Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Evaluasi Model

Evaluasi Model

Ratings: (0)|Views: 124 |Likes:
Published by M Saikhul Arif

More info:

Published by: M Saikhul Arif on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

 
 1
MODEL CIPP
Model Evaluasi CIPP Model evaluasi CIPP yang dikemukakan oleh Stufflebeam &Shinkfield (1985) adalah sebuah pendekatan evaluasi yang berorientasi pada pengambilkeputusan (a decision oriented evaluation approach structured) untuk memberikan bantuankepada administrator atau leader pengambil keputusan. Stufflebeam mengemukakan bahwahasil evaluasi akan memberikan alternatif pemecahan masalah bagi para pengambil keputusan.Model evaluasi CIPP ini terdiri dari 4 hurup yang diuraikan sebagai berikut:
A.
 
Evaluasi Konteks (Context)
Evaluasi Konteks adalah upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan,kebutuhan yang tidak terpenuhi, populasi dan sampel yang dilayani dan tujuan program.Evaluasi Konteks menghasilkan informasi tentang macam-macam kebutuhan yang telahdiatur prioritasnya agar tujuan dapat diformulasikan.Evaluasi konteks meliputi penggambaran latar belakang program yang dievaluasi,memberikan perkiraan kebutuhan dan tujuan program, menentukan sasaran program danmenentukan sejauh mana tawaran ini cukup responsif terhadap kebutuhan yang sudahdiidentifikasi. Penilaian konte
ks dilakukan untuk menjawab pertanyaan “Apakah tujuan
yang ingin dicapai, yang telah dirumuskan dalam program Benar-benar dibutuhkan oleh
masyarakat ?”
 
B.
 
Evaluasi Masukan (Input)
Evaluasi terhadap masukan menyediakan informasi tentang masukan yang terpilih , butir-butir kekuatan dan kelemahan, strategi dan desain untuk merealisasikan tujuanEvaluasi masukan dilaksanakan dengan tujuan dapat menilai relevansi rancangan program,strategi yang dipilih, prosedur, sumber baik yang berupa manusia (guru, siswa) atau matapelajaran serta sarana prasarana yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telahditentukan.Singkatnya masukan (input) merupakan model yang digunakan untuk menentukanbagaimana cara agar penggunaan sumberdaya yang ada bisa mencapai tujuan serta secaraesensial memberikan informasi tentang apakah perlu mencari bantuan dari pihak lain atautidak. Aspek input juga membantu menentukan prosedur dan desain untuk mengimplementasikan programC.
 
Evaluasi Proses (Process)Evaluasi Proses dilaksanakan dengan harapan dapat memperoleh informasi mengenaibagaimana program telah diimplementasikan sehari- hari didalam maupun diluar kelas,pengalaman belajar apa saja yang telah diperoleh siswa, serta bagaimana kesiapan guru dansiswa dalam implementasi program tersebut dan untuk memperbaiki kualitas program dariprogram yang berjalan serta memberikan informasi sebagai alat untuk menilai apakahsebuah proyek relatif sukses/gagal
Evaluasi proses menunjuk pada pertanyaan “apa” kegiatan yang dilakukan dalam program, “kapan” kegiatan akan selesai, dan “siapa” yang ditunjuk se
bagai penanggung jawab programD.
 
Evaluasi Produk (Product)
 
 2
Evaluasi produk mengakomodasi informasi untuk meyakinkan dalam kondisi apa tujuandapat dicapai dan juga untuk menentukan jika strategi yang berkaitan dengan prosedur danmetode yang diterapkan guna mencapai tujuan sebaiknya berhenti, modifikasi ataudilanjutkan dalam bentuk yang seperti sekarang.Evaluasi produk meliputi penentuan dan penilaian dampak umum dan khusus suatuprogram, mengukur dampak yang terantisipasi, mengidentifikasi dampak yang tak terantisipasi, memperkirakan kebaikan program serta mengukur efektifitas program.
TENTANG HOMESCHOOLING KAK SETO
Setiap anak mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Sedapatmungkin setiap anak memperoleh pendidikan yang layak bagi diri mereka. Namun, daripengalaman di lapangan menunjukkan banyak anak mendapatkan pengalaman yang kurangmenyenangkan selama bersekolah. Sebut saja, kasus bullying, bentakan dan kekerasan dari gurubahkan pemasungan kreativitas anak. Pengalaman-pengalaman yang kurang berkesan tersebutmenimbulkan phobia terhadap sekolah (school phobia) bagi anak dan orangtua.Penyeragaman kemampuan dan keterampilan semua anak untuk seluruh bidang turutmematikan minat dan bakat yang tentunya berbeda-beda, karena setiap anak adalah unik. Lebih jauh lagi, kurikulum yang terlalu padat dan tugas-tugas rumah yang menumpuk membuatkegiatan belajar menjadi suatu beban bagi sebagian anak.Surabaya sebagai kota metropolitan kedua setelah Jakarta, memiliki ciri-ciri seperti padaumumnya kotabesar. Yaitu kota perdagangan yang sibuk,kota yang tak pernah tidur, mobilitaspenduduk tinggi, tingkat polusi yang tinggi akibat asap pabrik dan kendaraan bermotor. Hal-hal tersebut memicu kesulitan belajar bagi anak, Diantaranya banyak anak harus membagiwaktu antara belajar dan membantu orang tuanya berdagang. Anak-anak yang sibuk 
 
 3
mengembangkan kariernya sebagai artis, atlet atau pemusik. Sehingga membuat mereka sulitmenyesuaikan diri dengan jadwal yang padat dan tugas yang menumpuk dari sekolah. Selain ituorangtua yang sering berpindahkotakarena tugas membuat anak harus sering beradaptasi padalingkungan yang baru. Kondisi lingkungankotayang polusi menyebabkan banyak anak rentansakit dan gangguan kesehatan lain sehingga tidak masuk sekolah dan tertinggal pelajaran.Melihat kondisi tersebut, maka perlu dicarikan solusi alternatif bagi anak-anak yangkurang cocok dengan sistem pendidikan formal. Salah satu bentuknya adalah kegiatanhomeschooling. Sekolah rumah atau homeschooling, menurut direktur Pendidikan MasyarakatDepartemen Pendidikan Nasional Ella Yulaelawati, adalah proses layanan pendidikan yangsecara sadar, teratur dan terarah dilakukan oleh orangtua atau keluarga. Proses belajar mengajarhomeschooling pun berlangsung dalam suasana kondusif.
Homeschooling dan Sekolah Umum
 Pada hakekatnya, homeschooling maupun sekolah umum, sama-sama sebagai saranauntuk menghantarkan anak-anak mencapai tujuan pendidikan seperti yang diharapkan. Tapihomeschooling dan sekolah memiliki perbedaan.Sistem sekolah, tanggung jawab pendidikan anak didelegasikan orangtua kepada gurudan pengelola sekolah. Sistem terstandarisasi untuk memenuhi kebutuhan anak secara umum.Jadwal belajar seragam untuk seluruh siswa, pengaturan dan penentuan kurikulum dan materipengajaran terpusat.Pada homeschooling, tanggung jawab pendidikan anak sepenuhnya berada di tanganorangtua. Sistem disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga, jadwal belajarfleksibel, tergantung kesepakatan anak dan orangtua, materi belajar dan kurikulum ditentukanoleh orangtua. Orangtua dapat mengembangkan potensi-potensi intelegensi yang dimiliki anak karena potensi setiap anak berbeda dan unik.
Home Schooling Kak Seto
 Dari sekian banyak homeschooling yang ada di Indonesia, salah satunya Home SchoolingKak Seto (HSKS) menawarkan konsep yang berbeda. Dengan mengusung Brand Image Kak Seto sebagai psikolog, tokoh Nasional yang peduli Anak dan pendidikan, serta iconhomeschooling dan pendidikan alternatif. HSKS adalah sekolah alternatif yang menempatkananak-anak sebagai subyek 
dengan pendekatan secara ”at home” atau di rumah. Sehingga anak 
-anak merasa nyaman belajar, karena mereka mereka dapat belajar apapun sesuai dengan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->