Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
94Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dzikrullah

Dzikrullah

Ratings:

4.9

(10)
|Views: 4,512 |Likes:
Published by Suyanto

More info:

Published by: Suyanto on Dec 25, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

 
Dzikrullah
Oleh : Abu Sangkan Paraning WisesaDaftar IsiHal :BabIPerjalanan Menuju Illahi 2Bab IIMakna Syariat 6Bab IIIEtika Islam 13Bab IVHakikat Manusia 17Bab VMenyucikan Jiwa 26Bab VIHati 30Bab VIIBerguru Kepada Allah 36BabVIIIMembuka Hijab 48Bab IXPatrap/Dzikir 61"Ya Allah, Ajari Kami Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu' Beribadah"
FANI BACHSIN,
PERUMAHAN GRAMAPURI TAMANSARI C3-09, CIBITUNG 17520,
021-88333487
1
 
Bab I
Perjalanan Menuju Illahi
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Segala puji bagi Allah, yang maha mengetahui seluruh rahasia tersembunyi dan dimanahati mukminin bergetar tatkala mendengar asma-Nya. Shalawat dan salam semogatercurah pada penghulu sekalian Rasul, penyempurna risalah Ilahi beserta keluarganya.Saya ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi rekan jamaah dzikrullah di nusantaradalam kontribusinya pada syiar Islam di bidangnya masing-masing. Dan kepada bapak H.Slamet Oetomo, saya juga menghaturkan terima kasih atas wejangannya yang bermanfaatdalam menuju kehadirat Ilahy. Dalam kesempatan ini, saya akan sampaikan perjalanan pengalaman keruhanian saya sertaapa dan bagaimana wejangan H. Slamet Oetomo tersebut. Sebelum saya bertemu denganPak Haji, demikian H. Slamet Oetomo biasa dipanggil, saya tinggal di sebuah pesantren diBogor. Sebuah pesantren yang menekankan nilai-nilai ajaran tasawufnya Imam Algazaly.Kami dikondisikan dengan suasana nizham tasawuf yang cukup ketat.Namun anehnya, semakin dalam saya menekuni dunia tasawuf akhlakiah ini (bukan tarikahseperti Naqshabandiyah, atau yang lain) justru saya mengalami rasa jenuh yang luar biasa.Saya merasakan lelah yang sangat hebat. Dalam beribadah dan bersyariat pun terasabanyak yang masih terlewatkan. Belum lagi tuntutan kualitas dalam melakukannya.Saya merasa tidak mungkin melaksanakan ajaran Islam secara total yakni melaksanakanayat per ayat yang jumlahnya 6666 itu, ditambah lagi dengan hadist yang jumlahnyamencapai ratusan ribu.Saya pernah berpikir betapa ajaran Islam ini susah sekali untuk diamalkan, padahalkita terlanjur tahu tentang segala kewajiban harus dilakukan .Baik yang berupa laranganmaupun perintah.Dan didalam Alquran sendiri dalam surat Al-Baqarah 208 menyatakan : Wahai orang yang beriman masuklah kalian dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turutlangkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu.Tiba-tiba saya menjadi sangat ngeri membaca peringatan ayat ini. Sebab kata “Kaafah”dalam ayat tersebut berarti keseluruhan ajaran Islam, dimana dalam pemahaman saya,kita harus melaksanakan ajaran Islam ini dengan total tanpa pilih-pilih lagi. Namun, terasasekali betapa berat dalam merealisasikan tuntutan Al Qur’an tersebut, padahal sayasudah berupaya dengan sungguh-sungguh.Mulai dari menjaga pandangan dari perbuatan maksiat serta shalat-shalat sunnah dengandiiringi puasa nabi dawud dan mendawamkan wudhu’, sampai-sampai di tengah banyakorang tidur lelap, saya tidak ketinggalan tahajjud. Keadaan ini saya lakukan selamabertahun-tahun, namun begitu melihat bahwa ajaran Islam tidak hanya itu, saya punmengalami kebingungan. Karena terasa bahwa saya masih jauh dari kata ‘kaffah’.
FANI BACHSIN,
PERUMAHAN GRAMAPURI TAMANSARI C3-09, CIBITUNG 17520,
021-88333487
2
 
Terus apanya yang salah?Mulailah saya bertanya dalam diri, apakah ada yang salah dalam ibadah saya? Sayaberpikir bahwa hanya diri saya yang mengalami kegelisahan tersebut namun ternyatabanyak keluhan serupa terlontar dari ikhwan-ikhwan yang juga ketat dalam menjagasyariat.Kalaulah saya tidak takut dosa mungkin saya akan mencari jalan lain untuk mendapatkankedamaian dan ketentraman. Saya juga mengintip apa yang dilakukan orang lain dalammencari kedamaian dan ketentraman. Dari sekian banyak yang saya temui melihat perilakuorang lain dalam mencari solusi.Tidak salah lagi kebathinan dan dunia klenik mistis perdukunan jadi pelabuhan jiwanya.Sementara sebagian lagi terjebak oleh retorika ilmiah yang disajikan dengan memisahkantidak ada hubungannya dengan agama sama sekali., apalagi dengan dunia mantra-mantra.Dalam hal ini saya tidak akan membahas mengenai bagaimana dan tidak akan membukaperdebatan masalah apa yang dilakukan orang lain. Dari pergolakan jiwa saya yangmenggelegak itulah saya bertemu dengan H. Slamet Oetomo.Lewat butiran mutiara nesehatnya itulah, saya mengambil kesimpulan bahwa tidak akanpernah ada dan mampu manusia di kolong semesta ini untuk berIslam dengan ‘kaffah’,kecuali mendapatkan karunia dan bimbingan Allah secara langsung.Didalam renungan saya yang sangat mengherankan. Betapa tidak, sedikitpun saya tidakpernah merencanakan benci atau marah terhadap seseorang yang menyinggung hati. Tapikenapa benci dan marah itu datang tanpa bisa saya cegah. Namun sebaliknya kenapa untukberbuat baik dan ikhlash harus memerlukan tenaga dan upaya yang sangat luar biasa.Kenapa kebaikan tidak menjadi terasa ringan dan mudah sehingga tak terasa beban dalamfikiran maupun perasaan. Rasa marah berganti senyum, rasa benci menjadi kasih sayang,dari tidak khusyu’ menjadi khusyu’ dan seterusnya. Dan seharusnyalah sifat-sifat baik inimengalir seperti ilham yang menuntun perilaku kita.Suatu malam, saya keluhkan hal ini kepada Allah tentang keletihan hati dan ketidakmampuan untuk berbuat lebih banyak menjalankan syariat Islam. Saya pasrah dan mohonbimbingan agar ditunjukkan kejalan yang diridhoi.Selama ini kita dipaksa untuk percaya terhadap suatu keyakinan tanpa pernah memahamimengapa kita harus meyakininya. Keadaan inilah yang menyebabkan keyakinan seseorangakan mudah lepas dan selalu dalam keraguan.Misalnya begini, si Ahmad memberitahu Salman bahwa gula itu rasanya manis. Beritadari Ahmad ini adalah bentuk informasi yang memaksa Salman untuk percaya (wajibul yakin) kemudian dilanjutkan untuk melakukan memakan gula tersebut dan apa yangdikatakan oleh Ahmad ternyata benar bahwa gula yang baru saja dimakannya rasanyabenar-benar manis.Pada tingkat ini pengetahuan Salman bertambah dari wajibul yakin menjadi ainul yakin(merasakan sendiri) kemudian menjadi haqqul yakin, karena ia betul-betul mengalami
FANI BACHSIN,
PERUMAHAN GRAMAPURI TAMANSARI C3-09, CIBITUNG 17520,
021-88333487
3

Activity (94)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Idruss Sulaiman liked this
Nur Kholiq liked this
nabilah liked this
za//ahir liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->