Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Terapi topikal pada melasma

Terapi topikal pada melasma

Ratings: (0)|Views: 2,355|Likes:
Published by Made Tirta Saputra

More info:

Published by: Made Tirta Saputra on May 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/02/2013

pdf

text

original

 
PENGOBATAN TOPIKAL PADA MELASMA
ABSTRAK 
Melasma adalah kelainan hipermelanotik umum yang mempengaruhi wajah dan seringdiasosiasikan dengan dampak psikologis terkait. Penanganan melasma merupakan sebuahtantangan dan membutuhkan rencana jangka panjang. Sebagai tambahan selain menghindari faktor - faktor yang dapat memperparah seperti paparan sinar ultravioleh dan pil oral, terapi topikal tetapmerupakan penanganan utama. Beberapa pilihan untuk tatalaksana topikal yang tersedia antara lainadalah hydroquinone (HQ); yang merupakan agen yang paling sering diresepkan. Selain HQ, agentopikal lain dengan tingkat keefektifan klinis yang terbukti berbeda - beda antara lain adalahazelaic acid, kojic acid, retinoids, steroid topikal, glycolic acid, mequinol, dan arbutin. Medikasitopikal dapat memodifikasi berbagai tahapan melanogenesis, yang paling umum adalah dengnamenginhibisi enzim tyrosinase.Terapi kombinasi adalah jenis penatalaksanaan yang dipilih untuk sinergi dan mengurangi efek yang tidak diinginkan. Kombinasi paling populer terdiri dari HQ, steroid topikal, dan retinoic acid.Penggunaan HQ dalam jangka waktu panjang dapat mengacu pada efek - efek yang tidak diinginkan seperti depigmentasi dan ochronosis eksogen. Pencarian alternatif lain yang lebih amankemudian dilakukan dengan mengembangkan berbagai jenis agen baru, beberapa diantaranya berasal dari sumber - sumber natural. Penelitian klinis (clinical trial) yang dirancang dengan baik dibutuhkan untuk mengklarifikasi peranan agen - agen ini dalam penatalaksanaan melasma.
Kata kunci :
 
melasma, agen - agen baru, penatalaksanaan topikal 
.
PENDAHULUAN
Melasma (berasal dari kata Yunani "
melas" 
yang artinya "hitam"). adalah suatu keadaaanhypermelanosit yang terjadi pada bagian kulit yang terpapar sinar matahari. Kelainan ini munculsebagai makula hiperpigmentasi yang simetris, iregular, dan berbatas tegas. Lokasi tempat munculyang paling sering adalah pipi, bibir bagian atas, dagu, dan dahi; namun berbagai area lain yangterpapar sinar matahari juga dapat terkena. Istilah "chloasma" (berasal dari bahasa Yunani'
chloazein
' yang berarti 'hijau') digunakan untuk menggambarkan melasma yang muncul selamamasa kehamilan; bagaimanapun, karena pigmentasi warna tidak benar - benar berwarna hijau,istilah yang seharusnya digunakan adalah "melasma".Walaupun melasma bisa terjadi pada ras apa saja, penyakit ini paling sering ditemui pada orang -orang dengan warna kulit yang lebih gelap (tipe kulit IV - VI) daripada pada orang dengan warnakulit yang lebih terang; dan lebih sering pada kulit berwarna coklat muda, terutama pada orangyang berasal dari Asia Timur, Asia Tenggara, dan Hispanic yang tinggal di daerah dengan paparansinar ultraviolet yang intense. Melasma adalah kelainan pigmen kulit yang paling sering ditemui dikaum Indian. Lebih banyak pada wanita di tahun - tahun reproduktif, tetapi sekitar 10 % darikeseluruhan kasus terjadi pada laki - laki. Penampakan klinis dan histologik dari melasma pada
 
laki - laki dan wanita umumnya sama.
PATOFISIOLOGI
Patofisiologi melasma masih belum sepenuhnya dapat dijelaskan, namun berbagai faktor turutterlibat. Peranan hormon kewanitaan dapat dilihat dari meningkatnya frekuensi kejadian melasma pada kehamilan dan pada mereka yang mengonsumsi pil kontrasepsi oral, terapi-pengganti-estrogen, dan terapi estrogen untuk kanker prostat. Mekanisme induksi terjadinya melasma olehestrogen dapat terkait dengan adanya reseptor estrogen pada melanosit yang menstimulasi seluntuk memproduksi lebih banyak melanin. Faktor genetik dapat dilihat dari terjadinya melasma pada anggota keluarga, dan peningkatan insidensi pada orang - orang Asia dan Hispanik. Faktor lain yang diduga berperan pada etiopatogenesis melasma antara lain adalah fotosensitisasi dan obat- obatan anti-konvulsan, disfungsi thyroid dan ovarium ringan, dan beberapa jenis kosmetitertentu. Salah satu faktor terpenting dalam terjadinya melasma adalah paparan ultraviolet darisinar matahari ataupun sumber - sumber lain. Eksaserbasi melasma secara universal terlihat setelah paparan sinar matahari dalam jangka waktu lama, tetapi pigmentasi memudar setelah melewati periode tertentu dimana subjek dijauhkan dari paparan sinar matahari. Apapun mekanismenya,melasma terjadi pada peningkatan deposisi melanin di epidermis, di dermis (pada melanophage),atau pada keduanya. Jumlah melanosit pada lesi seringkali dilaporkan normal atau meningkat.Melanosome didalam melanosit dan keratinosit dilaporkan memiliki ukuran yang lebih besar.
TIPE MELASMA
Warna lesi bervariasi dari coklat terang hingga coklat gelap kehitaman yang dan mempengaruhi beberapa bagian dari wajah dengan pola yang berbeda - beda. Tiga pola distribusi klinis yang dapatdikenali dari pigmentasi ini adalah : centrofacial, malar, dan mandibular.
 Pola centrofacial 
adalah pola yang paling umum ditemukan dan melibatkan pipi, hidung, dahi, bagian atas bibir, dan dagu
. Pola malar 
melibatkan pipi dan hidung. Ramus mandibularis terlibat pada
 pola mandibula
. Melasma tidak melibatkan membran mukosa.Dengan bantuan pemeriksaan lampu Wood, melasma dapat diklasifikasikan menjadi empat tipe berdasarkan karakter histologi dan kedalaman deposisi pigmennya.
Tipe epidermal 
adalah yang paling umum ditemukan, dimana pigmentasi muncul lebih banyak di bawah sinar lampu Wood.Melanin terdistribusi melalui epidermis; pengobatan topikal dapat bekerja paling baik pada jenismelasma yang ini. Pada
tipe dermal 
, pigmentasi tidak terintensifikasi dengan sinar lampu Wood.Pigmentasi ini terjadi karena banyaknya jumlah melanophages di lapisan dermis. Pada
tipecampuran
, sinar lampu Wood mengintensifikasi pigmentasi pada beberapa daerah, sementaradaerah lain tetap tidak berubah. Pigmentasi ini terjadi karena adanya peningkatan melaninepidermal, dan melanophage dermal. Pemeriksaan lampu Wood tidak memberikan keuntungan apa- apa pada individu dengan warna kulit yang sangat gelap, dan tipe ini diklasifikasikan sebagai
 
"
tipe tidak terdeterminasi
". Klasifikasi ini dapat bekerja sebagian ada tipe - tipe kulit berwarnalebih terang, tetapi tidak pada tipe kulit coklat atau gelap. Lebih jauh, tidak ada korelasi yang baik antara temuan pemeriksaan lampu Wood dan kedalaman pigmentasi secara histologis.Tergantung pada perjalanan penyakitnya, melasma dapat juga diklasifikasikan ke dalam tipe
transient 
dan
 persistent 
. Tipe transient adalah jenis melasma yang menghilang dalam setahunsetelah berhentinya rangsang hormonal seperti pada kehamilan atau penggunaan kontrasepsi oral.Tipe persistent tetap ada pada jangka waktu lebih dari setahun setelah berhentinya rangsanghormonal dan disebabkan oleh sinar ultraviolet dan faktor lain; dengan demikian menggaris bawahi pentingnya terapi melasma dengan cara menghindari paparan sinar matahari.
PENGOBATAN TOPIKAL
Dengan adanya akibat gangguan kosmetik pada wajah, melasma seringkali diasosiasikan denganefek emosional yang signifikan. Tidak ada terapi yang efektof dan spesifik terhadap penyakit ini,-agen - agen yang sudah ada masing masing memiliki efektivitas yang berbeda, dan sering terjadirelapse. Sebagian besar kasus ditangani dengan menggunakan agen topikal tunggal, ataukombinasi. Modalitas terapi yang lain yang digunakan untuk mengatasi kelainan hipermelanosit iniadalah peeling secara kimia dan terapi fisik dalam bentuk sinar laser atau pulsasi sumber sinar yang lain. Semua pasien dengan melasma harus diberi pemahaman mengenai perjalanan natural penyakit dan pentingnya membuat rencana penatalaksanaan jangka panjang. Riwayat lengkaptentang kemungkinan adanya faktor presipitasi atau faktor yang memperberat keluhan harus dicaridan dicatat dengan lengkap, dengan perhatian khusus pada konsumsi obat kontrasepsi oral atau preparat hormonal yang lain, medikasi anti-kejang dan fototoksik, dan penggunaan kosmetika.Penghentian penggunaan kontrasepsi oral dan menghindari paparan sinar matahari dan sumber ultraviolet lainnya disarankan. kekambuhan melasma terjadi pada paparan sinar matahari dan UVyang terus menerus. Ukuran fotoprotektif seperti menghindari kedua hal ini dan penggunaan tabir surya broad spectrum sangat disarankan, walaupun penelitian khusus tentang peranan ini masihkurang. Terapi dengan agen demelinisasi harus diteruskan selama beberapa bulan sebelummunculnya efek benefit yang dapat terlihat. Agen topikal jauh lebih efektif pada melasma tipeepidermal.
pical TreatmentHydroquinone
Hydroquinone (HQ), juga dikenal sebagai dihydroxybenzene, adalah senyawa hidroksifenol yangsecara struktural memliki kemiripan dengan prekursor melanin. Senyawa ini menghambat konversiDOPA ke melanin dengan menginhibisi enzyme tyrosinase. HQ mempengaruhi bukan hanyaformasi, melanisasi dan degradasi melanosome, tetapi juga mempengaruhi struktur membran darimelanosit dan pada akhirnya menyebabkan nekrosis pada keseluruhan melanosit. HQ adalah agenoxidasi yang dapat membuat reaksi pada tube atau botol, merubah warna formula dari putih kekecokelatan. Produk yang sudah mengalami perubahan warna ini adalah tidak efektif dan harus

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->