Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Evaluasi Kbk Dalam Kaitannya Dengan Peningkatan Mutu Lulusan Pendidikan

Evaluasi Kbk Dalam Kaitannya Dengan Peningkatan Mutu Lulusan Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 195|Likes:
Published by M Saikhul Arif

More info:

Published by: M Saikhul Arif on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/22/2013

pdf

text

original

 
EVALUASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DALAMKAITANNYA DENGAN PENINGKATAN MUTU LULUSANPENDIDIKAN
A. Pendahuluan
 Selama ini model kurikulum yang berlaku adalah model kurikulum yang bersifat akademik.Kurikulum yang demikian cenderung terlalu berorientasi pada isi atau bahan pelajaran.Berdasarkan hasil beberapa penelitian ternyata model kurikulum yang demikian kurangmampu meningkatkan kemampuan anak didik secara optimal. Hal ini terbukti dari rendahnyakualitas pendidikan kita dibandingkan dengan negara lain. Sebagai contoh bahwa di beberapanegara Asean menunjukkan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada padatingkat terendah, untuk mata pelajaran matematika berada pada urutan ke 32 pada tingkatSLTP. Bukti ini hanya sebagian kecil saja dari keterpurukan output pembelajaran yangselama ini dikembangkan berdasarkan kurikulum akademik yang berlaku.Dampak lain dari implementasi kurikulum akademik ini ternyata tidak mampu memberikannilai etika, moral, dan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan siswa dimanapun ia berada.Maka jika dievaluasi kira-kira mata pelajaran apa yang lemah dalam aspek kurikulumnya,maka diantaranya adalah pelajaran PPKn dan Agama.Berdasarkan fenomena tersebut, maka inovasi kurikulum melalui KBK sudah mulaidilakukan untuk menghindari keterpurukan lebih jauh. KBK setidaknya membekalikompetensi paling dasar atau paling tidak memberikan esensi pokok dari setiap matapelajaran, dengan demikian diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata bagikehidupan anak secara nyata dan langsung dirasakan sehari-hari. Pada bahasan selanjutnyapenulis ingin mengembangkan tulisan mengenai evaluasi kurikulum KBK.
B. Konsep Evaluasi Kurikulum
 Dalam memahami pelaksanaan evaluasi kurikulum, maka sebelumnya penulis inginmengetengahkan konsep dari evaluasi itu sendiri. Menurut Guba dan Lincoln bahwa Evaluasidinyatakan sebagai suatu proses memberikan pertimbangan mengenai nilai- dan arti sesuatu
 
yang dipertimbangkan. Sesuatu yang dipertimbangkan itu bisa berupa orang, benda, kegiatan,keadaaan atau sesuatu kesatuan tertentu. Evaluasi kurikulum adalah proses penerapanprosedur ilmiah untuk menentukan nilai atau efektivitas suatu kegiatan dalam membuatkeputusan tentang program kurikulum. Evaluasi sistem kurikulum berkaitan denganmanajemen kurikulum yang dimulai dari tahap
input evaluation
,
 process evaluation
,
output evaluation
dan
outcomes evaluation.
Bertujuan untuk mengukur tercapainya tujuan danmengetahui hambatan-hambatan dalam pencapaian tujuan kurikulum, mengukur danmembandingkan keberhasilan kurikulum serta mengetahui potensi keberhasilannya,memonitor dan mengawasi pelaksanaan program, mengidentifikasi masalah yang timbul,menentukan kegunaan kurikulum, keuntungan, dan kemungkinan pengembangan lebih lanjut,mengukur dampak kurikulum bagi kinerja TKPD (Bushnell dalam Harris dan Desimone:1994).
 Evaluasi
merupakan kebutuhan dan mutlak diperlukan dalam suatu sistem kurikulum,karena berkaitan langsung dengan setiap komponen dalam sistem instruksional, dalamseluruh tahapan disain, dan pengembangan kurikulum. Asumsi dasar yang digunakan dalamevaluasi kurikulum dapat berupa spesifik yang ditujukan kepada pengukuran potensi dankinerja manusia dalam hal ini tenaga kependidikan.Dari pendapat di atas, maka da dua pokok yang menjadi karakteristik evaluasi, yaitu:1.
 
evaluasi merupakan suatu proses atau tindakan. Tindakan tersebut dilakukan untuk memberi makna atau nilai sesuatu. Dengan demikian evaluasi bukanlah hasil atauproduk;2.
 
evaluasi berhubungan dengan pemberian nilai atau arti. Artinya berdasarkan hasilpertimbangan evbaluasi apakah sesuatu itu mempunyai niai atau tidak. Dengan katalain evaluasi dapat menunjukkan kualitas yang dinilai.Konsep nilai dan arti dalam suatu evaluasi kurikulum memiliki makna yang berbeda.Pertimbangan nilai adalah pertimbangan yang ada dalam kurikulum itu sendiri. Dalam artiapakah program dalam kurikulum itu dapat dimengerti oleh guru atau tidak. Sedangkankonsep Arti berhubungan dengan kebermaknaan suatu kurkulum. Misalnya apakah kurikulumyang dinilai memberikan arti untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa, apakahkurikulum itu dapat merubah cara belajar siswa kepada yang lebih baik.Dari hasil evaluasi kurikulum dan hubungannya dengan konsep
nilai
dan
arti
ini bisa terjadievaluator menyimpulkan bahwa kurikulum yang dievaluasi itu cukup sederhana dan
 
dimengerti guru akan tetapi tidak memiliki arti untuk meningkatkan kualitas pembelajaransiswa. Sebaliknya, kurikulum yang dievaluasi itu memang seikit rumit untuk dioterpkan olehguru akan tetapi memiliki nilai yang berarti untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.Menurut ahli kurikulum diantaranya Oliva (1988), menjelaskan bahwa pengembangankurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir, meliputi perencanaan,implementasi dan evaluasi. Maka evaluasi itu sendiri merupakan bagian yang terintegrasidalam suatu proses pengembangan kurikulum. Rumusan tentang tujuan evaluasidikemukakan oleh Purwanto an Atwi (1999: 75) yaitu: (1) mengukur tercapainya tujuan danmengetahuai hambatan-hambatan dalam pencapaian tujuan kurikulum, (2) mengukur danmembandingkan keberhasilan kurikulum serta mengetahui potensi keberhasilannya, (3)memonitor dan mengawasi pelaksanaan program, mengidentifikasi permasalahan yangtimbul, (4) menentukan kegunaan kurikulum, keuntungan, dan kemungkinanpengembangannya lebih lanjut, (5) mengukur dampak kurikulum bagi peningkatan kinerjaSDM.Kurikulum dapat dipandang dari dua sisi,
 pertama,
kurikulum sebagai suatu programpendidikan atau kurikulum sebagai suatu dokumen;
kedua,
kurikulum sebagai suatu prosesatau kegiatan. Dalam proses pendidikan kedua sisi ini sama pentingnya, seperti dua sisi darisatu mata uang logam. Evaluasi kurikulum haruslah mencakup kedua sisi tersebut, baik evaluasi terhadap kurikulum yang ditempatkan sebagai suatu dokumen yang dijadikanpedoman juga kurikulum sebagai suatu proses, yakni implementasi dokumen secarasistematis.Jika melihat KBK, maka sudah memiliki beberapa komponen pokok yaitu kompetensi,pengalaman, strategi pembelajaran dan media, rencana evaluasi keberhasilan. Berikut adalahkeatan evaluasi terhadap kurikulum:
1) Evaluasi tujuan dan kompetensi yang diharapkan dicapai oleh setiap anakyang sesuai dengan visi dan misi lembaga.
 Dalam evaluasi kurikulum seperti ini maka pokok yang akan dinilai adalah aspek tujuan ataukompetensi yang diharapkan dalam dokumen kurikulum, yaitu mencakup :1.
 
Apakah kompetensi yang harus dicapai oleh setiap anak didik sesuai dengan misi danvisi sekolah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->