Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dampak Defisit Neurobehavioral Terhadap Kehidupan Sehari Fix

Dampak Defisit Neurobehavioral Terhadap Kehidupan Sehari Fix

Ratings: (0)|Views: 138 |Likes:
Published by Rangga Pragasta

More info:

Published by: Rangga Pragasta on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

 
DAMPAK DARI DEFISIT
 NEUROBEHAVIORAL
PADA AKTIVITASHIDUP SEHARI-HARI
Rujukan untuk terapi okupasi bagi pasien yang memiliki stroke biasanyadibuat ketika gangguan yang dihasilkan diduga mempengaruhi kinerja aktivitassehari-hari. Ketika terjadi gangguan
neurobehavioral 
akibat dari stroke, merekadapat mempengaruhi kinerja pada kegiatan sehari-hari. Bab ini berisi diskusimengenai pengaruh gangguan
neurobehavioral 
pada kinerja aktivitas sehari-hari.Topik yang dibahas seperti kinerja okupasional,
neurobehavior 
, fungsi dari korteksserebral, pembatasan aktivitas, pola gangguan yang dihasilkan dari berbagai jenisstroke, dan penerapan penalaran klinis selama penilaian yang didiskusikan. Namun,sebelum mempertimbangkan masalah ini, pertanyaan berikut mungkin bergunauntuk dipertimbangkan : apa yang dimaksud aktivitas hidup sehari-hari (ADL)? apayang dimaksud neurobehavior? apa yang dimaksud gangguan neurobehavioral? bagaimana hubungannya neurobehavioral dengan kinerja aktivitas sehari-hari? bagaimana efek dari gangguan neurobehavioral pada kinerja kegiatan sehari-hariyang telah terdeteksi?
Aktivitas Hidup Sehari-Hari
Aktivitas hidup sehari-hari didefinisikan oleh Departemen Kesehatan danLayanan Kemanusiaan USA sebagai dasar kegiatan sehari-hari seperti makan, berdandan, aktivitas toilet, dan berpakaian. Pusat Pengendalian dan PencegahanPenyakit mengacu pengertian aktivitas hidup sehari-hari sebagai mandi, berpakaian,makan, tidur atau bangun dari tempat tidur atau kursi, menggunakan toilet,termasuk mencapai ke toilet, dan mengelilingi sekitar rumah. Kerangka Praktik Terapi Okupasi:
 Domain dan Proces
s, Edisi 2 (Kerangka-II), mendefinisikanaktivitas hidup sehari-hari sebagai kegiatan yang berorientasi merawat tubuhsendiri. Kegiatan ini meliputi, mirip dengan definisi yang disebutkan sebelumnya,mandi, manajemen BAB dan BAK, berpakaian, makan, mobilitas fungsional,kebersihan dan perawatan diri, dan kebersihan toilet. Demikian ketiga definisitersebut menyepakati karakteristik aktivitas hidup sehari-hari sebagai tugas perawatan diri dan mobilitas fungsional. Selain itu perangkat perawatan pribadi dan
1
 
aktivitas seksual termasuk juga dalam definisi Kerangka aktivitas hidup sehari-hari.Untuk menemukan aktivitas hidup sehari-hari dalam domain seluruh terapi okupasi,aktivitas hidup sehari-hari diklasifikasikan sebagai salah satu dari delapan areaokupasi, menurut Kerangka-II. Tujuh area okupasi lainnya adalah kegiataninstrumental dari aktivitas hidup sehari-hari: istirahat dan tidur, pendidikan, bekerja, bermain, rekreasi, dan partisipasi sosial. Lima aspek-aspek lain dari domain terapiokupasi dimana terapis hadir selama proses layanan didefinisikan dalam Kerangka-II. Yang termasuk faktor klien antara lain keterampilan kinerja, pola kinerja,konteks, lingkungan, dan tuntutan aktivitas.
Neurobehavior: Proses Menghubungkan Okupasi Untuk Aktivitas Neuronal
menurut Arnadottir, neurobehavior didefinisikan sebagai perilaku berdasarkan fungsi nerologikal. Neurobehavior dapat dihubungkan dengan okpasi(didefinisikan sebagai serangkaian tindakan yang terlibat) dan kinerja okupasi(didefinisikan sebagai tuntasnya kegiatan yang dipilih yang dihasilkan dari adanyatransaksi dinamis antara orang, konteks, dan aktivitas dalam Kerangka-II), sebagaiunsur neurobehavior meliputi berbagai jenis rangsangan sensorik yang ditimbulkanoleh aksi yang berbeda. Rangsangan tersebut diproses oleh mekanisme yang berbeda dari sistem saraf pusat (SSP) dan menghasilkan berbagai jenis respon perilaku. Umpan balik dari tanggapan mempengaruhi rangsangan sensorik baru. Neurobehavior mencakup berbagai jenis fungsi tubuh neurologis yang bersangkutanyang diperlukan untuk melakukan aspek okupasi yang berbeda. Semua aksimemberikan rangsangan sensorik. Beberapa fungsi berhubungan dengan penerimaan rangsangan sensori, yang lainnya untuk pengolahan informasi SSPtermasuk misalnya fungsi yang berbeda terkait dengan persepsi, kognisi, emosi, dan praksis. Fungsi tambahan berhubungan dengan respon behaviorral yang berbeda,seperti mempengaruhi dan gerakan. Mekanisme
 
 pengolahan sistem saraf danneurobehavior yang mengarah ke kinerja okupasi adalah suatu interaksi yangkompleks di mana kombinasi yang berbeda dari faktor-faktor yang terlibat bergantung pada aksinya
2
 
Mendeteksi Pengaruh Defisit Neurobehavior Pada Kinerja Kegiatan
Terapis dapat mendeteksi kesalahan okupasional melalui pengamatankinerja okupasional, dengan kesalahan ini menunjukkan efek defisitneurobehavioral pada kinerja kegiatan. Selanjutnya, terapis dapat menduga tentangfungsi tubuh mana yang terganggu yang menyebabkan kesalahan. Sebagaimanahalnya defisit neurobehavioral sering mengganggu independensi, terapis bisamendapatkan keuntungan dari mendeteksi kesalahan dalam kinerja okupasi sambilmengamati ADL dan dengan demikian memperoleh pemahaman tentang gangguanyang mempengaruhi pembatasan aktivitas pasien.Terapis dapat menggunakan informasi berdasarkan kinerja tugas yangdiamati dengan cara yang sistematis sebagai suatu struktur penalaran klinis untuk membantu mereka menilai kemandirian fungsional berhubungan dengan kinerja danuntuk kemudian mendeteksi gangguan fungsi tubuh neurologis. Informasi tersebutdapat menjadi penting ketika metode intervensi tersebut bertujuan untuk menanganikesalahan occupasional selama salah satu dari jenis program intervensi berikutdiklasifikasikan oleh Fisher sebagai bentuk adpative, akuisional, dan okupasionalrestoratif atau okupasi berbasis program pendidikan, yaitu program untuk keluargaatau perawat dengan gangguan neurologis. Metode ini oleh karenanyamemungkinkan terapis untuk menganalisis sifat atau penyebab masalah fungsionalyang memerlukan intervensi terapi okupasi, seperti yang direkomendasikan olehHolm dan Rogers, dan sehingga membuat suatu analisa ditinjau dari okupasi.Penggunaan termiologi yang berbeda dan definisi yang berhubungan dengananalisa pada terapi okupasional tidak terlalu konsisten dan menyebabkankebingungan. Analisa aktifitas umumnya behubungan dengan proses aktifitasdengan cara memaparkannya kedalam koponen2 agar dimengerti dan dievaluasiaktifitasnya. Terapis mempelajari fungsi tubuh yang membutuhkan aksi spesifik dan efek dari fungsi tubuh yang rusak terhadap performa kinerja. Analisis aktifitasdapat didasarkan pada teori partikuar dan kerangka konsep atau terfokus padafungsi tubuh yang spesifik. Analisa kinerja didefiniskan oleh Vezeer sebagaievaluasi observasional pada kualitas kinerja okupasi seseorang dan dinilai seberapaefekifnya. Terapis pada analisa ini mengamati peran kinerja seseorang yang berhubungan dengan okupasi. Perannya meliputi aksi2 yang dibagi dalam beberapa
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->