Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
materi

materi

Ratings: (0)|Views: 72 |Likes:
Published by Budi Setyo Utomo

More info:

Published by: Budi Setyo Utomo on May 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2012

pdf

text

original

 
BAB 1PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Bayi yang lahir dengan keadaan sehat serta memiliki anggota tubuhyang lengkap dan sempurna merupakan harapan dari seorang Ibu dan seluruhkeluarga. Namun terkadang pada beberapa keadaan tertentu didapati bayi yanglahir kurang sempurna karena mengalami kelainan bentuk anggota tubuh. Salahsatu kelainan adalah kelainan bawaan pada kaki yang sering dijumpai pada bayi yaitu kaki bengkok atau CTEV(
Congenital Talipes Equino Varus
). CTEVadalah salah satu anomali ortopedik kongenital yang sudah lama dideskripsikanoleh Hippocrates pada tahun 400 SM (Miedzybrodzka, 2002).Frekuensi clubfoot dari populasi umum adalah 1:700 sampai 1:1000kelahiran hidup dimana anak laki-laki dua kali lebih sering daripada perempuan. Berdasarkan data, 35% terjadi pada kembar monozigot dan hanya3% pada kembar dizigot. Ini menunjukkan adanya peranan faktor genetika.Insidensi pada laki-laki 65% kasus, sedangkan pada perempuan 30-40% kasus.Pada pasien pengambilan cairan amnion, deformitas ekstrimitas bawah kira-kira mencapai 1-1,4% kasus. Sedangkan pada ibu yang mengalami pecahketuban kira-kira terdapat 15% kasus. Epidemiologi CTEV terbanyak padakasus-kasus amniotik.
1.2RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian CTEV dan amputasi?
2.
Bagaimana pathofisiologi CTEV?
3.
Bagaimana evaluasi diagnostic dari CTEV?
4.
Bagaimana management therapeutic dari CTEV dan amputasi?
5.
Bagaiman prognosis dari CTEV dan amputasi?
6.
Bagaimana perawatan CTEV dan amputasi?
1.3TUJUAN
1
 
1.3.1TUJUAN UMUMa.Agar mahasiswa mengetahui tinjauan terori CTEV dan amputasiserta asuhan keperawatannya dan untuk memenuhi tugasKeperawatan Anak II pada semester VI.1.3.2TUJUAN KHUSUS
a.
Mengetahui pengertian CTEV dan amputasi b.Mengetahui pathofisiologi CTEVc.Mengetahui evaluasi diagnostik d.Mengetahui management therapeutice.Mengetahui prognosis
f.
Mengetahui bagaimana perawatan CTEV dan amputasi
BAB 2
2
 
TINJAUAN TEORI CTEV
2.1PENGERTIAN
Menurut Donna Wong (1995),
Clubfoot 
adalah istilah umum yangdigunakan untuk menggambarkan deformitas umum dimana kaki berubah/bengkok dari keadaan atau posisi normal. Beberapa dari deformitaskaki termasuk deformitas ankle disebut dengan
talipes
yang berasal dari kata
talus
(yang artinya ankle) dan
 pes
(yang berarti kaki). Deformitas kaki danankle dipilah tergantung dari posisi kelainan ankle dan kaki. Deformitas talipesdiantaranya:a)Talipes varus : inversi atau membengkok ke dalam b)Talipes valgus : eversi atau membengkok ke luar c)Talipes equinus : plantar fleksi dimana jari-jari lebih rendanh daripada tumitd)Talipes calcaneus : dorsofleksi dimana jari-jari lebih tinggi daripada tumit
Clubfeet 
yang terbanyak merupakan kombinasi dari beberapa posisidan angka kejadian yang paling tinggi adalah tipe talipes equinovarus (TEV)dimana kaki posisinya melengkung kebawah dan kedalam dengan berbagaitingkat keparahan. Unilateral clubfoot lebih umum terjadi dibandingkan tipe bilateral dan dapat terjadi sebagai kelainan yang berhubungan dengan sindromalain seperti aberasi kromosomal, artrogriposis (imobilitas umum dari persendian), cerebral palsy atau spina bifida.Frekuensi clubfoot dari populasi umum adalah 1 : 700 sampai 1 :1000 kelahiran hidup dimana anak laki-laki dua kali lebih sering daripada perempuan. Berdasarkan data, 35% terjadi pada kembar monozigot dan hanya3% pada kembar dizigot. Ini menunjukkan adanya peranan faktor genetika.Menurut Chris Brooker alih bahasa oleh Estu Tiar, (2008), talepes
ekuinofarus
ditandai oleh tumit yang tertarik ke atas, kaki mengalami inverse,tibia mengalami aduksi (dalam posisi ekuinovarus). Penanganannya biasanyamencakup manipulasi, penggunaan bidai dalam posisi yang diinginkan ataudalam bebrapa kasus ditangani dengan intervensi bedah.
2.2PATHOFISIOLOGI
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->