1. Secara LangsungYaitu ketika hasil pembacaan skala pada alat ukur, langsung menyatakan nilai besaranyang diukur, tanpa menggunakan rumus untuk menghitung nilai yang diinginkan.2. Secara tidak langsungYaitu dalam pengukuran memerlukan penghitungan tambahan untuk mendapatkan nilai besaran yang diukur.Untuk mendaptkan hasil pengukuran yang akurat, faktor yang harus diperhatikan antara lain :- alat ukur yang dipakai- aturan angka penting- posisi mata pengukuran (paralax)
Kesalahan (error)
adalah penyimpangan nilai yang diukur dari nilai benar x
0
. Kesalahan dapatdigolongkan menjadi tiga golongan :
1. Keteledoran
Umumnya disebabkan oleh keterbatasan pada pengamat, diantaranya kurang terampilmenggunakan instrumen, terutama untuk instrumen canggih yang melibatkan banyak komponen yang harus diatur atau kekeliruan dalam melakukan pembacaan skala yangkecil.
2. Kesalahan sistmatik
Adalah kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bilangan (kuantitatif), contoh :kesalahan pengukuran panjang dengan mistas 1 mm, jangka sorong, 0,1 mm dan mikrometer skrup 0,01 mm
3. Kesalahan acak
Merupakan kesalahan yang dapat dituangkan dalam bentuk bialangan (kualitatif),Contoh :- kesalahan pengamat dalam membaca hasil pengukuran panjang- pengabaian pengaruh gesekan udara pada percobaan ayunan sederhana- pengabaian massa tali dan gesekan antar tali dengan katrol pada percobaanhukum II Newton.
Ketidakpastian pada Pengukuran