Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Model Pembelajaran Kreatif Dan Produktif

Model Pembelajaran Kreatif Dan Produktif

Ratings: (0)|Views: 229|Likes:
Published by tuginobnyms
Model Pembelajaran Kreatif Dan Produktif
Model Pembelajaran Kreatif Dan Produktif

More info:

Published by: tuginobnyms on May 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/09/2012

pdf

text

original

 
Model Pembelajaran Kreatif dan ProduktifA. Landasan Pengembangan Model Pembelajaran Kreatif dan Produktif
Pada awalnya, model pembelajaran kreatif dan produktif khusus dirancang untukpembelajaran apresiasi sastra. Namun pada perkembangannya kemudian, dengan berbagaimodifikasi, model ini dapat digunakan untuk pembelajaran berbagai bidang studi. Jika pada awalnya model ini disebut sebagai Strategi Strata (Wardani, 1981), makasetelah berbagai modifikasi, model ini diberi label Pembelajaran Kreatif dan Produktif.Sesuai dengan nama yang baru, model ini diharapkan mampu meningkatkan kualitaspembelajaran, baik di jenjang pendidikan dasar dan menengah, maupun pada jenjangpendidikan tinggi.Pembelajaran kreatif dan produktif antara lain: belajar aktif, kreatif, konstruktif, sertakolaboratif dan kooperatif. Karakteristik penting dari setiap pendekatan tersebutdiintegrasikan sehingga menghasilkan satu model yang memungkinkan mahasiswamengembangkan kreativitas untuk menghasilkan produk yang bersumber dari pemahamanmereka terhadap konsep yang sedang dikaji.Beberapa karakteristik tersebut adalah sebagai berikut :
1.
Keterlibatan pebelajar secara intelektual dan emosional dalam pembelajaran.Keterlibatan ini difasilitasi melalui pemberian kesempatan kepada pebelajar untukmelakukan eksplorasi dari konsep bidang ilmu yang sedang dikaji serta menafsirkanhasil ekplorasi tersebut.
2.
Pebelajar didorong untuk menemukan/mengkonstruksi sendiri konsep yang sedangdikaji melalui penafsiran yang dilakukan dengan berbagai cara, seperti observasi,diskusi, atau percobaan. Dengan cara ini, konsep tidak ditransfer oleh pembelajar kepadapebelajar, tetapi dibentuk sendiri oleh pebelajar berdasarkan pengalaman dan interaksidengan lingkungan yang terjadi ketika melakukan eksplorasi serta interpretasi.
3.
Pebelajar diberi kesempatan untuk bertanggung jawab menyelesaikan tugas bersama.Kesempatan ini diberikan melalui kegiatan eksplorasi, interpretasi, dan rekreasi. Disamping itu, pebelajar juga mendapat kesempatan untuk membantu temannya dalammenyelesaikan satu tugas. Kebersamaan, baik dalam eksplorasi, interpretasi, sertarekreasi dan pemajangan hasil merupakan arena interaksi yang memperkayapengalaman.
4.
Pada dasarnya, untuk menjadi kreatif, seseorang harus bekerja keras, berdedikasi tinggi,antusias, serta percaya diri (Erwin Segal, dalam Black, 2003). Dalam kontekspembelajaran, kreativitas dapat ditumbuhkan dengan menciptakan suasana kelas yangmemungkinkan pebelajar dan pembelajar merasa bebas mengkaji dan mengeksplorasitopik-topik penting kurikulum. Pembelajar mengajukan pertanyaan yang membuatpebelajar berpikir keras, kemudian mengejar pendapat pebelajar tentang ide-ide besardari berbagai perspektif. Pembelajar juga mendorong pebelajar untukmenunjukkan/mendemonstrasikan pemahamannya tentang topik-topik penting dalamkurikulum menurut caranya sendiri (Black, 2003).
B. Tujuan (Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring) Pembelajaran Kreatif danProduktif.
Dampak instruksional yang dapat dicapai melalui model pembelajaran ini antaralain:1. pemahaman terhadap suatu nilai, konsep, atau masalah tertentu,2. kemampuan menerapan konsep / memecahkan masalah, serta
 
3. kemampuan mengkreasikan sesuatu berdasarkan pemahaman tersebut.Dari segi dampak pengiring (
nurturant effects 
), melalui model pembelajaran kreatifdan produktif diharapkan dapat dibentuk kemampuan berpikir kritis dan kreatif,bertanggungjawab, serta bekerja sama, yang semuanya merupakan tujuan pembelajaran jangka panjang. Tentu saja dampak pengiring hanya mungkin terbentuk, jika kesempatanuntuk mencapai/menghayati berbagai kemampuan tersebut memang benar-benardisediakan secara memadai. Hal itu akan tercapai, jika model pembelajaran ini diterapkansecara benar dan memadai.
C. Kegiatan Pembelajaran Model Pembelajaran Kreatif dan Produktif.
Pada dasarnya, kegiatan pembelajaran dibagi menjadi empat langkah, yaitu:orientasi, eksplorasi, interpretasi, dan rekreasi. Setiap langkah dapat dikembangkan lebihlanjut oleh para pembelajar, dengan berpegang pada hakikat setiap langkah, sebagai berikut:1. OrientasiSebagaimana halnya dalam setiap pembelajaran, kegiatan pembelajaran diawali denganorientasi untuk mengkomunikasikan dan menyepakati tugas dan langkah pembelajaran.Pembelajar mengkomunikasikan tujuan, materi, waktu, langkah, hasil akhir yangdiharapkan dari pebelajar, serta penilaian yang akan diterapkan pada mata pelajaranyang akan berjalan. Pada kesempatan ini pebelajar diberi kesempatan untukmengungkapkan pendapatnya tentang langkah/cara kerja serta hasil penilaian yangditawarkan oleh pembelajar, dan diharapkan terjadinya negosiasi tentang aspek-aspektersebut.2. EksplorasiPada tahap ini, pebelajar melakukan eksplorasi terhadap masalah/konsep yang akandikaji. Eskplorasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca, melakukanobservasi, wawancara, menonton suatu pertunjukan, melakukan percobaan, browsinglewat internet, dan sebagainya. Kegiatan ini dapat dilakukan baik secara individualmaupun kelompok. Waktu untuk eksplorasi disesuaikan dengan luasnya bidang yangharus dieksplorasi. Eksplorasi yang memerlukan waktu lama dilakukan di luar jamkuliah, sedangkan eksplorasi yang singkat dapat dilakukan pada jam kuliah. Agareksplorasi menjadi terarah, panduan singkat sebaiknya disiapkan oleh pembelajar.Panduan harus memuat tujuan, materi, waktu, cara kerja, serta hasil akhir yangdiharapkan.3. InterpretasiDalam tahap Interpretasi, hasil eksplorasi diinterpretasikan melalui kegiatan analisis,diskusi, tanya jawab, atau bahkan berupa percobaan kembali, jika hal itu memangdiperlukan. Interpretasi sebaiknya dilakukan pada jam tatap muka, meskipunpersiapannya sudah dilakukan oleh pebelajar di luar jam tatap muka. Jika eksplorasidilakukan oleh kelompok, setiap kelompok menyajikan hasil interpretasinya tersebut didepan kelas dengan caranya masing-masing, diikuti oleh tanggapan dari mahasiswa lain.Pada akhir tahap interpretasi, diharapkan semua pebelajar sudah memahamikonsep/topik/masalah yang dikaji.4. Re-KreasiPada tahap rekreasi, pebelajar ditugaskan untuk menghasilkan sesuatu yangmencerminkan hasil interpretasinya terhadap konsep/topik/masalah yang dikajimenurut kreasinya masing-masing.Rekreasi dapat dilakukan secara individual atau kelompok sesuai dengan pilihan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->