Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Pendahuluan Asuhan Keperawatan

Laporan Pendahuluan Asuhan Keperawatan

Ratings: (0)|Views: 760 |Likes:
Published by Mank Trix

More info:

Published by: Mank Trix on May 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATANPADA PASIEN DENGAN FRAKTUR CRANIUM
OLEH :NI MADE SINTHA PRATIWI(0902105027)PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA2012
 
A.KONSEP DASAR PENYAKITI.Definisi
Fraktur cranium yaitu rusaknya kontinuitas tulang tengkorak yang disebabkan olehtrauma. Ini dapat terjadi dengan atau tanpa adanya kerusakan otak. Adanya fraktur tulang tengkorak (cranium) biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yangkuat. (Brunner & Suddarth, 2001)Fraktur cranium yaitu patahnya tulang tengkorak dan biasanya terjadi akibat benturan langsung. Suatu fraktur menunjukkan adanya sejumlah besar gaya yangterjadi pada kepala dan kemungkinan besar menyebabkan kerusakan pada bagiandalam dari isi cranium. Fraktur tulang tengkorak dapat terjadi tanpa disertaikerusakan neurologis (Sjamsuhidayat & Jong, 1997).
II.Patofisiologi
Fraktur tengkorak adalah rusaknya kontinuitas tulang tengkorak disebabkan olehtrauma. Meskipun tengkorak sangat sulit retak dan memberikan perlindungan yangsangat baik untuk otak, trauma yang parah atau pukulan dapat mengakibatkanfraktur tengkorak. Ini dapat terjadi dengan atau tanpa kerusakan otak. Adanyafraktur tengkorak biasanya dapat menimbulkan dampak tekanan yang kuat. Fraktur tengkorak diklasifikasikan terbuka/tertutup. Bila fraktur terbuka maka dura rusak dan fraktur tertutup dura tidak rusak. Fraktur kubah kranial menyebabkan bengkak  pada sekitar fraktur dan karena alasan kurang akurat tidak dapat ditetapkan tanpa pemeriksaan dengan sinar X, fraktur dasar tengkorak cenderung melintasi sinus paranasal pada tulang frontal atau lokasi tengah telinga di tulang temporal, jugasering menimbulkan hemorragi dari hidung, faring atau telinga dan darah terlihat di bawah konjungtiva. Fraktur dasar tengkorak dicurigai ketika CSS keluar daritelinga dan hidung. Patah tulang tengkorak bisa melukai arteri dan vena, yangkemudian berdarah ke dalam ruang di sekitar jaringan otak. Patah tulang, terutama pada bagian belakang dan bawah (dasar) dari tengkorak, bisa merobek meninges,lapisan jaringan yang menutupi otak. Bakteri dapat masuk ke tengkorak melalui
 
 patah tulang tersebut, menyebabkan infeksi dan kerusakan otak parah. Kadang-kadang, potongan tulang tengkoraknya retak tekan ke dalam dan merusak otak.Jenis patah tulang fraktur disebut depresi. Patah tulang tengkorak depresi mungkinmengekspos otak ke lingkungan dan bahan asing, menyebabkan infeksi atau pembentukan abses (pengumpulan nanah) di dalam otak.
III.Klasifikasi
Fraktur tulang tengkorak dapat di klasifikasikan antara lain :a.Fraktur sederhana (simple) merupakan suatu fraktur linear pada tulang tengkora
b.
Fraktur depresi (depressed) terjadi apabila fragmen tulang tertekan ke bagian lebihdalam dari tulang tengkorak c.Fraktur campuran (compound) bila terdapat hubungan langsung dengan lingkunganluar. Dapat disebabkan oleh laserasi pada fraktur atau suatu fraktur basis cranii yang biasanya melalui sinus-sinus.Fraktur cranium regio temporal terjadi pada 75 % dari seluruh kasus fraktur basis cranii.Adapun tiga subtipe dari fraktur cranium regio temporal (Rasjad C, 2003), antara lain :a)Tipe longitudinal, terjadi pada regio temporoparietal dan melibatkan pars skuamosa ostemporal, atap dari canalis auditorius eksterna, dan segmen timpani. Fraktur-fraktur inidapat berjalan ke anterior dan ke posterior hingga cochlea dan labyrinthine capsule, berakhir di fossa media dekat foramen spinosum atau pada tulang mastoid secara berurut. b)Tipe tranversal, mulai dari foramen magnum dan meluas ke cochlea dan labyrinth, berakhir di fossa media.c)Tipe campuran, merupakan gabungan dari tipe fraktur longitudinal dan tipe tranversal.
IV.Manifestasi Klinis
Luka di kulit kepala (abrasi, kontusi, laserasi, atau avulsi), yang bisa menyebabkan pendarahan profusi karena kulit kepala mengandung banyak pembuluh darah,sehingga meyebabkan syok hipovolemik jika darah yang hilang cukup banyak.

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
w_monic liked this
Reni Anggraeni liked this
Jumaedi Awallu liked this
Mia Bian liked this
RaMa Candra liked this
Afri Avicenna liked this
Eys Penyami liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->