Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
JAMINAN KESEHATAN

JAMINAN KESEHATAN

Ratings: (0)|Views: 77 |Likes:

More info:

Published by: Damairia Hayu Parmasari on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2012

pdf

text

original

 
 
Nama : Damairia Hayu ParmasariNIM : 10/299227/KG/8685TUGAS MANAGEMEN KESEHATANContoh artikel tentang perkembangan sistem jaminan kesehatan
Pembangunan kesehatan adalah salah satu bagian dari pembangunan nasional.Dalampembangunan kesehatan tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakatyang optimal. Kenyataan yang terjadi sampai saat ini derajat kesehatan masyarakat masih rendahkhususnya masyarakat miskin, hal ini dapat digambarkan bahwa angka kematian ibu dan angka kematianbayi bagi masyarakat miskin tiga kali lebih tinggi dari masyarakat tidak miskin. Salah satu penyebabnyaadalah karena mahalnya biaya kesehatan sehingga akses ke pelayanan kesehatan pada umumnya masihrendah. Derajat kesehatan masyarakat miskin berdasarkan indikator Angka Kematian Bayi (AKB) danAngka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, masih cukup tinggi, yaitu AKB sebesar 35 per 1000 kelahiranhidup (Susenas, 2003) dan AKI sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2002-2003).Banyak faktor yang menyebabkan ketimpangan didalam pelayanan kesehatan terutama yangterkait dengan biaya pelayanan kesehatan, ketimpangan tersebut diantaranya diakibatkan perubahan polapenyakit, perkembangan teknologi kesehatan dan kedokteran, pola pembiayaan kesehatan berbasispembayaran swadana (
out of pocket 
). Biaya kesehatan yang mahal dengan pola pembiayaan kesehatanberbasis pembayaran
out of pocket 
semakin mempersulit masyarakat untuk melakukan akses ke palayanankesehatan.Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam memenuhi hak setiap warga negara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, krisis moneter yang terjadi sekitar tahun 1997 telahmemberikan andil meningkatkan biaya kesehatan berlipat ganda, sehingga menekan akses penduduk,terutama penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan. Hambatan utama pelayanan kesehatanmasyarakat miskin adalah masalah pembiayaan kesehatan dan transportasi. Untuk menjamin aksespenduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan, sejak tahun 1998 Pemerintah melaksanakan berbagaiupaya pemeliharaan kesehatan penduduk miskin. Dimulai dengan pengembangan Program JaringPengaman Sosial (JPS-BK) tahun 1998
 – 
2001, Program Dampak Pengurangan Subsidi Energi (PDPSE)tahun 2001 dan Program Kompensasi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) Tahun 2002-2004. Program-
 program tersebut diatas berbasis pada ‘provider’ kesehatan
(supply oriented),
dimana dana disalurkanlangsung ke Puskesmas dan Rumah Sakit. Provider kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) berfungsi
 
ganda yaitu sebagai pemberi pelayanan kesehatan (PPK) dan juga mengelola pembiayaan atas pelayanankesehatan yang diberikan. Kondisi seperti ini menimbulkan beberapa permasalahan antara lain terjadinyadefisit di beberapa Rumah Sakit dan sebaliknya dana yang berlebih di Puskesmas, juga menimbulkanfungsi ganda pada PPK yang harus berperan sebagai
‘Payer’ 
sekaligus
‘Provider’.
 
Dengan di Undangkannya Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan SosialNasional (SJSN) merupakan perubahan yang mendasar bagi perasuransian di Indonesia khusunyaAsuransi Sosial dimana salah satu program jaminan sosial adalah jaminan kesehatan. Namun demikianundang-Undang tersebut belum dapat di implementasikan mengingat aturan pelaksanaan berupa PeraturanPemerintah, Peraturan Presiden dan Keputusan Presiden sampai dengan saat ini belum satupundiundangkan kecuali Keputusan Presiden tentang Pengangkatan Dewan Jaminan Sosial Nasional. Belumdapat diimplementasikannya Undang
 – 
Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan SosialNasional semakin membuat kelompok masyarakat tertentu yaitu masyarakat miskin dan tidak mampusulit untuk mendapatkan pelayanan.Untuk mengatasi permasalahan di atas, maka pada semester II tahun 2005, mekanismepenyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat miskin diubah. Untuk pembiayaanUpaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannyadisalurkan langsung ke Puskemas melalui bank BRI. PT Askes (Persero) hanya mengelola pelayanankesehatan rujukan bagi masyarakat miskin di Rumah Sakit (RS). Disamping itu sasaran programdisesuaikan menjadi 60.000.000 jiwa.Berdasarkan pengalaman-pengalaman pelayanan kesehatan di masa lalu dan upaya untuk mewujudkan sistem pembiayaan yang efektif dan efisien masih perlu diterapkan mekanisme jaminankesehatan yang berbasis asuransi sosial. Penyelenggaraan program ini melibatkan beberapa pihak yaituPemerintah Pusat (Departemen Kesehatan), Pemerintah Daerah, Pengelola Jaminan Kesehatan (PT.Askes(Persero)), dan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) yaitu Puskesmas dan Rumah Sakit dimana masing-masing pihak memiliki peran dan fungsi yang berbeda dengan tujuan yang sama yaitu mewujudkanpelayanan kesehatan dengan biaya dan mutu yang terkendali.Berlandaskan pada upaya pengembangansistem jaminan tersebut pada tahun 2006, penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskinyang meliputi pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya serta pelayanan kesehatanrujukan di Rumah Sakit dikelola sepenuhnya melalui mekanisme asuransi sosial oleh PT Askes (Persero).Dengan pertimbangan pengendalian biaya pelayanan kesehatan, peningkatan mutu, transparansidan akuntabiltas, serta mengingat keterbatasan pendanaan, dilakukan perubahan pengelolaan program

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->