Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KALAMSIASI MARET 12

KALAMSIASI MARET 12

Ratings: (0)|Views: 143 |Likes:
Published by Totok Wahyu Abadi
jurnal ilmiah
jurnal ilmiah

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Totok Wahyu Abadi on May 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2014

pdf

text

original

 
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI LINGKUNGANPADA KEPEMIMPINAN PARABELA DALAMMENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGANBERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATENBUTON
M. Najib Husain
1)
, Trisakti Haryadi
2)
, Sri Peni Wastutiningsih
3)
(
1)
Dosen Unhalu Sulawesi,
2)
Dosen PPs PKP UGM Yogyakarta,
3)
Dosen PPs PKP UGMYogyakarta)
ABSTRACT
There are three purposes of the study. First, it is intended to know the roles of  parabela leadership in maintaining Kaombo area. Second, the study describes thegovernance of environmental communication in Parabela leadership in maintainingKaombo area. At last, the study is aimed at identifying the impact of interpersonalcommunication in Parabela leadership on the change of community attitudes inKaombo area. In this case, the setting of the study is focused on the period after the regional autonomy policy. Moreover, the study employs ethnography approach. Besides, the study is done in Kabupaten Buton by engaging informants Parabelaand its personnel, the head of village, community leaders, and community. Theresults of the research using ethnographic approach show that Parabela implement both of the functions, but the first function – pragmatic – is more successful.Key words:environmental communication implementation, Parabela leadership,environmental sustainability based on local wisdom
1
PENDAHULUAN
Kehidupan manusia tidak dapatdilepaskan dari keberadaan hutan sebagaipenghasil kayu dan non-kayu. Hasil hutan begitulekat dengan kebutuhan hidup manusia dari lahirsampai mati sehingga sistem pengambilannyaharus dilakukan secara bijak. Kabupaten Butonmerupakan suatu daerah otonom yang kondisitopografinya berbukit - bukit dan relatif curam, juga memiliki kawasan hutan dan salah satuupaya yang dapat dilakukan dalam menjagakelestarian hutan adalah dengan menggunakanpendekatan budaya, yang sampai saat ini masihsangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Buton.Masyarakat Buton memandang perlu untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnyahutan karena berhubungan dengan kepentinganorang banyak dibanding kepentingan diri sendiri,sehingga ada falsafah hidup orang Buton sebagaibentuk komunikasi persuasif yang mengatakan
 Balimo arataa somanmo Karo
(mendahulu-kan kepentingan orang banyak daripadamempertahankan harta) dan
 Bolimo KaroSomanamo Lipu
(siap untuk mengorbankan diriuntuk kepentingan negara).
 
Untuk menjalankan nilai-nilai dan normatersebut di atas dalam kehidupan keseharian,maka di tingkat kadie atau desa dipimpin olehParabela, Parabela merupakan salah satu unsurdalam lapisan ketiga dalam kelompok sistemsosial pada masa Pemerintahan Kerajaan Butonyaitu papara. Papara tersebar di seluruh kadiedalam wilayah kesultanan Buton. Kadie inimerupakan organisasi sosial politik yang dapatdisamakan dengan desa saat ini (Schoorl2003:235). Setiap kadie memiliki strukturpemerintahan yang disebut sara kadie. Sarakadie ini memiliki struktur organisasi yangpemimpinnya disebut parabela. Dalammenjalankan tugasnya, seorang parabela dibantuoleh beberapa orang sebagai perangkatnya danmemiliki hak otonomi dalam urusan kadienyamasing-masing.Parabela yang memperoleh sumberkewenangan dari aturan-aturan adat yang masihkuat melekat di masyarakatnya memilikiberbagai peran salah satunya sebagai pemimpin.Peran parabela sebagai pemimpin inilah yangmerupakan peran yang sengat utama. Parabelasebagai seorang pemimpin Nampak sangatmemiliki pengaruh yang sangat besar dalamkehidupan keseharian masyarakat yang dipimpinoleh parabela atas berbagai perintah ataupunnasehat dan anjuran serta pendapatnya sangatmereka patuhi. Parabela akan selalu tampilsebagai wakil dari masyarakatnya bila iadibutuhkan oleh pejabat formal. Kepemimpinan-nya juga nampak dari kemampuannyamenggerakkan masyarakatnya. Bila ia yangmemerintahkan sangat jarang ada masyarakatyang berani menentangnya, namun demikiansebagai konsekwensi dari kepemimpinannyaseorang parabela tersebut harus menyediakanwaktu dua puluh empat jam sehari untuk melayani masyarakat yang membutuhkannya.Masyarakat sangat patuh pada perintahparabelanya karena diyakini bahwa perintahseorang parabela adalah juga merupakanperintah dari leluhur mereka dan selalu diikutidengan “bala”. Mereka berpendapat bahwakesejahteraan dan keselamatan serta rezekiyang mereka peroleh banyak tergantung darikemampuan yang dimiliki oleh parabela tersebutdalam memimpin negerinya. Apabila hasil panenmereka yang pada umumnya jagung dan ubikayu dapat berhasil dengan baik, keamanan juga terpelihara dengan baik, orang yangmeninggal dalam tahun tersebut juga sedikit yangberarti kesehatan warga juga baik maka iamenunjukkan bahwa pemimpin mereka benar-benar memiliki “Kabarakati” (kesaktian) danmampu menjaga mereka dari berbagaikesengsaraan dan malapetaka. Sebaliknya bilaterjadi musim kemarau yang berkepanjnagan,panen yang gagal baik oleh iklim maupun hama,banyak kekacauan, banyak warga yang sakitdan meninggal itu berarti parabelanya tidak becus memimpin dan harus segera diturunkan.Hal tersebut menunjukkan bahwa merekapercaya bahwa keamanan dan kesejahteraankemampuannya sangat tetrgantung dengan“kabarakati” atau kesaktian yang dimilikiparabelanya.Jadi pada dasarnya masyarakatbuton berpersepsi bahwa seorang parabelaadalah merupakan figure yang suci dan memilikikesaktian yang setiap kata-kata dan nasehatnyaharus diikuti.Kekuatan inilah yang dimiliki olehparabela dalam menjalin hubungan komunikasidengan masyarakat (pengikutnya) yaitu salingmelindungi dan saling menyanyangi. Littlejohn(1996) menyatakan jalinan hubungan merupa-kan kekuatan komunikasi antarpribadidibandingkan dengan bentuk-bentuk komuni-kasi lainnya, yakni dalam jalinan hubunganterdapat 4 asumsi: (1) jalinan hubungansenantiasa terkait dengan komunikasi dan tidak mungkin dapat dipisahkan; (2) sifat jalinanhubungan ditentukan oleh komunikasi yang
2
KALAMSIASI,
Vol. 5, No. 1, Maret 2012, 1 - 10 
 
berlangsung di antara individu partisipan; (3) jalinan hubungan biasanya didefenisikan secaralebih implisit; (4) jalinan hubungan bersifatdinamis.Jalinan komunikasi lingkungan yangdilakukan Parabela bukan hanya pada hubunganhorizontal tetapi juga dengan hubungan vertikal,sehingga parabela dalam memimpin baik saatmenanam maupun saat panen hasil usahatani,masyarakat selalu mengucapkan “Batata” atauucapan-ucapan yang mengandung Tuah.Misalkan ucapan Parabela saat mulai menanam
“saya pindahkan hewan-hewan ini ke dalam hutan lindung (Kaombo)”.
Kebunbelum akan dibersihkan, Padi/jagung belumakan di tanam atau di panen sebelum adanyaperintah dari parabela tersebut termasuk dalammenjaga kelestarian lingkungan hidup denganpendekatan kearifan lokal (
 Local Wisdom
).Semua ini dilakukan parabela sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasiselanjutnya untuk dapat menyaksikan berbagai jenis hewan di kawasan tanah Kaombomerupakan tanggung jawab Parabela dalampengelolaan lingkungan dan menjaga berbagai jenis tumbuhan dan binatang langka yang adadi dalam kawasan hutan adat.Disadari, sebagian besar masyarakatdalam wilayah kepemimpinan parabela adalahpetani yang tinggal di sekitar hutan memilikialternatif terbatas dalam memenuhi kebutuhanhidupnya. Kegiatan ilegal yang dilakukanmasyarakat di sekitar hutan saat ini dilakukanterpaksa, karena tidak tersedia alternatif sumberekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnyahari ini, sehingga tidak sedikit perselisihanpendapat atau perbedaan persepsi yang terjadiantara Pemerintah dan masyarakat dalammenjaga kelestarian lingkungan. Saluran-saluraninformasi dan komunikasi antara pemerintah danmasyarakat seringkali mengalami berbagaihambatan yang mendorong jurang antarakeduanya. Disinilah letak pentingnya keterlibatan
opinion leader 
(pemimpin pemuka pendapat)pada daerah-daerah yang masih kuat adat-istiadatnya seperti masyarakat Buton, yang perlumemfungsikan kembali keberadaan pemimpininformal dalam hal ini Parabela. Parabela dapatmenjalin komunikasi lingkungan antarapemerintah dan masyarakat, antara ketiga pihak seharusnya tidaklah terlalu sulit dilaksanakanmengingat kultur bangsa ini memang sangatmemungkinkan untuk itu. Cox (2006:11-13)menjelaskan konsep komunikasi lingkungansebagai pembicaraan atau transmisi informasitentang berbagai topik lingkungan di bumi ini.Menurutnya, ada 3 inti komunikasi lingkungan,yaitu: (a) komunikasi manusia sebagai bentuk dari aktivitas simbolik, (b) keyakinan, sikap danperilaku individu yang terkait dengan alamdimediasi oleh komunikasi dan (c) ruang publik yang merupakan wadah wacana bagikomunikasi lingkungan, melalui dialog dalampertemuan informal dan formal, ataupun sebagaiusaha dari setiap individu untuk mengemukakanpemikirannya melalui berbagai mediakonvensional, media elektrionik, internet blogdan lain sebagainya. Ketiga hal di atas kemudiandijelaskan oleh Cox dengan menggunakanpemikiran Kenneth Burke (
 Language asSymbolic Action)
yang menekankan bahasadan tindakan merupakan satu kesatuan yangsaling mempengaruhi.Selanjutnya, Cox membagi konsepkomunikasi lingkungan ke dalam dua fungsi:yang pertama bersifat pragmatis, sepertimendidik, mengajak untuk waspada, memper-suasi, memobilisir dan menolong mengatasiproblema lingkungan. Fungsi kedua yang bersifatkonstitutif, yang berada pada tataran lebihdalam, seperti membangun pemahaman danmendorong munculnya kesadaran dankepedulian terhadap lingkungan.Berdasarkan latar belakang di atas maka
3
M. Najib Husain, Trisakti Haryadi, Sri Peni Wastutiningsih,
Implementasi Komunikasi...

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Muhril Blackness liked this
Sampean liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->