Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permasalahan Hukum Internasional RI Dengan Timor Leste

Permasalahan Hukum Internasional RI Dengan Timor Leste

Ratings: (0)|Views: 218 |Likes:
Published by rizalbagus19

More info:

Published by: rizalbagus19 on May 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2012

pdf

text

original

 
qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqw
 
ertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert 
 
yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui
 
opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopa
 
sdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdf 
 
ghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghj
 
klzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklz
 
xcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv
 
bnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbn
 
mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
 
wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwe
 
rtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty
 
uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuio
 
pasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas
 
dfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg
 
 
Permasalahan Hukum InternasionalRI dengan Timor Leste
KELOMPOK PKN
Rizal Bagus R
 –
Taufik Aditya
 –
 Hafid H
 –
Rio Avicenna
 –
Alqa Tahalli
 –
Ibnu Bari
XI IPA 3
 
KASUS TIMOR TIMUR (SEPTEMBER 1999)A.Pendahuluan1.Latar BelakangSetelah rakyat Timor-Timur (TimTim) melakukan jajak pendapat pada tanggal Agustus 1999dimana 78,8 % menolak otonomi yang diperluas sebagai opsi pertama yang ditawarkanpemerintah Jakarta, maka serta merta perhatian dunia terfokus kepada masalah tersebut.Kemenangan kelompok pro kemerdekaan yang cukup telak- meskipun terdapat kecurangan yangdilakukan oleh UNAMET- membuat diskursus yang cukup hangat dan dijadikan headline suratkabar di berbagai penjuru dunia untuk beberapa saat. Hampir semua tajuk surat kabar, beritaradio dan TV 1ocal dan internasional melaporkan keadaan tersebut. Ada yang membelakebijakan pemerintah Habibie meskipun masih jauh lebih banyak yang menyalahkannya. Merekayang menolak pada umumnya berpendapat bahwa kebijakan itu tidak tepat waktu, sedangkanmereka yang setuju menyatakan bahwa Indonesia ingin terhindar dari masalah TimTim yangselama lebih dari dua dasawarsa selalu mengganggu dan menjadi ganjalan dalam hubunganinternasional.Terlepas dari perbincangan politik mengenai kemungkinan lepasnya TimTim dariRepublik ini, ada satu hal yang perlu dicermati pada pemberitaan mengenai TimTim pasca jajak pendapat. Siaran berita BBC pada pertengahan September 1999 misalnya menyatakan antara lain
: ”ada sekitar 100 orang katholik terbunuh d
i depan rumah pastur beberapa hari setelah hasil
 jajak pendapat diumumkan”. Berita tersebut memang tidak menyebut pelaku pembunuhan,
namun secara pasti pendengar luar negeri yang tidak mengetahui persis keadaan TimTim akan
menyimpulkan bahwa “pembunuhan itu dilakukan oleh orang Islam”. Logika mereka sederhana,
yaitu bahwa penduduk Indonesia mayoritas muslim dan militer yang dikirimpun pasti mayoritasmuslim. Ketidakseimbangan berita ini nampaknya disengaja untuk memojokkan umat Islam danbangsa Indonesia pada umumnya. Dalam tataran nasional, berita-berita politik yang menyangkutisu Aceh dan Ambon juga sarat dengan nuansa SARA. Begitujuga pemberitaan mengenai isucalon presiden. Majalah Tajuk edisis 19 Agustus
 – 
1 September 1999 misalnya memuat coverluar be
rgambar Megawati dengan banner “Pasukan Jihad Menghadang Mega”, sedangkan
Majalah Media Dakwah edisi September 1999 mengangkat is
u utama “KOMPAS (Komando
 
Pastur) “Mengganyang Habibie”. Dari laporan utama kedua Majalah diatas dan beberapa hasil
analisis isi berita politik yang dilakukan Media Watch Society pada kurun waktu tertentu dapatdisimpulkan bahwa seringkali isu politik yang digulirkan bernuansa konflik SARA.2. KASUS-KASUS UTAMA KPP HAM memusatkan perhatian pada kasus-kasus utama sejak bulan Januari sampai dengan bulan Oktober 1999 . Kasus-kasus itu meliputi: pembunuhan dikompleks Gereja Liquica, 6 April; penculikan enam orang warga Kailako, Bobonaro 12 April;pembunuhan penduduk sipil di Bobonaro; penyerangan rumah Manuel Carrascalao, 17 April ;penyerangan Diosis Dili, 5 September ; penyerangan rumah Uskup Belo, 6 September ;pembakaran rumah penduduk di Maliana, 4 September ; penyerangan kompleks Gereja Suai, 6September; pembunuhan di Polres Maliana, 8 September; pembunuhan wartawan BelandaSander Thoenes, 21 September; pembunuhan rombongan rohaniwan dan wartawan di Lospalos25 September ; dan kekerasan terhadap perempuan. a.) Penyerangan Diosis Dili. Pada tanggal 5September 1999 situasi kota Dili semakin memburuk ditandai dengan rentetan tembakan,pembakaran dan penjarahan. Selama kekacauan terjadi, selain warga yang berada di jalan untuk mengungsi, dijumpai pula aparat keamanan yang terdiri dari anggota polisi dan anggota TNIyang berjaga-jaga. Disamping itu, warga menyaksikan sekelompok milisi dengan pakaian hitamdengan tulisan Aitarak dan atribut merah putih. Warga yang berlindung dan mengungsi di CamraEclesestica (Diosis Dili) diserang dan kantor Diosis dibakar. Pada peristiwa ini telah jatuhkorban sebanyak 25 orang. b.) Penyerangan Rumah Uskup Belo Pada tanggal 6 September,seorang perwira TNI berpangkat Letnan Kolonel masuk ke kediaman Uskup Belo danmemintanya keluar kemudian dievakuasi ke Mapolda. Setelah Uskup Belo keluar darikediamannya, kelompok milisi diantaranya berseragam Aitarak mulai melakukan penyeranganterhadap sekitar 5000 pengungsi yang berlindung di kompleks rumah tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->