Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
K100050195

K100050195

Ratings: (0)|Views: 82|Likes:

More info:

Published by: Aiko Cheryl Salsabila on May 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI BUAHJERUK PURUT (
Citrus hystrix
D.C) TERHADAP
Staphylococcus aureus
DAN
 Escherichia coli
 
SKRIPSI
Oleh :
SINTHA SURYANINGRUMK 100050195FAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTASURAKARTA2009
 
 
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang Masalah
Infeksi merupakan penyakit yang di daerah tropis seperti Indonesia karenakeadaan udara yang banyak berdebu. Temperature yang hangat dan lembabsehingga mikroba dapat tumbuh subur. Leadaan tersebut dihitung dengankemudahan transportasi dan keadaan sanitasi yang buruk lebih memudahkanpenyalit infeksi semakin berkembang, untuk mengatasi penyakit infeksi telahdilakukan terapi terutama dengan penggunaan berbagai macam antibiotik, yangmudah ditularkan dari pasien satu kepasien yang lain teritama di rumah sakit yangdikenal dengan nosokomia. Infeksi dapat disebabkan oleh berbagaimikrooganisme seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa. Organisme–organismetersebut dapat menyerang seluruh tubuh manusia (Gibson, 1996)Tanaman jeruk purut tergolong suku Rutaceae. Jeruk purut mempunyaibanyak kegunaan dalam kehidupan manusia. Air daging buah jeruk purutberkhasiat sebagai obat batuk, obat kulit serta abtiseptik (Hutapea, 1993). Buah jeruk purut banyak digunakan untuk menghilangkan bau ikan, pewangi padatepung tawar, dan pencuci rambut.Minyak atsiri buah jeruk purut di peroleh dari daging beserta kulitnyayang masih segar. Minyak ini digunakan bahan obat dan Flavor (pengharum) padamakanan dan minuman (Guenther, 1987)
 
Penelitian yang telah dilakukan Normasani (2003), minyak atsiri dari kulitbuah jeruk nipis mampu menghambat pertumbuhan bakteri
S. aureus
dan
 E. coli
pada konsentrasi 0,625 % v/v dan 1,25 % v/v. Berdasarkan penelitian tersebutmaka dilakukan penelitian untuk mengetahui potensi antibakteri dengan genusyang sama yaitu Citrus. Minyak atsiri mengandung campuran senyawa kimia danbiasanya campuran tersebut sangat komplek Pemilihan bakteri
S. aureus
karena bakteri tersebut merupakan floranormal pada kulit atau daerah saluran pernafasan bagian atas,
 E. coli
merupakanbagian terbesar flora normal usus. Bakteri ini umumnya tidak menyebabkanpenyakit bila masih berada di dalam usus dan baru dapat menyebabkan penyakitbila telah mencapai jaringan di luar traktus internus seperti saluran kencing, paru-paru, saluran empedu, dan selaput otak 
. E.coli
diekresikan dalam jumlah besarpada feses, dapat juga menyebabkan penyakit kulit. Bakteri ini dapat bertahanhidup untuk beberapa hari sampai beberapa minggu di luar tubuh (Jawetz et a
l
;2001)
B.
 
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan suatupermasalahan sebagai berikut :1.
 
Apakah minyak atsiri buah jeruk purut
(Citrus hystrix
DC.
)
mempunyaiaktivitas antibakteri terhadap
Staphylococcus
 
aureus
dan
 Escherichia coli
?

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->