“Alhamdulilah..ya sudah, sekarang makan dulu ya..”Emaknya menyiapkan sebakul nasi lengkap dengan ikan teri dan sambelan dicobek retak yang dihidangkan di meja makan.“Wah, Emak dapat uang banyak ya? Makannya ikan!” Sri mencoba menebak.Emaknya tersenyum“Ikan apa? Ini kan teri!”“Tapi tetap ikan, Mak…bergizi, kalsiumnya tertinggi kedua setelah susu skimloh!” kilahnya, Emaknya tertawa kecil tapi juga menyimpan kesedihan mendalam untuk putri sulungnya itu.Meski tidak menampakkan kegundahannya, Emak Sri tahu bahwa ada yangdisembunyikan buah hatinya itu. Tapi, ia tidak berani menanyakannya, karena pastihanya akan membuat sakit hati. Apalagi kalau tidak berhubungan dengan uang.“Tadi nyuci dimana saja, Mak?”“Bu Kaji Romlah, sama Pak Arfat,” jawab Mak sembari menyuapi,Asih yang jugaada dipangkuannya.Emak Sri bekerja sebagai buruh cuci, tapi kali ini merangkap jadi pembatu rumahtangga di rumah Bu kaji Romlah karena kebutuhan yang harus dipenuhi juga melonjak.“Loh, Sita mana?” Sri menanyakan adiknya yang masih duduk di bagku SD. Iatidak melihat Sita sama sekali semenjak kepulangannya tadi.“Sita? Masih dirumah Bu Giono, ada les gratis disana,” kali ini, Emaknyamembereskan meja makan lapuk itu dan membawa piring-piring kotor ke dapur.“Saya cuciin, Mak..”“Ndak usah, kamu belajar saja..”Sri menurutinya dan segera beranjak ke kamarnya, sebuah kamar kecil denganlampu tempel yang tergantung agak jauh dari kasurnya, menghindari kebakaran.Mungkin penerangannya tidak memadai, karena Emaknya tidak bisa membayar rekeninglistrik sejak beberapa tahun yang lalu, maka ia harus menggunakan lampu tempel sebagaipenerangan.“Uhuk..Uhuk….” Emaknya batuk-batuk, Sri yang mendengarnya terkejut.“Mak sakit?” Tanya Sri khawatir.“Sakit? Tidak, batuk biasa..” Emaknya mengelak.“Sri saja yang nyuci ya, Mak?”“Sudah selesai kok, nduk…”Mengetahui tidak ada yang perlu dikerjakan lagi, Sri pun kembali ke kamar.***Tok..Tok..Terdengar pintu diketuk.Sita dan Sri sudah berangkat ke sekolah, maka Emaklah yang membukakan pintu.“Permisi..”“Iya? Nyari siapa, mas?”“Ibu Temi ya? Ini saya menyampaikan SP dari
Dens Real Estate
yang akanmengosongkan bangunan diatas tanah ini, karena tanah ini diklaim milik keluarga Pak Ropik,” Pria berbaju coklat itu menjelaskan secara singkat isi dari Surat Peringatantersebut.“Iya, saya Temi, anaknya Pak Ropik,” sahut Emak heran, Bapaknya memangmenikah lagi dengan wanita lain setelah ibu kandungnya meninggal. Dan ternyata, ibu
Add a Comment
Shei Latiefahleft a comment
Phieleft a comment