Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ilmu filsafat kesehatan

ilmu filsafat kesehatan

Ratings: (0)|Views: 576 |Likes:
Published by zyahrilnebo

More info:

Published by: zyahrilnebo on May 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

 
ilmu filsafat kesehatan
II. Pengertian Filsafat
 Problem identifikasi untuk memberikan pengertian dalam khazanah intelektual seringkali melahirkanperdebatan-perdebatan yang cukup rumit dan melelahkan. Hampir dalam setiap diskusi berbagai ilmuseringkali terdapat penjelasan
 –
penjelasan pengertian yang tidak jarang memunculkan pengertian-pengertian yang beragam.Keberagaman pengertian ini disebabkan berbagai arah sudut pandang dan focus yang berbeda-bedadiantara para pakar dalam memberikan identifikasi . Dan ini merupakan sebuah kemakluman sebabkajian ilmu adalah kajian abstraksi konseptual maka sangat dimungkinkan masing-masing subyek (parapemikir ) memiliki perbedaan dalam menggunakan paradigma identifikasinya atau proses menemukanmakna dalam sebuah kajian keilmuan. Peradigma tersebut akan menjadi acuan bagi pemikir untukmenentukan sebuah tolok ukur kebenaran dari asumsi-asumsi pembentuk dari konsepnya tersebut.Termasuk dalam persoalan ini adalah apakah yang dimaksud dengan filsafat? Berbagai jawaban yangsangat beragam dapat ditemukan dalam berbagai literatur.Arti bahasaKata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab, yang juga
diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata in
i merupakan katamajemuk dan berasal dari kata-
kata philia (= persahabatan, cinta dsb.) dan sophia (= “kebijaksanaan”).Sehingga arti lughowinya (semantic) adalah seorang “pencinta kebijaksanaan” atau “ilmu”. Sejajar
dengan kata filsafat, kata filosofi juga dikenal di Indonesia dalam maknanya yang cukup luas dan seringdigunakan oleh semua kalangan..Ada juga yang mengurainya dengan kata philare atau philo yang berarti cinta dalam arti yang luas yaitu
“ingin” dan karena itu lalu berusaha untuk mencapai yang
diinginkan itu. Kemudian dirangkai dengankata Sophia artinya kebijakan, pandai dan pengertian yang mendalam. Dengan mengacu pada konsepsiini maka dipahami bahwa filsafat dapat diartikan sebagai sebuah perwujudan dari keinginan untukmencapai pandai dan cinta pada kabijakan .
Seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut “filsuf”. Definisi kata filsafat bisa dikatakanmerupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa dikatakan bahwa “filsafat” adalah studi
yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis , mendeteksiproblem secara radikal, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuksolusi tertentu, serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses kerja ilmiah.Berkaitan dengan konsep filsafat Harun Nasution tanpa keraguan memberikan satu penegasan bahwafilsafat dalam khazanah islam menggunakan rujukan kata yakni falsafah . Istilah filsafat berasal daribahasa arab oleh karena orang arab lebih dulu datang dan sekaligus mempengaruhi bahasa Indonesia
 
dibanding dengan bahasa- bahasa lain ke tanah air Indonesia. Oleh karenanya konsistensi yang patutdibangun adalah penyebutan filsafat dengan kata falsafat.Pada sisi yang lain kajian filsafat dalam wacana muslim juga sering menggunakan kalimat padananHikmah sehingga ilmu filsafat dipadankan dengan ilmu hikmah. Hikmah digunakan sebagai bentukungkapan untuk menyebut makna kearifan, kebijaksanaan. sehingga dalam berbagai literature kitab-kitab klasik dikatakan ba
hwa orang yang ahli kearifan disebut Hukama’.
 Seringkali pula ketika dikaji dalam berbagai literature kitab-kitab pesantren muncul ungkapan-ungkapan
dalam sebuah tema dengan konsep yang dalam bahasa arabnya misalnya kalimat ‘wa qala min ba’di alhukama….”
. dan juga sejajar dengan kata al-hakim yang mengandung arti bijaksana.Misalnya ayat yang berbunyi
Artinya: mereka menjawab: “Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah
Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana [al
baqarah 2: 32].”
 Artinya: serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmahdan pelajaran yang baik danbantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahuitentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yangmendapat petunjuk.(An Nahl:125)
III. Definisi Filsafat Ilmu
Rosenberg menulis “ Philosophy deals with two sets of questions: First, the questions that science –
 physical, biological, social, behavioral
 –
. Second, the questions about why the sciences cannot answer
the first lot of questions”.
 Dikatakan bahwa filsafat dibagi dalam dua buah pertanyaan utama, pertanyaan pertama adalahpersoalan tentang ilmu (fisika,biologi, social dan budaya) dan yang kedua adalah persoalan tentangduduk perkara ilmu yang itu tidak terjawab pada persoalan yang pertama. Dari narasi ini ada dua buahkonsep filsafat yang senantiasa dipertanyakan yakni tentang apa dan bagaimana. Apa itu ilmu danbagaimana ilmu itu disusun dan dikembangkan. Ini hal sangat mendasar dalam kajian dan diskusi ilmiahdan ilmu pengetahuan pada umumnya.yang satu terjawab oleh filsafat dan yang kedua dijawab olehkajian filsafat ilmu.beberapa penjelasan mengenai filsafat tentang pengetahuan. Dipertanyakanlah hal-hal misalnya : Apaitu pengetahuan? Dari mana asalnya? Apa ada kepastian dalam pengetahuan, atau semua hanyahipotesis atau dugaan belaka? Teori pengetahuan menjadi inti diskusi, apa hakekat pengetahuan, apaunsur-unsur pembentuk pengetahuan, bagaimana menyusun dan mengelompokkan pengetahuan, apabatas-batas pengetahuan, dan juga apa saja yang menjadi sasaran dari ilmu pengetahuan.Disinilah filsafat ilmu memfokuskan kajian dan telaahnya. Yakni pada sebuah kerangka konseptual yangmenyangkut sebuah system pengetahuan yang di dalamnya terdapat hubungan relasional antara,pengetahu /yang mengetahui (the Knower) dan yang terketahui /yang diketahui (the known) dan juga
 
antara pengamat (the observer) dengan yang diamati (the observed).Pengertian-pengertian tentang filsafat ilmu, telah banyak dijumpai dalam berbagai buku maupunkarangan ilmiah. Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalanmengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi darikehidupan manusia.Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan integrative yang eksistensi dan pemekarannyabergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu.Filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Objek dari filsafat ilmu adalahilmu pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dankeadaan. Pengetahuan lama menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru.IUntuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat ilmu daribeberapa ahli yang terangkum dalam sejumlah literatur kajian Filsafat Ilmu.
• Robert Ackerman “philosophy of science in one aspect as a critique of current scientifi
c opinions bycomparison to proven past views, but such aphilosophy of science is clearly not a discipline autonomous
of actual scientific paractice”. (Filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu tinjauan kritis tentang
pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yangdikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu jelas bukan suatu kemandiriancabang ilmu dari praktek ilmiah secara aktual.
• Lewis White Beck “Philosophy of science questions and
evaluates the methods of scientific thinkingand tries to determine the value and significance of scientific enterprise as a whole. (Filsafat ilmumembahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan danpentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan)
• Cornelius Benjamin “That philosopic disipline which is the systematic study of the nature of science,
especially of its methods, its concepts and presuppositions, and its place in the general scheme of intellectual discipines. (Cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu,khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknyadalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.)
• Michael V. Berry “The study
of the inner logic if scientific theories, and the relations between
experiment and theory, i.e. of scientific methods”. (Penelaahan tentang logika interen dari teori
-teoriilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.)
• May Brodbeck “Philosophy of science is the ethically and philosophically neutral analysis, description,and clarifications of science.” (Analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukisan dan penjelasan
mengenai landasan
 –
landasan ilmu.
• Peter Caws “Philosophy of science is a part of philosophy, which attempts to do for science what
philosophy in general does for the whole of human experience. Philosophy does two sorts of thing: onthe other hand, it constructs theories about man and the universe, and offers them as grounds for belief 

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Shinta Dewy liked this
Heraldhika Niest liked this
Boh Cucu Karaeng liked this
miftahol liked this
Welly Suwandi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->