Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penyimpangan Sosial PSK (Laporan Hasil Observasi

Penyimpangan Sosial PSK (Laporan Hasil Observasi

Ratings: (0)|Views: 4,080|Likes:
Published by Ajeng Ginanjar

More info:

Published by: Ajeng Ginanjar on May 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2013

pdf

text

original

 
1
BAB 1PENDAHULUANA.
 
Latar Belakang Masalah
Masalah pelacuran bukanlah menjadi hal yang baru di Indonesia. Pelacuran itusendiri merupakan profesi yang sangat tua usianya, setua umur kehidupan manusia itusendiri (Kartono, 1997). Fenomena tersebut kemudian berlanjut di dalam kurun waktuantara 1942-1945, pada masa penjajahan Jepang banyak wanita Indonesia yang dijadikansebagai seorang pelacur yang disebut sebagai
 Jugun Ian Fu
. Fenomena pelacuran tersebutberlangsung hingga saat ini.Definisi pelacuran sendiri merupakan suatu bentuk transaksi bisnis yangdisepakati olehpihak yang terlibat sebagai suatu yang bersifat jangka pendek yang memungkinkan satuorang atau lebih mendapatkan kepuasan seks dengan metode yang beraneka ragam(Perkins & Bannet dalam Koentjoro 2004).
B.
 
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka peneliti merumuskan beberapapertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian ini. Dengan demikian dapat dirumuskanmasalah utama dari penelitian ini adalah :1.
 
Apa pengertian dan tipe-tipe pelacur?2.
 
Apa saja faktor penyebab seseorang menjadi Pelacur?3.
 
Apa saja akibat yang timbul dari adanya Pelacuran?4.
 
Bagaimana alternatif kebijakan yang diambil pemerintah untuk mengatasi masalahPelacuran?
C.
 
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengertian, penyebab,dampak serta peran pemerintah dalam mengatasi masalah pelacuran.
 
2
D.
 
Manfaat Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk perkembangan ilmu psikologis, khususnya dibidang Psikologi Klinis dalam rangkaperluasan teori, dan dapat digunakan sebagai bahan penunjang penelitian lebih lanjut.
E.
 
Sistematika Penulisan
Penelitian ini dirancang dengan susunan sebagai berikut :BAB I : PENDAHULUANBerisikan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,sistematika penulisan, serta metode penelitian.BAB II : LANDASAN TEORIBagian ini berisikan tinjauan teoritis yang menjadi acuan dalam pembahasan masalah.BAB III : PEMBAHASANBAB IV : HASIL PENELITIANBerisi uraian singkat hasil penelitianBAB V :KESIMPULAN DAN SARANBerisi tentang kesimpulan dari hasil yang diperoleh, dan saran yang berhubungan denganhasil penelitian.
F.
 
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam hal ini adalah metodepengumpulan data, responden dan lokasi penelitian, alat bantu pengumpulan data,prosedur penelitian serta analisis data. Selain itu juga memuat teknik pengambilansubjek/ responden yang akan digunakan dalam penelitian.
 
3
BAB 2LANDASAN TEORI
Prof. W.A Bonger mengatakan prostitusi adalah gejala kemasyarakatan diamanwanita menjual diri melakukan perbuatan-perbuatan seksual sebagai mata pencaharian.Menurut P.J DE Bruine Van Amstel menyatakan bahwa prostitusi adalah penyerahan diridari wanita kepada banyak laki-laki dengan pembayaran.Menurut peraturan pemerintah daerah DKI Jakarta Raya tahun 1967 mengenaipenanggulanagn masalahh pelacuran, menyatakan sebagai berikut. Wanita tuna susilaadalah wanita yang mempunyai kebiasaan melakukan hubungan kelamin diluarperkawinan baik dengan imbalan jasa ataupun tidak. Sedangkan peraturan pemerintahdaerah tingkat 1 Jawa Barat untuk melakukan pembatasan dan penerbitan masalahpelacuran, menyatakan sebagai berikut. Pelacur adalah mereka yang biasa melakukanhubungan kelamin diluar pernikahan yang sah. Kedua peraturan tersebut menekankanmasalah hubungan kelamin diluar pernikahan, baik dengan mendapatkan imbalanpembayaran maupun tidak. Sedangkan pasal 29 KUHP mengenai preostitusi tersebutmenyatakan: barang siapa yang pekerjaanya dan kebiasaannya, dengan sengajamengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain, dihukum denganhukuman penjara selama-lamanya.Pengertian ini sama dengan definisi yang dinyatakan oleh T.S.G Mulya denganteman-teman dalam ensiklopedia Indonesia. Jelasnya, pelacuran itu bisa dilakukan baik oleh kaum wanita dan peria. Jadi, ada persamaan predikat pelacur antara laki-laki danwanita yang bersama-sama melakukan perbuatan hubungan kelamin diluar perkawinan.Dalam hal ini, perbuatan cabul tidak hanya berupa hubungan kelamin diluar nikah saja,akan tetapi termasuk pula peristiwa homoseksual dan permainan seksual lainnya.

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
agusmursidi liked this
Mapenda Btg liked this
Mapenda Btg liked this
Muhammad Hafidzh liked this
Ecan On Sephen liked this
Yuyun Hartati Dm liked this
Dya Mutiara liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->