Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Kajian Filsafat Hermeneutika

Makalah Kajian Filsafat Hermeneutika

Ratings: (0)|Views: 17 |Likes:
Published by i_soim

More info:

Published by: i_soim on May 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2012

pdf

text

original

 
FILSAFAT HERMENEUTIKA: STUDI TENTANG FILSAFATBAHASA DAN PARA TOKOHNYA
Makalah Pada Mata Kuliah:FILSAFAT ILMUDisusun Oleh: N a m a :
MOH. KHUAILID
 N I M :
505930012
Dosen Pengampu:PROF. DR. H. CECEP SUMARNA, M.Ag
PROGRAM PASCASARJANASTAIN CIREBONTAHUN 2009
1
 
 
FILSAFAT HERMENEUTIKA : STUDI TENTANG FILSAFAT BAHASADAN PARA TOKOHNYAA. PENDAHULUAN
Salah satu ciri khas filsafat dewasa ini adalah perhatiannya kepada bahasa. Tentusaja, bahasa bukan merupakan tema baru dalam filsafat. Minat untuk masalah-masalahyang menyangkut bahasa telihat sepanjang sejarah filsafat, sudah sejak permulaannya diYunani. Namun demikian, perhatian filosofis untuk bahasa itu belum pernah begitu umum, begitu luas dan begitu mendalam seperti dalam abad ke-20. Dikatakan pula bahwa padazaman ini bahasa memainkan peranan yang dapat dibandingkan dengan
being 
(ada) dalamfilsafat klasik dulu. Karena terdapat kemiripan tertentu, yaitu keduanya bersifat universal.Hanya saja
being 
adalah universal dari sudut objektif: “ada” meliputi segala sesuatu; apasaja merupakan
being 
. Sedangkan bahasa adalah universal dari sudut subjektif: bahasameliputi segala sesuatu yang dikatakan dan diungkapkan.; makna atau arti hanya timbuldalam hubungan dengan bahasa. Bahasa adalah tema yang dominan dalam filsafat Eropakontinental maupun filsafat Inggris dan Amerika. Di mana-mana dapat kita saksikan the
linguistic turn
; di mana-mana refleksi filosofis berbalik kepada bahasa. Dan tidak sedikitaliran mengambil bahasa sebagai pokok pembicaraan yang hampir eksklusif, sepertimisalnya hermeneutika, strukturalisme, semiotika, dan filsafat analitis.
1
Teori tentang asal-usul bahasa telah lama menjadi obyek kajian para ahli, sejak dari kalangan psikolog, antropolog, filsuf maupun teolog, sehingga lahirlah sub-sub ilmudan filsafat bahasa, di antaranya yaitu hermeneutika. Sifat ilmu pengetahuan adalah selalu berkembang dan berkaitan antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu yang lain.Hermeneutika sering dikelompokkan dalam wilayah filsafat bahasa, meskipun ia bisa jugamengklaim sebagai disiplin ilmu tersendiri. Khususnya hermeneutika yang semula sangatdekat kerjanya dengan
 Biblical Studies
, dengan munculnya buku
Truth and Method 
(1960)oleh Hans-Geor Gadamer, maka hermeneutika mengembangkan mitra kerjanya pada semuacabang ilmu. Gadamer mendasarkan klaimnya pada argumen bahwa semua disiplin ilmu,
1
K. Bertens,
 Panorama Filsafat Modern
, Jakarta: Penerbit Teraju, 2005, Cet. Ke-1,, h. 167-168.
2
 
1
 
termasuk ilmu alam, mesti terlibat dengan persoalan
understanding 
yang muncul antarahubungan subyek dan obyek.
2
Hermeneutika adalah kata yang sering didengar dalam bidang teologi, filsafat, bahkan sastra. Hermeneutik Baru muncul sebagai sebuah gerakan dominan dalam teologiProtestan Eropa, yang menyatakan bahwa hermeneutika merupakan “titik fokus” dari isu-isu teologis sekarang. Martin Heidegger tak henti-hentinya mendiskusikan karaktehermeneutis dari pemikirannya. Filsafat itu sendiri, kata Heidegger, bersifat (atau harus bersifat) “hermeneutis”.
3
Sesungguhnya istilah hermeneutika ini bukanlah sebuah kata baku, baik dalamfilsafat maupun penelitian sastra; dan bahkan dalam bidang teologi penggunaan term inisering muncul dalam makna yang sempit yang berbeda dengan penggunaan secara luasdalam “Hermeneutika Baru” teologis kontemporer.
4
Hermeneutika selalu berpusat pada fungsi penafsiran teks.
5
Meski terjadi perubahan dan modifikasi radikal terhadap teori-teori hermeneutika, tetap saja berintikanseni memahami teks. Pada kenyataannya, hermeneutika pra-Heidegger (sebelum abad 20)tidak membentuk suatu tantangan pemikiran yang berarti bagi pemikiran agama, sekalipuntelah terjadi evaluasi radikal dalam aliran-aliran filsafat hermeneutika. Sementara itu,hermeneutika filosofis dan turunannya dalam teori-teori kritik sastra dan semantik telahmerintis jalan bagi tantangan serius yang membentur metode klasik dan pengetahuanagama.
6
Metode hermeneutika lahir dalam ruang lingkup yang khas dalam tradisi Yahudi-Kristen. Perkembangan khusus dan luasnya opini tentang sifat dasar Perjanjian Baru,dinilai memberi sumbangan besar dalam mengentalkan problem hermeneutis dan usaha berkelanjutan dalam menanganinya.
2
Komaruddin Hidayat,
 Memahami Bahasa Agama; Sebuah Kajian Hermeneutik 
, Jakarta:Paramadina, 1996, Cet. Ke-1, h, 28.
3
Richard E. Palmer,
 Hermeneutics Interpretation Theory in Schleirmacher, Dilthey, Heidegger,and Gadamer 
diterjemahkan oleh Masnuri Hery dan Damanhuri dengan judul
 Hermeneutika; Teori Baru Mengenai Interpretasi
, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005, Cet. Ke-2, h. 3.
4
Richard E. Palmer,
 Ibid,
h. 4.
5
Konsep “teks” di sini tak terbatas pada sesuatu yang tertulis, tapi meliputi pula ujaran, penampilan, karya seni, dan bahkan peristiwa. Di sini sebenarnya bisa pula dikatakan interpretasi “tekssosial”. Bahkan simbol-simbol pun, sebenarnya merupakan teks. Termasuk simbol-simbol dalam mimpiseseorang. Lihat Audifax,
 Hermeneutika dan Semiotika
,,www.groups.yahoo.com/group/psikologi_transformatif.
6
Henry Salahuddin,
Studi Analitis Kritis Terhadap Filsafat Hermeneutik Alquran
, dalam Blog padaWordPress.com.
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->