Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
42Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh PTK

Contoh PTK

Ratings: (0)|Views: 5,309|Likes:
Published by Enin Ira Suprianto
Silahkan dipelajari contoh PTK ini untuk bapa/ibu guru mgmp sains fisika yang ingin mengajukan kenaikan pangkat, mumpung lagi ada penilaian
Silahkan dipelajari contoh PTK ini untuk bapa/ibu guru mgmp sains fisika yang ingin mengajukan kenaikan pangkat, mumpung lagi ada penilaian

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Enin Ira Suprianto on May 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA. Deskripsi Masalah
Permasalahan pembelajaran sains fisika di SMPN 1 Cimahi yang paling utamaadalah kurang diterapkannya pembelajaran siswa aktif. Sebagian guru sains fisika lebih banyak menggunakan metode ceramah, suatu metode yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi mengenai suatu masalah secara lisan denganharapan siswa mendapat informasi mengenai suatu masalah tertentu. Hal ini dapatdipahami,mengingat SMPN 1 Cimahi belum memiliki laboratorium IPA yang representatif.Pembelajaran dengan metode ini kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk  berinteraksi dengan sesamanya. Kegiatan belajar lebih bersifat individual. Keberhasilan pembelajaran dengan metode ini tergantung kepada retensi siswa dan dramatisasi guru.Siswa yang mempunyai kemampuan mengingat yang baik akan terus dapat mengikuti pelajaran gurunya, sedang siswa yang tidak mempunyai kemampuan mengingat yang baik akan terus tertinggal.1
 
Hasil penelitian
 National Training Laboratories
(Suyanto,1996:2) menemukan keterkaitanantara proses pembelajaran dengan retensi siswa. Semakin rendah keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, semakin rendah retensi siswa akan apa yang dipelajari. Sebaliknya,semakin tinggi keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, semakin tinggi daya ingat siswaakan apa yang dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian ini kemudian disusun piramida belajar yang menggambarkan berbagai tingkat retensi siswa berdasarkan proses pembelajarannya.Proses pembelajaran dengan metode ceramah paling mudah dilupakan. Metode pembelajaranyang memberi kesempatan pada siswa untuk banyak terlibat di dalamnya seperti praktik langsung dan mengajarkan atau menerapkan apa yang dipelajari, meningkatkan daya ingatsiswa. Hal ini seperti apa yang dikatakan oleh
Confucius, ”I see and I forget, I hear and I remember, I do and I understand”.
 Pembelajaran sains fisika berdasarkan belajar aktif lebih menekankan peranan siswauntuk belajar. Oleh karena itu guru memiliki peranan penting untuk menciptakan kondisi yangmemungkinkan siswa mengembangkan dirinya sebagai siswa aktif. Pengembangan pembelajaran siswa aktif ini mengubah kegiatan pembelajaran yang berpusat pada guru(
teacher centered 
) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (
 student centered 
). Peranguru pada proses pembelajaran yang berpusat pada siswa ini bukan sebagai satu-satunyasumber informasi yang maha penting, tetapi bergeser sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Kondisi ini memberi konsekuensi kepada guru agar lebih memberi kesempatan pada siswa untuk memperkaya pengalaman belajarnya melalui berbagai kegiatanmengeksplorasi lingkungan melalui interaksi aktif dengan teman, lingkungan dan nara sumber lain.Pembelajaran yang berpusat pada siswa (pembelajaran siswa aktif)lebih menekankan kepada cara belajar siswa untuk mengembangkan keterampilanmemproses perolehan (keterampilan proses). Melalui kegiatan pengembangan kegiatanketerampilan-keterampilan memproseskan perolehan, siswa akan mampu menemukandan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Dengan demikian, keterampilan-keterampilan itu akan menjadi roda penggerak penemuan fakta, pengembangan faktadan konsep serta penumbuhan dan pengembangan sikap dan nilai (Semiawan,dkk,1986:18).Sebagai guru yang harus profesional di bidangnya,guru IPA dituntut untuk dapatmenciptakan strategi atau model pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan mudah2
 
dipahami sehingga tercipta iklim belajar yang kondusif, membangkitkan motivasi, inovasi dankreativitas peserta didik untuk terus belajar.
Carin dan Sund 
(1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusunsecara teratur, berlaku umum (universal), dan berupa kumpulan data hasil observasi daneksperimen”.Merujuk pada pengertian IPA itu, maka dapat dipahamkan bahwa hakikat IPA meliputi empatunsur utama yaitu:1.
sikap
: rasa ingin tahu tentang benda, fenomena alam, makhluk hidup, serta hubungan sebabakibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar; IPA bersifat
open ended;
2.
proses
: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah; metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis, perancangan eksperimen atau percobaan, evaluasi, pengukuran, dan penarikan kesimpulan;3.
produk 
: berupa fakta, prinsip, teori, dan hukum;4.
aplikasi
: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari.Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satusama lain. Sementara itu penulis menyadari ,pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1)memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan
 pengukuran
berbagai besaran fisis, (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya
 pengamatan empiris
dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian sehari-hari yang memerlukan pembuktian secarailmiah, (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar fisika, yaitu sebagai penerapan fisika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam, (4)memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalammenjawab berbagai masalah. Namun guru harus menyadari juga akan ketiadaan peralatan urgen seperti alat-alatukur ,yang seharusnya tidak boleh diabaikan. Kondisi nyata yang dihadapi penulis, dimanalingkungan di luar sekolah - siswa mengenali ICT dengan kemajuan teknologi yang pesat,sementara di lingkungan sekolah siswa belum mendapatkannya; dalam kondisi inilah guruharus menjembatani ketimpangan sektor kelebihan di luar sekolah terhadap sektor kekurangan3

Activity (42)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
dede_sc liked this
Rahma Yelli liked this
Reza Fahmi liked this
Nina Jihan liked this
Esthi Wikantini liked this
Anggun Pratiwi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->