnal Medline mulai tahun 1966 hingga Agustus 2008, theCochrane Controlled Trials Register (The Cochrane Library Issue 1, 2008), dan Philippines Herdindatabase 1964 to 2008. Jurnal lokal diteliti dan daftar referensinya diperiksa. Peneliti dan ahli di bidang ini dihubungi dalam peninjauan penelitian yang belum dipublikasi atau masih berjalan.
Kriteria Seleksi:
Penelitian yang diikutkan adalah penelitian dengan metode
randomized controlled trials
yang membandingkan penggunaan koloid dengan kristaloid pada anak-ana berusia di bawah 18 tahun dengan diagnosis DSS.
Pengumpulan Data dan Analisis:
Dua peninjau secara independen melakukan seleksi penelitiandan penilaian kualitas metodologi dengan menggunakan kriteria Cochrane Infectious DiseasesGroup. Dua peninjau yang lain secara terpisah mengekstraksi data dan menganalisisnya denganmenggunakan Review Manager Version 5.
Hasil:
Dari delapan penelitian yang ditinjau, empat memenuhi kriteria seleksi (N=694, koloid =410, kristaloid = 284). Koloid dan kristaloid tidak memberikan hasil yang berbeda secarasignifikan dalam menurunkan risiko rekurensi syok (RR 0.92, 95% CI 0.62 sampai 1.38),kebutuhan cairan (RR 0.90, 95% CI 0.70 hingga 1.16), volume total cairan intravena yangdiberikan (WMD 0.80, 95% CI -1.68 hingga 3.28) dan kebutuhan diuretik (RR=1.17, 95% CI 0.84hingga 1.64). Tetapi, terdapat perbedaan signifikan dalam penurunan angka hematokrit (WMD-3.37, 95% CI -5.94 hingga -0.80) dan denyut jantung (WMD -3.37, 95% CI -5.94 hingga -0.8) pada pasien yang diberikan koloid. Tes untuk heterogenitas tidak signifikan. Reaksi tipe alergidijumpai pada pasien yang diberikan koloid. Satu anak meninggal pada kelompok koloid.
Kesimpulan:
Koloid menurunkan angka hematokrit dan denyut jantung pada anak-anak denganDSS setelah dua jam pertama resusitasi cairan. Tetapi, tidak ada manfaat signifikan yang melebihi pemberian kristaloid dalam menurunkan rekurensi syok, kebutuhan cairan, jumlah total cairan,kebutuhan diuretik, dan dalam menurunkan angka kematian.KATA KUNCI
:
Meta-analisis, Kristaloid, Koloid, Pediatri, Dengue shock syndrome (DSS)
2
 
Resusitasi cairan merupakan salah satu dasar penyelamatan dalam menangani syok pada pasien yang sedang kritis. Dokter memiliki beberapa pilihan cairan intravena yang akan digunakan,akan tetapi masih terdapat perdebatan mengenai cairan mana yang lebih bermanfaat.Kondisi yang membutuhkan pemilihan cairan yang tepat adalah
dengue shock syndrome
(DSS). DSS merupakan salah satu manifestasi paling serius dari demam berdarah dengue (DBD).Penyakit ini tersebar paling banyak di Asia, di mana di beberapa negara dengue menyebabkan banyak anak perlu dirawat. Diperkirakan sekitar 500.000 pasien dengan dengue dirawat inap setiaptahun, sebagian besar adalah anak-anak. Sekitar 2.5% pasien meninggal, meskipun angka yangsebenarnya bisa dua kali lebih tinggi. Masalah patofisiologi penting pada DSS adalah peningkatantiba-tiba dari permeabilitas vaskular yang mengakibatkan kehilangan plasma dari kompartemenvaskular.
2
Jadi, kunci dari penanganannya adalah pemulihan cepat dari volume darah yang bersirkulasi.Dua jenis cairan intravena yang kini digunakan dalam menangani DSS adalah kristaloiddan koloid. Kristaloid adalah cairan dengan dasar air steril yang digabungkan dengan elektrolityang diformulasikan untuk menjadi cairan hipertonis, hipotonis atau isotonis jika dibandingkandengan plasma. Formula yang paling umum termasuk salin isotonis 0,9% yang dirancang untuk mirip dengan plasma, dan cairan ringer laktat, yang hampir serupa dengan salin isotonis, tetapidengan tambahan laktat.
3
Cairan koloid juga merupakan air yang mengandung elektrolit, tetapi dengan tambahan zatyang sukar berdifusi melewati membran semipermeabel karena berat molekulnya yang tinggi.Preparat albumin mengandung albumin serum manusia, penyumbang terbesar tekanan osmotik koloid dalam darah manusia. Larutan hetastarch, yang terdiri atas 6% hetastarch dan 10% pentastarch, merupakan derivat polisakarida yang dicampur dalam larutan dengan berbagai beratmolekul. Larutan dekstran menggunakan derivat protein dekstran sintetis. Larutan gelatinmengandung komponen gelatin yang dirancang untuk kegunaan biologis.
3
Panduan terbaru mengenai penanganan DSS termasuk pemberian cairan kristaloidintravena dengan kecepatan 10-20 ml/kg dalam satu jam pada pasien dengan keadaan tanda vitalyang tidak stabil atau ada manifestasi syok. Penggantian dengan cairan koloid dapat dilakukan jikadapat dibuktikan terjadi hemokonsentrasi meskipun telah diberikan sekitar 1 liter cairan intravenaawal. Saat telah terlihat perbaikan, koloid harus kembali diganti dengan kristaloid.
2
3

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
alexpigai liked this
Don Morrison liked this
Suardana Wayan liked this
putriw_7 liked this
Junaedy Hf liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->