Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tujuan, Fungsi Dan Manfaat Filsafat Penidikan

Tujuan, Fungsi Dan Manfaat Filsafat Penidikan

Ratings: (0)|Views: 87|Likes:
Published by M Saikhul Arif

More info:

Published by: M Saikhul Arif on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/22/2012

pdf

text

original

 
Diposkan oleh sunny di 08:55 . Kamis, 02 April 2009 Label: fungsi dan manfaat filsafat, Tujuan  4. Tujuan, fungsi dan manfaat filsafatMenurut Harold H. Titus, filsafat adalah suatu usaha memahami alam semesta, maknanyadan nilainya. Apabila tujuan ilmu adalah kontrol, dan tujuan seni adalah kreativitas,kesempurnaan, bentuk keindahan komunikasi dan ekspresi, maka tujuan filsafat adalahpengertian dan kebijaksanaan (understanding and wisdom).Dr Oemar A. Hoesin mengatakan: Ilmu memberi kepada kita pengatahuan, dan filsafatmemberikan hikmah. Filsafat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akanpengetahuan yang tersusun dengan tertib, akan kebenaran. S. Takdir Alisyahbana menulisdalam bukunya: filsafat itu dapat memberikan ketenangan pikiran dan kemantapan hati,sekalipun menghadapi maut. Dalam tujuannya yang tunggal (yaitu kebenaran) itulah letaknyakebesaran, kemuliaan, malahan kebangsawanan filsafat di antara kerja manusia yang lain.Kebenaran dalam arti yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya baginya, itulah tujuan yangtertinggi dan satu-satunya.Bagi manusia, berfilsafat itu bererti mengatur hidupnya seinsaf-insafnya, senetral-netralnyadengan perasaan tanggung jawab, yakni tanggung jawab terhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya, baik Tuhan, alam, atau pun kebenaran. Radhakrishnan dalam bukunya, History of Philosophy, menyebutkan: Tugasfilsafat bukanlah sekadar mencerminkan semangat masaketika kita hidup, melainkan membimbingnya maju. Fungsi filsafat adalah kreatif,menetapkan nilai, menetapkan tujuan, menentukan arah dan menuntun pada jalan baru.Filsafat hendaknya mengilhamkan keyakinan kepada kita untuk menompang dunia baru,mencetak manusia-manusia yang menjadikan penggolongan-penggolongan berdasarkan'nation', ras, dan keyakinankeagamaan mengabdi kepada cita mulia kemanusiaan.Filsafat tidak ada artinya sama sekali apabila tidak universal, baik dalam ruang lingkupnyamaupun dalam semangatnya. Studi filsafat harus membantu orang-orang untuk membangunkeyakinan keagamaan atas dasar yang matang secara intelektual. Filsafat dapat mendukungkepercayaan keagamaan seseorang, asal saja kepercayaan tersebut tidak bergantung padakonsepsi prailmiah yang usang, yang sempit dan yang dogmatis. Urusan (concerns) utamaagama ialah harmoni, pengaturan, ikatan, pengabdian, perdamaian, kejujuran, pembebasan,dan Tuhan.Berbeda dengan pendapat Soemadi Soerjabrata, yaitu mempelajari filsafat adalah untuk mempertajamkan pikiran, maka H. De Vos berpendapat bahwa filsafat tidak hanya cukupdiketahui, tetapi harus dipraktekkan dalam hidup sehari-sehari. Orang mengharapkan bahwafilsafat akan memberikan kepadanya dasar-dasar pengetahuan, yang dibutuhkan untuk hidupsecara baik. Filsafat harus mengajar manusia, bagaimana ia harus hidup secara baik. Filsafatharus mengajar manusia, bagaimana ia harus hidup agar dapat menjadi manusia yang baik dan bahagia. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan filsafat adalah mencarihakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logika (kebenaran berpikir), etika (berperilaku),
 
maupun metafisik (hakikat keaslian).5. Aliran-aliran dalam filsafatAliran-aliran yang terdapat dalam filsafat sangat banyak dan kompleks. Di bawah ini akankita bicarakan aliran metafisika, aliran etika, dan aliran-aliran teori pengetahuan.a. Aliran-aliran metafisikaMenurut Prof. S. Takdir Alisyahbana, metafisika ini dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu(1) yang mengenai kuantitas (jumlah) dan (2) yang mengenai kualitas (sifat).Yang mengenaikuantitas terdiri atas (a)monisme, (b) dualisme, dan (c) pluralisme. Monisme adalah aliranyang mengemukakan bahwa unsur pokok segala yang ada ini adalah esa (satu). MenurutThales: air menurut Anaximandros: 'apeiron' menurut Anaximenes: udara. Dualisme adalahaliran yang berpendirian bahwa unsure pokok sarwa yang ada ini ada dua, yaitu roh danbenda. Pluralisme adalah aliran yang berpendapat bahwa unsur pokok hakikat kenyataan inibanyak. Menurut Empedokles: udara, api, air dan tanah. Yang mengenai kualitas dibagi jugamenjadi dua bagian besar, yakni (a) yang melihat hakikat kenyataan itu tetap, dan (b) yangmelihat hakikat kenyataan itu sebagai kejadian.Yang termasuk golongan pertama (tetap) ialah: " Spiritualisme, yakni aliran yangberpendapat bahwa hakikat itu bersifat roh. " Materialisme, yakni aliran yang berpendapatbahwa hakikat itu bersifat materi. Yang termasuk golongan kedua (kejadian) ialah: "Mekanisme, yakni aliran yang berkeyakinan bahwa kejadian di dunia ini berlaku dengansendirinya menurut hukum sebab-akibat. " Aliran teleologi, yakni aliran yang berkeyakinanbahwa kejadian yang satu berhubungan dengan kejadian yang lain, bukan oleh hukum sebab-akibat, melainkan semata-mata oleh tujuan yang sama. " Determinisme, yaitu aliran yangmengajarkan bahwa kemauan manusia itu tidak merdeka dalam mengambil putusan-putusanyang penting, tetapi sudah terpasti lebih dahulu." Indeterminisme, yaitu aliran yang berpendirian bahwa kemauan manusia itu bebas dalamarti yang seluas-luasnya.b. Aliran-aliran etikaAliran-aliran penting dalam etika banyak sekali, diantaranya ialah:1) Aliran etika nuturalisme, yaitu aliran yang beranggapan bahwa kebahagiaan manusia itudiperoleh dengan menurutkan panggilan natural (fitrah) kejadian manusia sekali.2) Aliran etika hedonisme, yaitu aliran yang berpendapat bahwa perbuatan susila itu ialahperbuatan yang menimbulkan 'hedone' (kenikmatan dan kelazatan).3) Aliran etika utilitarianisme, yaitu aliran yang menilai baik dan buruknya perbuatanmanusia ditinjau dari kecil dan besarnya manfaat bagi manusia (utility = manfaat).
 
 4) Aliran etika idealisme, yaitu aliran yang menilai baik buruknya perbuatan manusia janganlah terikat pada sebab-musabab lahir, tetapi haruslah didasarkan atas prinsipkerohanian (idea) yang lebih tinggi.5) Aliran etika vitalisme, yaitu aliran yang menilai baik-buruknya perbuatan manusia itusebagai ukuran ada atau tidak adanya daya hidup (vital) yang maksimum mengendalikanperbuatan itu.6) Aliran etika theologis, yaitu aliran yang berkeyakinan bahwa ukuran baik dan buruknyaperbuatan manusia itu dinilai dengan sesuai atau tidak sesuainya dengan perintah Tuhan(Theos = Tuhan).c. Aliran-aliran teori pengetahuanAliran ini mencoba menjawab pertanyaan, bagaimana manusia mendapat pengetahuannyasehingga pengetahuan itu benar dan berlaku.Pertama, golongan yang mengemukakan asal atau sumber pengetahuan. Termasuk kedalamnya:" Rationalisme, yaitu aliran yang mengemukakan bahwa sumber pengetahuan manusia ialahpikiran, rasio dan jiwa manusia." Empirisme, yaitu aliran yang mengatakan bahwa pengetahuan manusia itu berasal daripengalaman manusia, dari dunia luar yang ditangkap pancainderanya." Kritisisme (transendentalisme), yaitu aliran yang berpendapat bahwa pengetahuan manusiaitu berasal dari luar maupun dari jiwa manusia itu sendiri." Kedua, golongan yang mengemukakan hakikat pengetahuan manusia. Termasuk kedalamnya:" Realisme, yaitu aliran yang berpendirian bahwa pengetahuan manusia itu adalah gambaryang baik dan tepat dari kebenaran dalam pengetahuan yang baik tergambarkan kebenaranseperti sungguh-sungguhnya ada." Idealisme, yaitu aliran yang berpendapat bahwa pengetahuan itu tidak lain daripadakejadian dalam jiwa manusia, sedangkan kenyataan yang diketahui manusia itu sekaliannyaterletak di luarnya.d. Aliran-aliran lainnya dalam filsafatDi samping aliran-aliran di atas, masih banyak aliran yang lain dalam filsafat. Aliran-aliranitu antara lain ialah:1) Eksistensialisme, yaitu aliran yang berpendirian bahwa filsafat harus bertitik tolak pada

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->