Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Injeksi Larutan Kapur untuk Menurunkan Plastisitas Tanah

Injeksi Larutan Kapur untuk Menurunkan Plastisitas Tanah

Ratings: (0)|Views: 640|Likes:
Published by Sumi Sumiyanto
Artikel ini dimuat dalam Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa 2012. Stabilisasi tanah lempung lunak dengan injeksi larutan kapur dimaksudkan untuk perbaikan tanah di bawah jalan raya.
Artikel ini dimuat dalam Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa 2012. Stabilisasi tanah lempung lunak dengan injeksi larutan kapur dimaksudkan untuk perbaikan tanah di bawah jalan raya.

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: Sumi Sumiyanto on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/01/2013

pdf

text

original

 
Dinamika Rekayasa Vol. 8 No. 1 Februari 2012ISSN 1858-3075
Efektivitas Injeksi Larutan Kapuruntuk Menurunkan Plastisitas Tanah Lempungsebagai Upaya Mengatasi Kerusakan Jalan Raya
Effectiveness Limes Solution Injection to reduce Clay Plasticityas Effort of Highway Damage Recovery
Sumiyanto
#1
, Arwan Apriyono
#2
 
masumiyanto@yahoo.comarwan_civil00@yahoo.co.id
Prodi Teknik Sipil Jurusan Teknik Fakultas Sains dan Teknik Universitas Jenderal Soedirman 
 Abstract 
 — 
Highway built on high plasticity clay will be easily damaged by ground shrinkage flower essence. Stabilization of clay bymixing lime is a repairement method that has been proven quite effective. However, this method is difficult to be applied in existingroad because demolition must be done. Stabilization of clay using lime solution injection is the method proposed to overcome theproblems of expansive clay under the existing highway, therefore demolition is not required. This study was conducted to obtaineffective parameters influencing the distance lime solution injection sites and time required for complete stabilization process. Thisresearch was conducted in labotarorium by injection experiments. Test results shows indications of soil plasticity decrease, especiallythe value of plasticity index (PI) and liquid limit (LL). PI decreases from 24.74% to 19.5% and LL decrease from 52.32% to 45%.Based on data analysis it appears that the time required for complete lime solution injection (effective time) has not been obtained inthis test. Based on test data, until the day 28 value of soil plasticity index is still low. In this study obtained effective distanceinfluencing the injection solution of lime is 100 cm. The distance is still need to be enlarged by increasing the high pressure.
Keyword 
 — 
Limes Solution, Injection, Clay Plasticity, Highway Damage
P
ENDAHULUAN
 Sebagian besar kerusakan jalan raya di Indonesiakhusunya di Pulau Jawa disebabkan oleh kembangsusut tanah dasarnya yang berupa lempung denganplastisitas tinggi (Suherman, 2003). Pada musim hujantanah lempung menjadi lunak sedangkan pada musimkemarau tanahnya susut (Supriyono, 1995). Sifatkembang susut inilah yang akan menyebabkanperkerasan jalan cepat rusak. Upaya stabilisasi padatanah lempung sudah banyak dilakukan denganmencampurkan stabilisator seperti kapur, semen,kombinasi semen dan abu terbang, GEOSTA, aspal danlain-lain (Hatmoko & Lulie, 2007). Metode ini memilikikelemahan ketika digunakan untuk stabilisasi tanahpada jalan raya yang sudah ada (existing), karena harusmembongkar kembali jalan raya tersebut.Metode alternatif untuk mengatasi masalah tersebutpernah dikembangkan dengan menggunakan metodekolom kapur (Apriyono & Sumiyanto, 2008), namunhanya efektif pada radius 40 cm karena kapur yangberbentuk bubuk sulit untuk menyebar. Selanjutnya(Pratama, 2010) telah melakukan modifikasi stabilisasidengan mencampurkan larutan kapur dengan tanahlempung dan memberikan hasil cukup baik.Pengembangan metode injeksi larutan kapur padatanah dasar jalan raya merupakan modifikasi darimetode kolom kapur (Apriyono & Sumiyanto, 2008)dengan bahan stabilisasi dalam bentuk larutan kapur.Penggunaan bahan stabilisasi yang berbentuk larutandiharapkan akan meningkatkan jarak (radius) efektifnya,sehingga kelemahan kolom kapur dapat diatasi. Metodeini akan mengatasi kesulitan pada jalan raya yangsudah ada (existing), karena tidak memerlukanpembongkaran. Gambaran aplikasi dilapangan nantinyaditunjukan dalam Gambar 1 dan Gambar 2. Injeksilarutan kapur di lapangan dilaukan dengan memasangtabung-tabung injeksi dengan jarak D. Tabung-tabunginjeksi tesebut dihubungkan dengan reservoir yangberisi larutan kapur. Akibat tekanan larutan kapur akanmengalir melalui pori-pori tanah ke sekitar tabung injeksi,sehigga tanah lempung akan mengalami prosesstabilisasi
Gambar 1 Skema injeksi larutan kapur pada potongan melintang jalan.
 
Sumiyanto dan Arwan ApriyonoEfektifitas Injeksi Larutan Kapur untuk Menurunkan Plastisitas Tanah LempungSebagai Upaya Mengatasi Kerusakan Jalan Raya : 1
 –
6
2
Gambar 2 Skema injeksi larutan kapur pada potongan memanjang jalan.
Selain dari sisi teknis, kapur merupakan material yangcukup melimpah, hal ini dapat di lihat dari banyaknyapegunungan kapur di Indonesia. Sebagai contoh untukKabupaten Banyumas saja potensinya lebih dari 483 juta ton (Anonim, 2009). Bersadarkan kondisi ini makakapur menjadi sangat berpotensi untuk dikembangkanmenjadi bahan stabilisasi tanah lempung di Indonesia.Untuk keperluan aplikasi masih diperlukan parameter jarak antar lubang dan waktu injeksi yang dibutuhkan.Berkaitan dengan hal tersebut penelitian bertujuan untukmenentukan:1) Jari-jari efektif pengaruh injeksi larutan kapurterhadap proses stabilisasi.2) Waktu efektif yang diperlukan untuk prosesstabilisasi dengan injeksi larutan kapur.Mineral-mineral lempung merupakan silikat berlapisyang tersusun dari lapisan tetrahedron SiO4. Menurut(Chen, 1975), mineral lempung terdiri dari tigakomponen penting yaitu montmorillonite, illite dankaolinite. Lempung yang memiliki kadar montmorilinitetinggi sering menimbulkan masalah dalam geologi teknik(Verhoef, 1989).Tanah lempung ekspansif memiliki kecenderunganmengalami proses kembang susut, jika memiliki nilaiindeks plastisitas (PI) yang tinggi >20% (Das, 1993).Identifikasi awal untuk menyelidiki potensi mengembangtanah, bisa dilakukan dengan 2 tahap yaitu :pengamatan retakan dan pengembangan secara visualdilapangan dan pengujian batas konsistensi tanah dilaboratorium. Jika tanah ekspansif memiliki nilai batascair > 40% dan nilai indek plastisitas > 20% perludilakukan penyelidikan lebih lanjut.(Sutrisno, 2001).Metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasitanah lempung ekspansif ada dua cara yaitu defraksisinar X dan metode indek tunggal (Bowles, 1984).Metode indek tunggal dapat dilakukan dengan uji batasatterberg, uji susut linier, uji pengembangan bebas, danuji tekanan pengembangan. Uji pengembangan bebasdikembangkan oleh Vijayvergiya pada tahun 1973,menggunakan alat konsolidasi (Coduto, 1994).Salah satu metode untuk mengatasi permasalahankembang susut tanah lempung adalah mencampurkankapur. Metode stabilisasi ini dikembangkan dengandidasarkan pada tiga mekanisme (Ingles & Metcalf,1974):1) Pengikatan mineral lempung akibat terjadinyapertukaran ion dari tanah Na+ dan H+ dengan ionCa
++
dari kapur.2) Reaksi pozolan antara kalsium dari kapur denganSiO
2
, Al
2
O
3
dan FeO
3
dari tanah.3) Reaksi karbonasi.Pada metode pencampuran langsung tanah dengankapur, stabilisasi terjadi akibat mekanisme pertama dankedua, sedangkan mekanisme ketiga kontribusinya tidakbesar sehingga sering diabaikan. Pada stabilisasidengan larutan kapur, reaksi yang terjadi diharapkanoleh mekanisme pertama yaitu pertukaran ion. Kapurdalam bentuk larutan akan lebih mudah dalam reaksipertukaran ion dari pada pertukaran kering.Stablisasi dengan mencampurkan kapur pada tanahlempung telah banyak diteliti dan salah satunya oleh(Fathani & Adi, 1999) terbukti dapat memperbaiki sifat-sifat tanah lempung. Penelitian yang dilakukan oleh(Hatmoko & Lulie, 2007), menunjukkan bahwapenambahan kapur pada tanah ekspansif menurunkantekanan dan potensi pengembangan dengan angkayang cukup signifikan. Berdasarkan penelitian yangdilakukan oleh (Manasseh & Olufemi, 2008), kapurmemberikan efek stabilisasi yang paling baik pada kadarsekitar 8%. Sedangkan menurut hasil penelitian(Sharief & Mohamed, 2000) didapatkan kadar kapuroptimum adalah sekitar 4%. Berdasarkan penelitianyang dilakukan oleh (Hafes, et all 2008), prosesspozolanik pada stabilisasi lempung dengan kapur akanberlangsung lama, yaitu umur 90 hari dan sampai 120hari. Menurut hasil pengujian (Lara, et all 2005),menunjukkan bahwa perawatan selama prosesstabilisasi paling tidak perlu dilakukan sampai umur 100 jam.M
ETODE
P
ENELITIAN
 Material tanah lempung yang akan digunakan sebagaibahan penelitian ini diambil dari daerah PasrenPurbalingga. Hal ini didasarkan pada pengamatan visualyang menunjukkan indikasi berupa tanah tanah lempungekspansif. Sedangkan bahan stabilisasi yang akandigunakan dalam penelitian ini adalah kapur padamCa(OH)2 yang merupakan jenis kapur ini banyak dijualdipasaran sebagai material bahan bangunan. Peralatanutama yang diperlukan untuk melakukan penelitianadalah alat pengujian batas konsistensi tanah, kotak ujidan alat injeksi, dengan rincian sebagai berikut ini:
 
Dinamika Rekayasa Vol. 8 No. 1 Februari 2012ISSN 1858-3075
3
1) Alat uji konsistensi tanah untuk menguji batas cair,batas plastis dan indek plasisitas tanah.2) Kotak pengujian merupakan ukuran 3m x 3m dengantinggi 40 cm, yang dilapisi terpal sebagai bahankedap air (Gambar 3).3) Peralatan injeksi merupakan alat untukmenginjeksikan larutan kapur dalam tanah (Gambar4a).4) Reservoir larutan kapur (Gambar 4b) yang dilengkapiselang penghubung tabung injeksi.
Gambar 3 Skema pengujian injeksi larutan kapur.Gambar 4 (a)Tabung injeksi; (b) beserta selang penghubung reservoir.
Secara garis besar, tahapan penelitian dibagi menjadidua tahap, yaitu pengujian pendahuluan dan pengujianutama. Pengujian pendahuluan dilakukan untukmendapatkan sifat-sifat fisik dan indek tanah yaitu, berat jenis, batas cair, batas plastis, indek plastisitas dangradasi tanah.Penelitian utama dilakukan untuk melakukanpengujian tanah yang distabilisasi dengan larutan kapur.Pada penelitian utama ini dilakukan dalam beberapatahap, yaitu: persiapan alat dan bahan (Gambar 5),tahap injeksi dan tahap pengujian sampel tanah. Tahappengujian sampel dilakukan pada hari ke 3, 7, 14, 21dan 28, yang meliputi pengujian, batas cair, batasplastis dan indek plastisitas. Sampel yang diuji diambilpada jarak 20 cm, 60 cm, 100 cm dan 140 cm daritabung injeksi (Gambar 6). Pengambilan sampel ujidilakukan dengan tabung diameter 2 inchi, danselanjutnya lubangnya ditutup lagi dengan tanahkembali.
Gambar 5 Persiapan pengujian injeksi larutan kapur.Gambar 6 Skema pengujian injeksi larutan kapur.
H
ASIL DAN
P
EBAHASAN
 Berdasarkan data uji gradasi nampak bahwa butiranhalusnya yang lolos ayakan nomor 200 sebanyak 86%(lebih dari 50%). Berat jenis tanah hasil pengujiansebesar 2,66. Batas-batas konsistensi hasil pengujianadalah LL sebesar 52,32% dan IP sebesar 24,74%,sehingga dikelompokan plastisitas tinggi. Berdasarkandata-data tersebut termasuk kelompok tanah lempungdengan plastistas tinggi (CH).Pada penelitian ini selanjutnya digunakan kapursejumlah 3 kg untuk dilarutkan dalam air sejumlah 10liter, hal ini mengacu pada penelitian terdahulu(Pratama, 2010). Larutan yang digunakan adalahlarutan yang sudah diendapkan sehingga tidakmengandung butiran kapur. Hal ini dimaksudkan agar

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->