Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
5 M manajemen RS

5 M manajemen RS

Ratings: (0)|Views: 413|Likes:
Published by Basten

More info:

Published by: Basten on May 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

 
Menggunakan prinsip
“5M+2″
 
Dalam tulisan terdahulu, sudah dijelaskan mengenai menggunakan prinsip 5W (5 Whys) dalammenganalisa dan menemukan akar masalah dari suatu masalah. Setelah akar masalah ditemukan,
bukan berarti harus di’diamkan’ atau dipetieskan, namun langkah selanjutnya yang tidak kalah penting
adalah mengkategorikan akar masalah tersebut termasuk di bagian apa. Ini diperlukan karena kategoriyang berbeda, memerlukan pendekatan penyelesaian (
approach 
) yang berbeda bula.Pengkategorian atau pengklasifikasian akar masalah tersebut dapat menggunakan model DiagramTulang ikan (
fishbone diagram 
) atau biasa disebut Ishikawa. Ini sebenarnya merupakan diagram sebab-akibat,
yakni karena sebab ”x” maka mengakibatkan ”y”. Pada awalnya, sebagai alat
quality management tools 
, hanya mengenal 5 (lima) kategori yakni :
Manpower, Machine, Method, Material, Media 
. Tetapidengan perkembangan manajemen lebih lanjut, ditambahkan kategori
Motivation 
(
soft competency 
) dan
Money 
(Uang). Di beberapa pakar manajemen, kadang memasukkan
motivation 
ini tetap di dalamkategori
Manpower 
, dan
Money 
ke dalam kategori
Media.
 Bagaimana mengkategorikan akar masalah ke dalam prinsip 5M+2? pertama-tama kita harus mengenal
dulu apa kategori dari setiap ”M” yang berjumlah tujuh tersebut.
 
1.
 
Manpower 
(Tenaga Kerja). Adalah segala hal permasalahan yang terkait dengan aspektenagakerja dilihat dari aspek : lemahnya pengetahuan, kurang ketrampilan, pengalaman,kelelahan, kekuatan fisik, lambatnya kecepatan kerja, banyak tekanan kerja,
stress 
dll.
 2.
 
Machine 
(Mesin, peralatan, Infrastruktur). Adalah segala masalah yang terkait dengan aspekperalatan, mesin maupun
physical tools 
lainnya. Misalnya : perawatan mesin-mesin, fasilitaspendukung mesin, ketidaklengkapan mesin/peralatan, pengkalibrasian mesin/tools yang tidakstandar, daya tahan mesin yang lemah, kesulitan dalam penggunaan mesin, mesin tidak
user- operability 
, dst.
 3.
 
Methods 
(Metode dan prosedur kerja). Adalah segala hal masalah terkait dengan metode danprosedur kerja. Misalnya prosedur kerja tidak ada, prosedur kerja tidak jelas, metode sulitdipahami, metode tidak standar, metode tidak cocok, metode yang bertentangan dengan metodelainnya dll.
 4.
 
Materials 
 
(material bahan baku utama, bahan baku penolong).Berkaitan dengan ketersediaanbahan baku utama atau bahan baku penolong yang terkait dengan akar masalah, dengan melihataspek: kualitas bahan baku tidak sesuai standar, bahan baku tidak lengkap, kuantitas bahanbaku tidak seragam, ukuran dan spesifikasi tidak standar dst.
 5.
 
Media 
(media, lingkungan kerja, waktu kerja). Yakni melihat aspek tempat kerja, waktu,lingkungan yang tidak mendukung. Biasanya yang termasuk kategori ini adalah : tempat yangkurang bersih, keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan kurang terang, ventilasi danperedaran udara buruk, faktor kebisingan suara, faktor lantai yang licin/bergelombang/tidak ratadst.
 6.
 
Motivation 
(motivasi,
soft competency 
). Ini terkait dengan sikap kerja, perilaku kerja, budayakerja yang tidak benar ataupun tidak kondusif. Bisa digolongkan seperti : tidak kreatif, tidakproaktif, tidak mau bekerjasama dst.
 7.
 
Money 
(uang dan finansial). Terkait dengan aspek keuangan dan finansial yang belummendukung dan mantap. Misalnya : ketidaktersediaan anggaran.
 
Setelah mengkategorikan masalah tersebut, maka penyelesaian masalah bisa lebih fokus dan solusiyang diberikan akan lebih tepat.
 
SUDAH LAYAKKAH KOTA PEKANBARU MEMILIKIRSUD SENDIRI?
 
(SHOULD PEKANBARU CITY HAVE A PUBLIC HOSPITAL ITSELFS?)
OLEH:
 
MISHBAHUDDIN,AMPrs, SKM,MAHM.
 
(DOSEN MANAJEMEN RUMAH SAKITSTIKES HTP)
 
(KONSULTAN MANAJEMEN RUMAHSAKIT)
 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad merupakan salah satu RSUD dan satu-satunya RSUD rujukan milik Provinsi Riau yang terletak di salah satu kabupaten/kota ProvinsiRiau, yang tepatnya di Ibukota Kota Pekanbaru. Hampir seluruh Kabupaten/Kota di ProvinsiRiau memiliki RSUD, bahkan ada yang lebih dari 1 (satu) RSUD dalam satu Kabupaten. Namunpada kenyataannya, Ibukota Provinsi Riau sendiri tidak mempunyai RSUD yang dimiliki olehKota Pekanbaru. Maka pertanyaannya, Apakah Kota Pekanbaru juga harus memiliki RSUDsendiri seperti Kota/Kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Riau? Dengan melihat kota yangbesar menuju Kota Metropolis dan jumlah penduduk meningkat setiap tahunnya yangberdasarkan website Pekanbaru.go.id, jumlah penduduk Kota Pekanbaru adalah 586.223.Seperti yang diberitakan oleh 2 Media (Riau Pos tanggal 4 November 2008 dan Riau Mandiritanggal 25 Juni 2008), 2 orang Bapak anggota DPRD Kota Pekanbaru menyatakan bahwaPekanbaru perlu memiliki RSUD sendiri sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkanpelayanan maksimal khususnya masyarakat yang kurang mampu karena tidak sedikit jugamasyarakat miskin yang berada di Kota Pekanbaru Bertuah ini. Alternatif lain juga disebutkanbahwa dengan jumlah Puskesmas Rawat Inap (Ranap) di Kota Pekanbaru berjumlah 6 (enam)
 
Puskesmas Ranap yang kemungkinan salah satu Pukesmas tersebut akan dapat dikembangkanmenjadi sebuah RSUD Kota Pekanbaru. Pendapat para wakil rakyat ini juga telah disampaikanoleh Gubernur Riau kita pada saat meresmikan pelaksanaan pembangunan gedung Rumah SakitUmum Muhammadiyah yang lalu mengatakan bahwa meminta Walikota dan Bupati untuk membangun rumah sakit di setiap kecamatan.Ada sebagian pendapat menyatakan bahwa RSUD belum layak dan tidak sanggup untuk didirikan di Kota Pekanbaru (Riau Pos tanggal 1 Juli 2008), dengan alasan adanya RSUD ArifinAhmad milik Provinsi Riau dapat dioptimalkan, serta memerlukan biaya yang sangat besar.Maka pertanyaannya kembali, Apakah cukup sebuah RSUD milik Provinsi Riau tersebut sudahdapat mewakili RSUD di Kota Pekanbaru tanpa harus mendirikan RSUD yang baru?. Berapakahlayaknya RSUD dapat berdiri di suatu Kota/Kabupaten?Menurut Sulastomo, jumlah Tempat Tidur (TT) rumah sakit di Indonesia relatif masih kurangbila dibandingkan dengan Negara lain termasuk kawasan Asia dengan perbandingan jumlahpenduduk, yaitu 0.6 TT per 1.000 penduduk. Sementara Negara tetangga kita, seperti Malaysia2.1 TT per 1.000 penduduk, Singapura 3.5 TT per 1.000 penduduk, dan Negeri Belanda 11 TTper 1.000 penduduk. Menurut hitungan salah satu website bahwa rasio angka standar antaratempat tidur dan jumlah penduduk adalah sekitar 1 banding 800 orang. Tapi, apakah hanyadihitung jumlah tempat tidur milik RSUD saja yang dihitung. Ternyata tidak juga, kita juga harusmelihat rumah sakit lain selain milik pemerintah (
 Red 
-RSUD), apakah RS TNI, Polri, Swasta,maupun RS dibawah Dinas Kesehatan Provinsi Riau sendiri (RS Petala Bumi). Sudahoptimalkah pendirian RS-RS tersebut khususnya RS milik Pemerintah (RSUD)?Setelah kita lihat jumlah tempat tidur tersebut, ternyata Pemerintah sebagai Stakeholderseharusnya mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum membangun dan mendirikan sebuahRSUD. Dalam ilmu manajemen, kita dapat menerapkannnya dalam pelaksanaan pendiriansebuah RS. Ada dikenal 5 unsur manajemen yang umum diterapkan dalam ilmu manajemen,yaitu
dengan nama ‘
5 M’ 
sebelum mempertimbangkan pembangunan RS itu sendiri. Dalamkenyataannya, banyak RS yang hanya menyerahkan bahkan sampai 100% percaya kepadasebuah badan/lembaga dalam proses disain bangunan RS yang kadang-kadang menghasilkan

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Andhy Joe liked this
Andhy Joe liked this
yuhuma_qyu6841 liked this
Mulky Maulana liked this
triening liked this
Tika Indriastari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->