Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buku Resep Pengajaran Moral

Buku Resep Pengajaran Moral

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 2,890|Likes:
Published by Abu Bakar Fahmi
Dalam buku ini, pembaca tidak hanya disajikan berderet-deret teori dan bukti penelitian tentang moral semata. Didalamnya pembaca dapat menyelami beragam resep dan strategi terperinci tentang bagaimana membangun kecerdasan moral. Saat pembaca mulai menjajaki halaman-halaman buku, perlahan-lahan mulai merasakan hamparan khasanah pengkajian moral yang mendalam. Bukan sekedar ketajaman konseptual, tapi juga keluasan praktikal. Membaca buku ini seperti mendapat resep-resep, sebagai obat bagi moral yang sakit.
Dalam buku ini, pembaca tidak hanya disajikan berderet-deret teori dan bukti penelitian tentang moral semata. Didalamnya pembaca dapat menyelami beragam resep dan strategi terperinci tentang bagaimana membangun kecerdasan moral. Saat pembaca mulai menjajaki halaman-halaman buku, perlahan-lahan mulai merasakan hamparan khasanah pengkajian moral yang mendalam. Bukan sekedar ketajaman konseptual, tapi juga keluasan praktikal. Membaca buku ini seperti mendapat resep-resep, sebagai obat bagi moral yang sakit.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Abu Bakar Fahmi on Dec 23, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
Buku Resep Pengajaran Moral
Oleh: Abu bakar Fahmi Melalui renungan-renungan puitisnya, Kahlil Gibran dikenal sebagai salah satu dari berderet nama pujangga besar dunia. Namun, ia bukan hanya sebagai pujangga kenamaan saat bermadah, “anakmu bukanlah anakmu, anakmu adalah anak dari zamannya”. Dari  perenungannya yang dalam atas dimensi kehidupan umat manusia, dia bisa disebut sebagai, tidak hanya pujangga yang menyemburkan kata-kata, tapi juga pendeta yangmenganjurkan moral dan etika.
Mungkin ya, seseorang disebut anak jika secara biologis terlahir dari rahim ibunya. Tapi juga tidak, bahwa selain kepemilikan secara biologis, anak bukanlah anak dari ibunya.Secara psikologis (yang berdimensi individu-kepribadian), sosiologis (dimensi kelompok-kemasyarakatan) dan antropologis (dimensi komunal-kebudayaan), seorang anak lahir darirahim zamannya. Zaman telah bertindak selaku ibu : menyusui, mengasupi, membesarkan,bahkan mendidik anak sehingga mampu bersikap dan berperilaku sesuai kehendak zaman.Sayangnya, zaman tidak selamanya bisa menjadi ibu yang baik!Era Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menghadirkan lingkungan di sekitaranak yang, dalam satu sisi meninggikan harkat hidup yang beradab, pada sisi lain mampumemerosokkan anak pada liang kebiadaban. Perangkat TIK, selain bisa memudahkan hidup, juga memendam potensi merendahkan hidup. Pada era ini, teknologi turut menentukanpenilaian seseorang tentang sesuatu, apakah sesuatu itu benar atau salah. Dalam hal ini,teknologi berperan serta dalam membangun kadar moral seseorang. Moralitas serupa batuyang terus menerus diasah : jadi batu permata jika memancarkan keluhuran, atau jadilempung yang lembek, hitam pekat dan mengotori jika mengalami kelunturan.Namun tidak jarang, orang tua maupun pendidik tersandung oleh buaian perangkat TIK ini : anak-anakyang harusnya mendapat pengajaran moral tidak bisa lagi mengasupnya. Justru anak-anakmengasup pelajaran-pelajaran buruk teknologi zaman ini. Bahkan sampai pada kesimpulanbahwa “televisi, film, video permainan, musik pop, dan iklan memberikan pengaruhterburuk bagi moral mereka karena menyodorkan sinisme, pelecehan, materialisme, seksbebas, kekasaran, dan pengagungan kekerasan” (hlm. 5). Penulis buku ini, Michele Borba,bukan hendak mematikan sumbu optimisme. Ia justru hendak menyalakan optimisme orangtua dan para pendidik bahwa walau teknologi media bisa berpengaruh buruk, media bisa
 
dikendalikan. Lingkungan di sekitar anak bisa menumbuhkan moral yang tinggi. Karena,menurutnya, moralitas bisa diajarkan, dan moral dapat dididik jadi makin cerdas. Melaluibukunya yang bertajuk Membangun Kecerdasan Moral, Tujuh Kebajikan Utama Agar AnakBermoral Tinggi ini, Borba ingin memberi sumbangan bagi proses pencerdasan moral anak.Dan, dalam skala yang lebih luas, upaya pencerdasan moral anak pada dasarnya jugaproses pencerdasan moral bangsa.
Tujuh kebajikan utama
Masih terngiang dalam bilik ingatan, sebuah adegan kekerasan tak lumrah terekam melaluivideo handphone. Medio April 2008 sekelompok remaja putri menganiaya temannya sendiridengan cara memukul bergantian ke arah kepala—organ vital yang menentukan masadepan setiap orang. Dari dialog yang terrekam, korban diperintah menunjukkan sikaphormat pada anggota-anggota geng yang bernama Nero (Neko-neko Dikeroyok). Saatkorban mengangkat tangan ke samping kanan dahinya –seperti layaknya hormatbendera—seorang temannya mendampar wajahnya berkali-kali. Lalu sesekali menjotostepat di hidung dan mulut korban sampai kepala korban terantuk ke belakang. Pertunjukanyang ditampilkan remaja puteri asal Pati itu lebih dari perhelatan di atas ring tinju: tanpasarung tangan, dilakukan dengan keroyokan dan tanpa perlawanan dari pihak lawan. Usutpunya usut, penyebabnya sederhana. Seorang anggota geng Nero mengaku telah dihinaoleh teman sekolahnya. Lalu ia menceritakan persoalan tersebut ke teman-teman anggotagengnya. Persoalan pun diselesaikan dengan cara geng: korban dibawa ke lorong gangBlimbing, Juwana, lalu di dampar dan dijotos mukanya.Kekerasan yang dilakukan remajaputeri di atas tidak akan terjadi manakala tertanam satu dari tujuh kebajikan utama :empati. Adanya empati ini, seseorang mampu memahami perasaan dan kekhawatiran oranglain. Tidak hanya itu, seorang yang berempati mampu menampilkan perilaku yangmengejawantahkan kedalaman pemahaman perasaan dan kehawatiran orang lain itu. “Empati merupakan emosi yang mengusik hati nurani anak ketika melihat kesusahan oranglain. Hal tersebut juga yang membuat anak dapat menunjukkan toleransi dan kasih sayang,memahami kebutuhan oang lain, serta mampu membantu orang yang sedang kesulitan.Anak yang belajar berempati akan jauh lebih pengertian dan penuh kepedulian, danbiasanya lebih mampu mengendalikan kemarahan” (hlm. 21). Dengan terbangunnyaempati, kebijakan utama yang lain, yakni hati nurani, kontrol diri, rasa hormat, kebaikanhati, toleransi dan keadilan turut bersama-sama terbangun. Tujuh kebijakan utama tersebutmerupakan pilar-pilar yang menguatkan kecerdasan moral. Kokohnya pilar-pilar tersebutmembantu anak dalam menghadapi tantangan dan tekanan terhadap moralitas yang akandihadapinya kelak. Ya, kelak, saat dewasa, menghadapi zaman yang lebih canggih,gempita, marak dari zaman yang sedang dihadapi saat ini. Empati banyak diulas oleh DanielGolemen dalam bukunya Emotional Intelligence (1995). Golemen menunjukkan bukti-buktitentang kuatnya peran empati dalam meningkatkan kecerdasan emosi seseorang. Dan bagiBorba, membangkitkan kesadaran dan perbendaharaan ungkapan emosi mampu mengasahketajaman empati seseorang. Ia menunjukkan dua penelitian yang dilakukan oleh JohnGottman, professor psikologi dari Universitas Washington. Gottman melakukan penelitianselama sepuluh tahun terhadap 120 keluarga. Dari hasil penelitian terungkap bahwa anak-anak yang mempunyai orang tua sebagai ‘pelatih emosi’ bisa belajar memahami danmenguasai emosi lebih baik, lebih percaya diri dan lebih sehat secara fisik. Mereka jugamendapat nilai lebih tinggi dalam mata pelajaran matematika dan membaca, mampubersosialisasi, dan kecenderungan stress yang rendah.
Resep terperinci
Dalam buku ini, pembaca tidak hanya disajikan berderet-deret teori dan bukti penelitiantentang moral semata. Didalamnya pembaca dapat menyelami beragam resep dan strategiterperinci tentang bagaimana membangun kecerdasan moral. Saat pembaca mulai

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aku Dan Kamu liked this
Tita Nurani liked this
vzah liked this
vzah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->