Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mikroba Pelarut Mikroba

Mikroba Pelarut Mikroba

Ratings: (0)|Views: 95 |Likes:
Published by fakultaspertanian
Karya Ilmiah Dra Ina Darliana, M.Si Dosen Fakultas Pertanian Universitas Bandung Raya
Karya Ilmiah Dra Ina Darliana, M.Si Dosen Fakultas Pertanian Universitas Bandung Raya

More info:

Published by: fakultaspertanian on May 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2013

pdf

text

original

 
MIKROBA PELARUT FOSFAT
Oleh : Dra. Ina Darliana,Msi.
 Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bandung Raya
I. PENDAHULUAN
Indonesia adalah negara agraris yang masih mengandalkan pasokan pupuk untuk meningkatkan produksi tanaman. Kebutuhan pupuk setiap tahun terusmeningkat, padahal pupuk yang diberikan hanya sebagian saja yang dapat diserapoleh tanaman. Seperti halnya pupuk P yang diberikan dalam bentuk TSP, sebagianbesar tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman (Mieke.R ,2005).Tanaman tidak di Indonesia sebagian besar tidak dapat memanfaatkanpupuk secara maksimal, hal ini disebabkan tingginya curah hujan yangmenyebabkan banyak unsur hara dalam bentuk kation-kation basa yang ikuttercuci. Kondisi ini menyebabkan tanah menjadi banyak mengandung ion H
+
dantanah menjadi masam (Nasih. W, 2006).Pada kondisi tanah yang masam, banyak anion Al
3+
dan Fe
3+
didalamtanah yang dapat mengikat ion H
2
PO
4
yang berasal dari pupuk P, akibatnyasebagian kecil saja pupuk P yang dapat diserap tanaman (Ahmad, N and K.K. Jha,1982).Pada kondisi tanah dengan curah hujan rendah seperti di Nusatenggara, biasanyatanah banyak mengandung kapur (tanah alkalin), kation Ca 2+ yang banyak padatanah tersebut akan mengikat unsur P akibatnya ketersediaan P dalam tanahrendah (Mieke. R, 2005). Unsur P bagi tanaman sangat penting diantaranya untuk pembelahan sel, perkembangan akar, pembentukan bunga dan buah, juga biji.Beberapa peneliti bidang bioteknologi tanah saat ini sudah banyak yangmemanfaatkan mikroba pelarut fosfat sebagai pupuk biologis atau biofertilizer(mikroba yang dapat menyediakan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman).Kelompok mikroba pelarut fosfat tersebut bisa dari golongan bakteri seperti
Pseudomonas, Bacillus, Escherichia
,
 Brevibacterium
dan
Serratia
, sedangkandari golongan jamur seperti
 Aspergillus, Penicillium, Culvuvaria, Humicola,
dan
 
 
Phoma
. Populasi mikroba tersebut tersedia dalam tanah berkisar antara ratusansampai puluhan ribu sel per gram tanah (Arshad, M and W.T Frankerberger,1993).Mikroba Pelarut fosfat bersifat menguntungkan karena mengeluarkanberbagai macam asam organik seperti asam formiat, asetat, propionat, laktat,glikolat, fumarat dan suksinat (Hilda, R and Reynaldo, F, 2000). Asam-asamorganik ini dapat membentuk khelat (kompleks yang stabil) dengan kation Al, Featau Ca yang mengikat P, sehingga ion H
2
PO
4
menjadi bebas dari ikatannya dantersedia bagi tanaman untuk diserap (Johansson. JF
et al
, 2004).Fosfo bakterin adalah contoh inokulan yang dijual secara bebas dibeberapa negara Eropa. Fosfo bakterin mengandung bakteri pelarut fosfat
 Bacillusmegatherium
. Beberapa species jamur yang lain seperti genus
 Aspergillus
 mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dalam melarutkan fosfat terikatdibandingkan dengan bakteri. Hal ini memberi peluang yang baik untuk dikembangkan di daerah tropis karena jamur menyukai lingkungan pertumbuhanyang bersifat masam.Kemampuan mikroba pelarut fosfat dalam melarutkan fosfat yang terikatdapat diketahui dengan mengembangkan biakan murninya pada agar
Pikovskaya
 yang berwarna putih keruh, karena mengandung P yang tidak larut sepertiKalsium Fosfat Ca
3
(PO
4
)
2
(Mieke R, 2005). Pada akhir masa inkubasi (48-72 jam)pertumbuhan mikroba pelarut fosfat dicirikan dengan adanya zona beningdisekitar koloni mikroba yang tumbuh, sedangkan mikroba yang lainnya tidak terbentuk. Mikroba pelarut fosfat yang unggul dapat diseleksi dengan uji tersebut,yaitu yang menghasilkan diameter zona bening yang paling besar dibandfingkankoloni mikroba yang lainnya (Ahmad, N and K.K.Jha,1982).
 
 Jamur Aspergillus sp Jamur PenicilliumPercobaan skala rumah kaca dan lapangan dengan mengunakan berbagaiinokulan mikroba pelarut fosfat untuk tanaman sayuran, padi dan palawija dapatmeningkatkan hasil antara 20-70%. Pemberian inokulan mikroba pelarut fosfatpada tanaman biasanya harus dengan kepadatan tinggi, yaitu 10
-8
CFU/grammedia pembawanya. Dengan kepadatan spora yang tinggi diharapkan mikrobapelarut fosfat dapat bersaing dengan mikroba lain yang ada didalam tanah,sehingga terjadi dominansi disekitar perakaran tanaman (daerah
rhizosfere
akar).Pemberian inokulan biasanya dilakukan pada saat bersamaan denganpemupukan P. Pada kondisi tanah dengan kandungan P yang tinggi akibatakumulasi atau residu pemberian pupuk P yang menumpuk, maka mikroba pelarutfosfat dapat digunakan sebagai penambang P dari tanah tersebut.Tabel dibawah memperlihatkan estimasi yang dihasilkan biofertilizer daribeberapa jenis mikroba.Tipe Biofertilizer Demand (Tonnes)
 Rhizobium Azotobacter  Azospirillum Blue Green AlgaePhospate solublisin
 34,999145,95374,342251,738255,340Total 762,372Sumber : National Bank For Agriculture and Rural Development, 2007Dengan pemberian mikroba pelarut fosfat diharapkan mikroba tersebutdapat meningkatkan pelarutan P dari pupuk P yang diberikan, maupun senyawa Pyang berasal dari sisa pemupukan sebelumnya di dalam tanah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->