Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KONSEP DASAR KEPERAWATAN

KONSEP DASAR KEPERAWATAN

Ratings: (0)|Views: 80 |Likes:
Published by Devhan Ryu

More info:

Published by: Devhan Ryu on May 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2012

pdf

text

original

 
Posted on November 19, 2008 by kuliahbidan1.KONSEP DASARTindakan operasi atau pembedahan, baik elektif maupun kedaruratan adalah peristiwa kompleksyang menegangkan. Kebanyakan prosedur bedah dilakukan di kamar operasi rumah sakit,meskipun beberapa prosedur yang lebih sederhana tidak memerlukan hospitalisasi dan dilakukandi klinik-klinik bedah dan unit bedah ambulatori. Individu dengan masalah kesehatan yangmemerlukan intervensi pembedahan mencakup pula pemberian anastesi atau pembiusan yangmeliputi anastesi lokal, regional atau umum.Sejalan dengan perkembangan teknologi yang kian maju. Prosedur tindakan pembedahan punmengalami kemajuan yang sagat pesat. Dimana perkembangan teknologi mutakhir telahmengarahkan kita pada penggunaan prosedur bedah yang lebih kompleks dengan penggunaanteknik-teknik bedah mikro (micro surgery techniques) atau penggunaan laser, peralatan by Passyang lebih canggih dan peralatan monitoring yang kebih sensitif. Kemajuan yang sama jugaditunjukkan dalam bidang farmasi terkait dengan penggunaan obat-obatan anstesi kerja singkat,sehingga pemulihan pasien akan berjalan lebih cepat. Kemajuan dalam bidang teknik pembedahan dan teknik anastesi tentunya harus diikuti oleh peningkatan kemampuan masing-masing personel (terkait dengan teknik dan juga komunikasi psikologis) sehingga outcome yangdiharapkan dari pasien bisa tercapai.Perubahan tidak hanya terkait dengan hal-hal tersebut diatas. Namun juga diikuti oleh perubahanpada pelayanan. Untuk pasien-pasien dengan kasus-kasus tertentu, misalnya : hernia. Pasiendapat mempersiapkan diri dengan menjalani pemeriksaan dignostik dan persiapan praoperatif lain sebelum masuk rumah sakit. Kemudian jika waktu pembedahannya telah tiba, maka pasienbisa langsung mendatangi rumah sakit untuk dilakukan prosedur pembedahan. Sehingga akanmempersingkat waktu perawatan pasien di rumah sakit.Keperawatan perioperatif merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keragamanfungsi keperawatan yang berkaitan dengan pengalaman pembedahan pasien. Istilah perioperatif adalah suatu istilah gabungan yang mencakup tiga fase pengalaman pembedahan, yaitupreoperative phase, intraoperative phase dan post operative phase. Masing- masing fase di mulaipada waktu tertentu dan berakhir pada waktu tertentu pula dengan urutan peristiwa yangmembentuk pengalaman bedah dan masing-masing mencakup rentang perilaku dan aktivitaskeperawatan yang luas yan dilakukan oleh perawat dengan menggunakan proses keperawatandan standar praktik keperawatan. Disamping perawat kegiatan perioperatif ini juga memerlukandukungan dari tim kesehatan lain yang berkompeten dalam perawatan pasien sehingga kepuasanpasien dapat tercapai sebagai suatu bentuk pelayanan prima.2.GAMBARAN UMUM TAHAP DALAM KEPERAWATAN PERIOPERATIFFase pra operatif dimulai ketika ada keputusan untuk dilakukan intervensi bedah dan diakhiriketika pasien dikirim ke meja operasi. Lingkup aktivitas keperawatan selama waktu tersebutdapat mencakup penetapan pengkajian dasar pasien di tatanan klinik ataupun rumah, wawancarapra operatif dan menyiapkan pasien untuk anstesi yang diberikan dan pembedahan.Fase intra operatif dimulai ketika pasien masuk atau dipindah ke instalasi bedah dan berakhirsaat pasien dipindahkan ke ruang pemulihan. Pada fase ini lingkup aktivitas keperawatanmencakup pemasangan IV cath, pemberian medikasi intaravena, melakukan pemantauan kondisi
 
fisiologis menyeluruh sepanjang prosedur pembedahan dan menjaga keselamatan pasien. Contoh: memberikan dukungan psikologis selama induksi anstesi, bertindak sebagai perawat scrub, ataumembantu mengatur posisi pasien d atas meja operasi dengan menggunakan prinsip-prinsipdasar kesimetrisan tubuh.Fase pasca operatif dimulai dengan masuknya pasien ke ruang pemulihan (recovery room) danberakhir dengan evaluasi tindak lanjut pada tatanan klinik atau di rumah. Lingkup aktivitaskeperawaan mecakup renatang aktivitas yang luas selama periode ini. Pada fase ini fokuspengkajian meliputi efek agen anstesi dan memantau fungsi vital serta mencegah komplikasi.Aktivitas keprawatan kemudian berfokus pada peningkatan penyembuhan pasien dan melakukanpenyuluhan, perawatan tindak lanjut dan rujukan yang penting untuk penyembuhan danrehabilitasi serta pemulangan.3.AKTIVITAS KEPERAWATAN DALAM PERAN PERAWAT PERIOPERATIFPENGKAJIAN :Rumah/Klinik:1)Melakukan pengkajian perioperatif awal2)Merencanakan metode penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan pasien3)Melibatkan keluarga dalam wawancara.4)Memastikan kelengkapan pemeriksaan pra operatif 5)Mengkaji kebutuhan klien terhadap transportasi dan perawatan pasca operatif Unit Bedah :1)Melengkapi pengkajian praoperatif 2)Koordianasi penyuluhan terhadap pasien dengan staf keperawatan lain.3)Menjelaskan fase-fase dalam periode perioperatif dan hal-hal yang diperkirakan terjadi.4)Membuat rencana asuhan keperawatanRuang operasi :1)Mengkaji tingkat kesadaran klien.2)Menelaah ulang lembar observasi pasien (rekam medis)3)Mengidentifikasi pasien4)Memastikan daerah pembedahanPerencanaan :1)Menentukan rencana asuhan2)Mengkoordinasi pelayanan dan sumber-sumber yang sesuai (contoh: Tim Operasi).Dukungan Psikologis :1)Memberitahukan pada klien apa yang terjadi2)Menentukan status psikologis3)Memberikan isyarat sebelumnya tentang rangsangan yang merugikan, seperti : nyeri.4)Mengkomunikasikan status emosional pasien pada anggota tim kesehatan yang lain yangberkaitan.4.PEMBEDAHAN : INDIKASI DAN KLASIFIKASITindakan pembedahan dilakukan dengan berbagai indikasi, diantaranya adalah :
 
1)Diagnostik : biopsi atau laparotomi eksplorasi2)Kuratif : Eksisi tumor atau mengangakat apendiks yang mengalami inflamasi3)Reparatif : Memperbaiki luka multipel4)Rekonstruktif/Kosmetik : mammoplasty, atau bedah platik 5)Palliatif : seperti menghilangkan nyeri atau memperbaiki masalah, contoh : pemasangan selanggastrostomi yang dipasang untuk mengkomponsasi terhadap ketidakmampuan menelanmakanan.Menurut urgensi dilakukan tindakan pembedahan, maka tindakan pembedahan dapatdiklasifikasikan menjadi 5 tingkatan, yaitu :1)Kedaruratan/EmergencyPasien membutuhkan perhatian segera, gangguan mungkin mengancam jiwa. Indikasi dilakukanpembedahan tanpa di tunda. Contoh : perdarahan hebat, obstruksi kandung kemih atau usus,fraktur tulang tengkorak, luka tembak atau tusuk, luka bakar sanagat luas.2)UrgenPasien membutuhkan perhatian segera. Pembedahan dapat dilakukan dalam 24-30 jam. Contoh :infeksi kandung kemih akut, batu ginjal atau batu pada uretra.3)DiperlukanPasien harus menjalani pembedahan. Pembedahan dapat direncanakan dalam bebeapa mingguatau bulan. Contoh : Hiperplasia prostat tanpa obstruksi kandung kemih. Gangguan tyroid,katarak.4)Elektif Pasien harus dioperasi ketika diperlukan. Indikasi pembedahan, bila tidak dilakukan pembedahanmaka idak terlalu membahayakan. Contoh : perbaikan Scar, hernia sederhana, perbaikan vaginal.5)PilihanKeputusan tentang dilakukan pembedahan diserahkan sepenuhnya pada pasien. Indikasipembedahan merupakan pilihan pribadi dan biasanya terkait dengan estetika. Contoh : bedahkosmetik.Sedangkan menurut faktor resikonya, tindakan pembedahan di bagi menjadi :1)MinorMenimbulkan trauma fisik yang minimal dengan resiko kerusakan yang minim. Contoh : incisidan drainage kandung kemih, sirkumsisi2)MayorMenimbulkan trauma fisik yang luas, resiko kematian sangat serius. Contoh : Total abdominalhisterektomi, reseksi colon, dll.5.KEPERAWATAN PRE OPERATIFA.PENDAHULUANKeperawatan pre operatif merupakan tahapan awal dari keperawatan perioperatif. Kesuksesantindakan pembedahan secara keseluruhan sangat tergantung pada fase ini. Hal ini disebabkanfase ini merupakan awalan yang menjadi landasan untuk kesuksesan tahapan-tahapan berikutnya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->