Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Adab Bertamu Secara Islam

Adab Bertamu Secara Islam

Ratings: (0)|Views: 33 |Likes:
Published by dyo h

More info:

Published by: dyo h on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

 
Adab Bertamu secara Islam
Dalam kehidupan sehari-hari, dapat dipastikan bahwa seorang manusia tidak dapat hidup seorangdiri, sekaya dan secukup apapun, pastilah seorang manusia membutuhkan pertolongan danbantuan orang lain. Dari rasa saling membutuhkan inilah timbul jalinan persaudaraan atauukhuwah, pertemanan, dll. Dan setiap kegiatan sosialisasi tentunya ada kegiatan salingberkunjung baik ke rumah kerabat maupun menghadiri undangan walimahan kerabat, dll.Hal inilah yang membuat saya berpikir lebih lanjut, bagaimana sih adab bertamu ke rumahkerabat atau memenuhi undangannya secara Islam. Bagaimana secara Islam sikap yangseharusnya dalam memuliakan tamu dan menjadi tuan rumah, saya menemukan beberapa artikeldi Internet yang akan saya copy paste disini. Semoga membantu dan menjadi pelajaran bagi kita
semua dan terutama diri saya sendiri. Insya Allah… Amiin…
 Adab bertamu bagi Tamu:1.
 
Hendaknya memenuhi undangan dan tidak terlambat darinya kecuali ada udzur/halangan,karena hadits Nabi Shallallaahu alai
hi wa Salam mengatakan:“Barangsiapa yangdiundang kepada walimah atau yang serupa, hendaklah ia memenuhinya”. (HR. Muslim)
 2.
 
Hendaknya tidak membedakan antara undangan orang fakir dengan undangan orang yangkaya, karena tidak memenuhi undangan orang faqir itu merupakan pukulan (cambuk)terhadap perasaannya. Ini berarti Islam secara NYATA mengajarkan bahwa tidak adaperbedaan manusia, kecuali dalam hal takwa.Apabila kita sedang berpuasa sekalipun,diharapkan hadir. Ada hadits yang bersumber dari Jabir Radhiallaahu anhu menyebutkan
 bahwasanya Rasululloh SAW bersabda:”Barangsiapa yang diundang untuk jamuan
sedangkan ia berpuasa, maka hendaklah ia menghadirinya. Jika ia suka makanlah dan jika
tidak, tidaklah mengapa.” (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al
-Albani).3.
 
Jangan terlalu lama menunggu di saat bertamu karena ini memberatkan yang punyarumah juga jangan tergesa-gesa datang karena membuat yang punya rumah kagetsebelum semuanya siap. Bertamu tidak boleh lebih dari tiga hari, kecuali kalau tuanrumah memaksa untuk tinggal lebih dari itu.4.
 
Hendaknya pulang dengan hati lapang dan memaafkan kekurang apa saja yang terjadipada tuan rumah.5.
 
Hendaknya mendo`akan untuk orang yang mengundangnya seusai menyantap
hidangannya. “Ya Allah, ampunilah mereka, belas kasihilah m
ereka, berkahilah bagimereka apa yang telah Engkau karunia-kan kepada mereka. Ya Allah, berilah makanorang yang telah memberi kami makan, dan berilah minum orang yang memberi kami
minum”.
 6.
 
Tidak Mengintai Ke Dalam Bilik. Jika kita hendak bertamu dan telah sampai di halamanrumah, tidak diizinkan mengintip melalui jendela atau bilik, walaupun tujuannya inginmengetahui penghuninya ada atau tidak.7.
 
Tidak Masuk Rumah Walaupun Terbuka Pintunya. Dari ayat 27 An Nuur, sebagaimanatelah ditulis di atas, kita baru boleh masuk rumah orang lain harus mendapatkan izin daripemilik rumah.8.
 
Minta Izin Maksimal Tiga Kali. Tamu yang hendak masuk di (halaman) rumah orang lain jika telah meminta izin tiga kali, tidak ada yang menjawab atau tidak diizinkan,
 
hendaknya pergi. Da
ri Abu Sa‟id Al
-
Khudri ia berkata,“Abu Musa telah meminta izin
tiga kali kepada Umar untuk memasuki rumahnya, tetapi tidak ada yang menjawab, lalu
dia pergi, maka sahabat Umar menemuinya dan bertanya,”Mengapa kamu kembali?” Diamenjawab,”Saya mendengar Rasululloh bersabda,”Barangsiapa meminta izin tiga kali,lalu tidak diizinkan, maka hendaklah kembali.”
 9.
 
Tidak Menghadap Ke Arah Pintu Masuk. Ketika tamu tiba di depan rumah, hendaknyatidak menghadap ke arah pintu. Tetapi hendaknya dia berdiri di sebelah pintu, baik dikanan maupun di sebelah kiri. Hal ini dicontohkan Rasululloh SAW.Dari Abdulloh bin
Bisyer ia berkata,“Adalah Rasululloh SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau
tidak menghadapkan wajahnya ke depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau
kirinya dan mengucapkan ”Assalamu „alaikum … assalamu „alaikum …”
 10.
 
Hendaknya Menyebut Nama Yang Jelas. Ketika tuan rumah menanyakan nama, tamu
tidak boleh menjawab dengan jawaban “Saya” atau jawaban yang tidak jelas. Karena
tujuan tuan rumah bertanya adalah ingin tahu siapa tamu yang mengunjunginya danuntuk menentukan sikap apakah tamu tersebut boleh masuk atau tidak.Adab menerima tamu bagi Tuan Rumah:1.
 
Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan denganmengabaikan/melupakan orang-orang fakir.
Rasululloh SAW bersabda:“Seburuk 
-buruk makanan adalah makanan pengantinan (walimah), karena yang diundang hanya orang-orang kaya tanpa orang-
orang faqir.” (Muttafaq‟ alaih).
 2.
 
Undangan jamuan hendaknya tidak diniatkan berbangga-bangga dan berfoya-foya, akantetapi niat untuk mengikuti sunnah Rasululloh SAW dan membahagiakan teman-temansahabat, ataupun syukuran dalam rangka bersyukur atas nikmat yang telah diberikanAllah SWT.3.
 
Tidak memaksakan diri untuk mengundang tamu. Di dalam hadits Anas Radhiallaahuanhu
ia menuturkan:“Pada suatu ketika kami ada di sisi Umar, maka ia berkata: “Kamidilarang memaksa diri” (membuat diri sendiri repot).” (HR. Al
-Bukhari)4.
 
Jangan anda membebani tamu untuk membantumu, karena hal ini bertentangan dengankewibawaan.5.
 
Jangan menampakkan kejemuan/kebosanan terhadap tamu, tetapi tunjukkanlahkegembiraan dengan kahadiran tamu tersebut.6.
 
Hendaklah segera menghidangkan makanan untuk tamu, karena yang demikian itu berartimenghormatinya.7.
 
Jangan tergesa-gesa untuk mengangkat makanan (hidangan) sebelum tamu selesaimenikmati jamuan.8.
 
Disunnatkan mengantar tamu hingga di luar pintu rumah. Ini menunjukkan penerimaantamu yang baik dan penuh perhatian.Demikian sedikit dari adab-adab bertamu dan menerima tamu yang saya temui di Internet,sebenarnya ada satu situs lagi yang amat baik ,namun sepertinya terlalu panjang jika ditulis disini, lebih baik dibaca sendiri.Semoga dapat menjadi tamu yang bersahaja dan tuan rumah yang memuliakan tamunya... :)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->