Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH KELOMPOK 3

MAKALAH KELOMPOK 3

Ratings: (0)|Views: 772|Likes:
Published by Ajeng Ginanjar

More info:

Published by: Ajeng Ginanjar on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/20/2015

pdf

text

original

 
Kemiskinan Di Perkotaan (Pengemis)
BAB IPENDAHULUAN
A.
 
Latar BelakangArus urbanisasi ke semakin besar seiring dengan pertumbuhan ekonomi regional. Di sisi lain,kesempatan kerja yang tersedia dan peluang berusaha di ternyata tidak mampu menampungpelaku-pelaku urbanisasi karena keterbatasan keterampilan yang dimiliki di daerah asal sehinggamenimbulkan salah satu masalah yaitu terjadinya pengemis.Kota-kota besar di Indonesia, tumbuh juga secara baik dan bahkan menjadi pusat-pusatpertumbuhan ekonomi. Salah satu persoalan yang muncul adalah kesenjangan atau ketimpanganyang semakin besar dalam pembagian pendapatan antara berbagai golongan pendapatan, antaradaerah perkotaan dan pedesaan. Ini berarti juga bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat belumberhasil untuk menanggulangi masalah kemiskinan, seperti pengangguran dan masalah sosial-ekonomi lainnya, seperti gelandangan dan pengemis.Berdasarkan pengumpulan data, menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebabterjadinya Pengemis adalah faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor penyebab ini dapat terjadisecara parsial dan juga secara bersama-sama atau saling mempengaruhi antara satu faktor denganfaktor yang lainnya. Oleh karena itu, pemecahan masalahnya harus mencakup dua faktor secaraumum yang tadi, yakni internal dan eksternal. Prinsipnya adalah upaya pencegahan dilakukan didaerah asal sehingga mereka tidak terdorong untuk meninggalkan desanya dan mencaripenghasilan di kota dengan cara membuka pekerjaan di desa. Sedangkan di sisi lain, prinsipnyaadalah penanggulangan yaitu di temp
at tujuan “harus” ditanggulangi atau ditangani sehingga
mereka tidak lagi tertarik untuk menjadi Pengemis di kota, karena tidak akan memperolehpenghasilan lagi.B.
 
Rumusan Masalah
 
Apa yang di maksud dengan pengemis?
 
Faktor apa saja yang mempengaruhi adanya pengemis?
 
Kemiskinan Di Perkotaan (Pengemis)
 
Dampak apa yang ditimbulkan dengan adanya pengemis?
 
Alternative solusi apa saja yang dapat diberikan?C.
 
Tujuan Penulisan
 
Memahami apa esensi dari definisi pengemis.
 
Mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi adanya pengemis.
 
Mengetahui dampak-dampak yang ditimbulkan dengan adanya pengemis.
 
Mengetahui alternative solusi yang dapat diberikan.D.
 
Metode penulisanDalam penulisan makalah ini, kelompok kami menggunakan metode pengumpulan datadengan:
 
Kajian Pustaka
 
Browsing Internet
 
Kemiskinan Di Perkotaan (Pengemis)
BAB IIPEMBAHASAN
A.
 
Definisi KemiskinanIstilah kemiskinan tentu sudah tidak asing lagi, tetapi jawaban atas pertanyaan apa itukemiskinan masih
multi-interpretable.
Secara sangat sederhana, Levitan mendefinisikankemiskinan sebagai suatu kondisi kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yangdibutuhkan untuk mencapai suatu standar hidup yang layak. Sementara itu, Bappenasmerumuskan kemiskinan ini sebagai situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karenadikehendaki oleh si miskin, melainkan karena tidak dapat dihindari oleh si miskin, serta tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. Hal ini tercermin dalam lemahnyakemauan untuk maju, rendahnya kualitas sumber daya manusia, lemahnya nilai tukar hasilproduksi, rendahnya pendapatan dan terbatasnya modal yang dimiliki, rendahnya danterbatasnya kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan.Uraian tersebut secara simpikatif memperlihatkan dua cara pandang dalam menyorotifenomena kemiskinan. Pandangan pertama melihat kemiskinan sebagai suatu proses,sedangkan pandangan kedua melihat kemiskinan sebagai suatu akibat atau fenomena didalam masyarakat. Sebagai suatu proses, kemiskinan mencerminkan kegagalan suatu sistemmasyarakat dalam mengalokasikan sumber daya dan dana secara adil. Pandangan inimelahirkan konsep tentang kemiskinan relatif yang sering dikenal dengan sebutankemiskinan struktural. Sebaliknya, pandangan tentang kemiskinan sebagai suatu fenomenaatau gejala dari suatu masyarakat melahirkan konsep kemiskinan absolut.Walaupun secara sepintas ada perbedaan pandangan tentang definisi kemiskinan, tetapi jika dikaji hubungan sebab akibat dari kemiskinan itu, maka dapat disimpulkan bahwa keduakonsep tersebut tidak dapat dipisahkan. Jika di dalam suatu masyarakat terjadi ketidakadilandalam pembagian kekayaan, maka sebagian anggota masyarakat yang posisinya lemah akanmenerima bagian kekayaan terkecil. Kerena itu golongan yang lemah ini akan menjadimiskin. Sebaliknya jika sebagian anggota masyarakat itu miskin, maka golongan ini akanmempunyai posisi yang lemah dalam penentuan pembagian kekayaan di dalam masyarakat

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Cah Bagoes liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->