Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kelahiran Pengetahuan Alamiah Modern Kelahiran Pengetahuan Alamiah Modern

Kelahiran Pengetahuan Alamiah Modern Kelahiran Pengetahuan Alamiah Modern

Ratings: (0)|Views: 12 |Likes:
Published by twin fitersya S.Ei

More info:

Published by: twin fitersya S.Ei on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

 
KELAHIRAN PENGETAHUAN ALAMIAH MODERN
KELAHIRANPENGETAHUAN ALAMIAH MODERN
 
I. PENDAHULUAN
 Dalam usaha memecahkan masalahnya, manusia melakukan berbagai usaha. Adayang berpegang pada cara-cara tradisional, dan ada pula yang berpaling pada ilmu.Dalam hal ini ilmu memberikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan, yaitukeputusan yang didasarkan pada penafsiran kesimpulan ilmiah.Dalam perkembangan manusia, sesudah tahap mitos, manusia berkembang dalamtahap filsafat. Pada tahap ini, rasio sudah terbentuk, tetapi belum ditemukan metodeberfikir secara objektif. Perkembangan alam pikiran manusia merupakan suatuproses, maka manusia tidak puas dengan pemikiran ini, sehingga berkembangkedalam tahap positif atau tahap ilmu. Ilmu dengan perangkat cara berpikirnya telahmampu menganalisis masalah kehidupan dengan berbagai segi nya, termasuk jugamasalah moral.
II. POKOK PEMBAHASAN
 1. Metode Keilmuan Atau Pendekatan Ilmiah2. Perkembangan Pengetahuan Dari Masa Ke Masa
III. PEMBAHASAN
 A. Metode Keilmuan Atau Pendekatan IlmiahAda beberapa metode keilmuan atau pendekatan ilmiah, yaitu:1. Penalaran Deduktif (Rasionalisme)Dengan bertambah majunya alam pikiran manusia dan makin berkembangnya cara-cara penyelidikan, manusia dapat menjawab pertanyaan tanpa mengarang mitos.Dengan demikian mitos kurang disenangi dan hanya dipakai untuk memberiketerangan pada anak kecil, kalau kita kebetulan terlalu malas untuk memberiketerangan ilmiah yang lengkap. C. A. Van Pursen dalam bukunya mengatakan
 bahwa: “Di dalam mitos manus
ia terikat, manusia menerima keadaan sebagai takdir
yang harus diterima.” Lama
-kelamaan manusia tidak mau terikat, maka manusiaberusaha mencari penyelesaian dengan rasio. Dalam pemikiran ini, manusia sudahmemisahkan dirinya sehingga memandang alam dengan jarak terhadap dirinya.Manusia sebagai subjek menempatkan dirinya di luar alam yang dijadikan objek.Dalam menghadapi peristiwa-peristiwa alam, misalnya gunung api meletus yangmenimbulkan banyak korban dan kerusakan, manusia tidak lagi mengadakanselamatan dengan tari-tarian dan nyanyian, tetapi dengan mengamati peristiwa itu,mempelajari mengapa gunung api dapat meletus, kemudian berusaha mencaripenyelesaian dengan tindakan-tindakan yang sesuai dengan hasil pengamatannya.Dalam menyusun pengetahuan kaum rasionalis menggunakan penalaran deduktif.Penalaran deduktif adalah cara berfikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifatumum untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus.
 
 2. Penalaran Induktif (Empirisme)Pengetahuan yang diperoleh berdasarkan penalaran deduktif ternyata mempunyaikelemahan, maka muncullah pandangan lain yang berdasarkan pengalaman konkret.Menurut paham empirisme ini, gejala alam itu bersifat konkret dan dapat ditangkapdengan panca indra manusia. Dengan pertolongan panca indranya, manusia berhasilmenghimpun sangat banyak pengetahuan. Himpunan pengetahuan ini dapat disebutilmu pengetahuan yang disusun secara teratur dan dicari hubungan sebab akibatnya.Penganut empirisme menyusun pengetahuan dengan menggunakan penalaraninduktif. Penalaran induktif adalah cara berfikir dengan menarik kesimpulan umum.3. Pendekatan Ilmiah, Kelahiran IPAAgar himpunan pengetahuan itu dapat disebut ilmu pengetahuan, harus digunakanperpaduan antara rasionalisme dan empirisme. Pengetahuan yang disusun dengancara pendekatan ilmiah atau menggunakan metode keilmuan, diperoleh melaluikegiatan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah ini dilaksanakan secara sistematik danterkontrol berdasarkan atas data-data empiris. Kesimpulan dari penelitian ini dapatmenghasilkan suatu teori. Teori ini masih terlalu dapat menghasilkan suatu teori dandapat diuji dalam hati keajegan dan kemantapan nya. Artinya bila mana diadakanpenelitian ulang, yang dilakukan oleh siapapun dengan langkah-langkah yang serupadan pada kondisi yang sama, akan diperoleh hasil yang konsisten. Metode keilmuanitu bersifat objektif, bebas dari keyakinan perasaan dan prasangka pribadi sertabersifat terbuka.Jadi, suatu himpunan pengetahuan dapat digolongkan sebagai ilmu pengetahuan bilamana cara memperolehnya menggunakan metode keilmuan, yaitu gabungan antararasionalisme dan empirisme.B. Perkembangan Pengetahuan Dari Masa Ke Masa1. Zaman PurbaDari peninggalan-peninggalan yang ditemukan, dapat dianalisis pengetahuan yangtelah dimiliki manusia purba, begitu juga bagaimana perkembangannya. Bahan-bahanyang ditemukan dari zaman purba (yang mencakup zaman batu) adalah:1) Alat-alat dari batu dan tulang2) Tulang belulang hewan3) Sisa-sisa dari beberapa tanaman4) Gambar dalam gua-gua5) Tempat-tempat penguburan, dan6) Tulang-tulang manusia purba.Terdapat alasan-alasan yang menunjukkan bahwa benda-benda tersebut merupakanalat, bukan hanya batu alam biasa. Alasan-alasan tersebut diantaranya adalahkemiripan bentuk frekuensinya yang relatif tinggi, perubahan bentuk yang sejalan
 
dengan umurnya, kekerasan nya dan adanya ukiran-ukiran yang terdapat pada alat-alat dari batu tersebut.Perbaikan bentuk dari alat-alat tersebut, menunjukkan bahwa manusia pada jaman itutelah dapat menghayati, membeda-bedakan, dan menunjukkan kecenderunganmenuju ke arah fungsi yang lebih baik. Di samping karena pengalamannya, makapemilihan batu, dari yang empuk hingga yang keras, menunjukkan kemampuannyauntuk membedakan dan memilih. Dengan demikian, maka zaman batu ini ditandaioleh pengetahuan yang diperoleh berdasarkan:a. Kemampuan mengamatib. Kemampuan membeda-bedakanc. Kemampuan memilih
d. Kemampuan melakukan percobaan tanpa disengaja “trial and error”
 Dalam perkembangannya manusia purba juga dapat memperoleh pengetahuan ataukemampuan sebagai berikut:a. Pengetahuan yang berdasarkan pengalamanb. Kemampuan melakukan abstraksi berdasarkan kesamaan atau keteraturanc. Kemampuan menulis dan berhitung, dan menyusun kalender, yang semuanyaberdasarkan proses sintesis terhadap hasil abstraksi yang dilakukan.d. Kemampuan menemukan abjad dan sistem bilangan alamiah berbagai jenis siklus,yang semuanya berdasarkan proses abstraksi.e. Kemampuan meramal berdasarkan peristiwa fisis, misalnya ramalan terjadinyagerhana.Kemampuan atau pengetahuan yang telah dimiliki tersebut di atas semuanya masihdiperoleh secara alamiah, artinya tanpa disadari dan disengaja. Jadi, segala peristiwayang terjadi hanya diterima sebagaimana adanya tanpa usaha pendalaman lebihlanjut. Manusia purba masih dalam tingkat receptive attitude and receptive mind(sekadar menerima, baik dalam sikap maupun dalam pemikiran).2. Zaman YunaniMasa 600-200 SM biasanya disebut zaman Yunani. Dalam zaman itu proses-prosesperkembangan know how tetap mendasari kehidupan sehari-hari, sekalipuntingkatannya sudah jauh lebih maju daripada zaman sebelumnya. Dalam bidangpengetahuan yang berdasarkan sikap dan pemikiran yang sekadar menerima apaadanya, terjadi perubahan besar, dan perubahan ini dianggap sebagai dasar ilmupengetahuan modern. Hal ini berdasarkan pada sikap bangsa Yunani yang tidak dapatmenerima pengalaman-pengalaman tersebut secara pasif- receptive. Mereka memiliki
“Inquiry attitude and inquiry mind.”
 Thales 624-548 SM dianggap sebagai orang pertama yang mempertanyakan dasardari alam dan isinya. Dia tidak dapat menerima begitu saja adanya kenyataan bahwadi bumi ada air, api, udara, awan, kayu, batu dan lain-lainnya. Hal ini hanya dianggap
sebagai gejala. Dalam pemikiran timbul pemikiran: “Dari apa
kah hal-hal yang
 berbeda tersebut dibuat?.” “Sebenarnya, tidakkah bahan dasarnya terbatas, sedangkan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->