Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Variabel Ekonomi Terhadap Konservasi Sda

Pengaruh Variabel Ekonomi Terhadap Konservasi Sda

Ratings: (0)|Views: 262 |Likes:
Published by Hikmah Nur Azza

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Hikmah Nur Azza on May 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2014

pdf

text

original

 
1
BAB 1PENDAHULUAN
1.1
 
Latar Belakang
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan berbagai bencana alamyang datang silih berganti tiada henti. Peristiwa terakhir yang kita saksikan adalah bencanabanjir bandang yang terjadi di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat,tsunami di Mentawai, dan letusan Gunung Merapi. Di lain tempat tak jauh dari kita, bisa kitalihat Jakarta yang kini berada dalam ancaman banjir yang bisa terjadi setiap saat.Beberapa peneliti pun bahkan telah memprediksi, jika tidak ada upaya substansialyang dilakukan secara radikal, maka dalam kurun waktu yang tak lama lagi sebagian besarwilayah Jakarta yang juga merupakan simbol dari negara ini akan segera tenggelam. Melihatfenomena ini, sudah saatnya kita tidak mencari kambing hitam ketika bencana alam ataulebih tepatnya bencana ekologis terjadi. Karena jika kita menyadari, bencana-bencanatersebut terjadi bukan saja karena fenomena alam, melainkan sedikit banyak kita jugaberkontribusi dalam mempercepat terjadinya bencana tersebut.Sebagai negara yang dikaruniani kekayaan alam yang melimpah, Indonesia memangmembutuhkan hasil ekstraksi dari sumber daya daya alam tersebut dalam membangunekonominya. Secara teoritis, hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarianlingkungan telah lama menjadi perdebatan yang cukup krusial.Teori ekonomi tradisional menyebutkan adanya trade-off antara pembangunanekonomi dan kesinambungan sumberdaya alam/lingkungan hidup. Pertanyaan-pertanyaanmengenai mengenai trade-off antara pembangunan ekonomi dan konservasi sumber dayaalam (SDA) juga semakin mengemuka terutama di negara-negara berkembang di kawasanAsia, Amerika Latin, dan Afrika yang umumnya masih mengandalkan potensi sumber dayaalam (SDA) seperti hutan dan pertambangan bahan-bahan mineral sebagai sumberpendapatan ekonomi (Lee et al, 2005).Upaya menyeimbangkan kepentingan untuk pembangunan ekonomi dan pelestarianlingkungan merupakan hal yang tak mudah dalam praktik. Feiock dan Stream (2001)menyebutkan bahwa banyak pemimpin di dunia dihadapkan pada pilihan yang rumit antaramenjaga kelestarian lingkungan dan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.Namun demikian, Feiock dan Stream (2001) dalam studinya mengenai dampak kebijakan lingkungan terhadap investasi swasta di 50 negara bagian di AS dalam kurun 1983-1994 menyebutkan bahwa tingkat investasi swasta dan pembangunan ekonomi dapatditingkatkan dengan regulasi lingkungan yang dapat mengurangi ketidakpastian.Hasil kesimpulan studi mereka juga menyebutkan, konflik kepentingan antara bisnisdan kepentingan lingkungan memang tak bisa dihindari. Beberapa unsur tertentu dari regulasilingkungan mungkin akan menciptakan disentif bagi kegiatan ekonomi, namun secara umumkebijakan lingkungan yang dibarengi dengan reformasi kelembagaan pada institusi yangberwenang dalam mengawasi kelestarian lingkungan hidup justru akan mendorong investasidan mempercepat pembangunan ekonomi. Tentunya investasi yang dimaksud tidak hanyabersifat mengeruk SDA tanpa kendali, namun harus memberikan manfaat bagipengembangan modal fisik dan insani sekaligus tetap memperhatikan kaidah kesinambunganSDA dalam jangka panjang.
 
2
Eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam juga akan menimbulkan biayayang jauh lebih besar ketimbang dari manfaat ekonomi yang bisa kita ambil ketika "mothernature fights back" dalam bentuk bencana alam dan dampak kerusakan lingkungan terhadapkelangsungan kehidupan manusia. Apalagi saat ini kita telah mulai merasakan dampak perubahan iklim yang semakin nyata dengan semakin tidak jelasnya batasan antara musimpenghujan dan musim kemarau.Kita bisa lihat akibat perubahan iklim dengan semakin seringnya terdengar beritagagal panen petani atau rusaknya tanaman mereka akibat iklim yang semakin tak menentu.Dampak dari perubahan iklim akibat kurang bijaksananya kita dalam mengeksploitasi SDA(misalnya pembabatan hutan yang tak terkendali) dan manajemen pengelolaan lingkunganhidup yang tidak memperhatikan kaidah kesinambungan (sustainability) tentunya akan sangatberpengaruh dalam mempercepat kehancuran alam tempat kita berpijak.Jika alam sudah tak bersahabat dan bencana semakin sering tejadi, maka hal ini punakan berdampak terhadap kita utamanya masyarakat yang masih hidup di bawah ambangbatas kemiskinan di pedesaan dan kawasan terpencil yang masih menggantungkan hidupnyakepada pertanian. Selain itu, eksploitasi SDA yang kurang bijaksana akan menyebabkanhilangnya ecosystem service seperti udara bersih dan segar, air bersih, dan keseimbanganekosistem yang turut menopang keberlanjutan kehidupan manusia.Berdasarkam pembahasan di atas maka judul makalah yang saya ambil adalah
„‟
Pengaruh Variabel Ekonomi Terhadap Konservasi Sumber Daya Alam
“.
 
1.2
 
Rumusan Masalah
Beradasarkan latar belakang di atas hal yang akan dibahas di sini adalah :1.
 
Bagaimana pengaruh variabel ekonomi (tingkat bunga, masalahketidakpastian, perpajakan, kebijakan harga, hak penguasaan/property right,persewaan, bentuk pasar) terhadap konservasi sumber daya alam?
1.3
 
Tujuan
Mengetahui pengaruh variabel ekonomi dalam kaitannya dengan konservasi sumberdaya alam.
 
3
BAB 2TINJAUAN PUSTAKA
Ekonomi Sumber Daya Alam adalah salah satu cabang ilmu ekonomi yang mencobamenerapkan teori ekonomi (khususnya teori ekonomi mikro) dalam pengelolaan sumber dayaalam dan energi untuk memenuhi kebutuhan manusia secara optimal (efisien) dan efektif) danlestari.
2.1.
 
Pengetian Konservasi
Konservasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi
 
alam
Konservasi
adalah pelestarian atau perlindungan. Secara harfiah, konservasi berasaldari bahasa Inggris, (Inggris)
Conservation
yang artinya pelestarian atau perlindungan.Sedangkan menurut ilmu lingkungan, Konservasi adalah:
 
Upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yangberakibat pada pengurangan konsumsi energi di lain pihak menyediakan jasa yang samatingkatannya.
 
Upaya perlindungan dan pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan dan sumber
 
daya alam
 
(fisik) Pengelolaan terhadap kuantitas tertentu yang stabil sepanjang reaksi kiamia atautransformasi fisik.
 
Upaya suaka dan perlindungan jangka panjang terhadap lingkungan
 
Suatu keyakinan bahwa habitat alami dari suatu wilayah dapat dikelola, sementara
 
keaneka-ragaman genetik dari spesies dapat berlangsung dengan mempertahankan
 
lingkungan alaminya.Di Indonesia, berdasarkan peraturan perundang-undangan, Konservasi [sumber dayaalam hayati] adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan
 
secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara
 
dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Cagar alam dan suaka margasatwamerupakan Kawasan Suaka Alam (KSA), sementara taman nasional, taman hutan raya, dantaman wisata alam merupakan Kawasan Pelestarian Alam (KPA).Cagar alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tunbuhan, satwa, atauekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.Suaka margasatwa mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenissatwanya.Taman nasional mempunyai ekosistem asli yang dimanfaatkan untuk tujuanpenelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.Taman hutan raya untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa yang dimanfaatkan bagikepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya,pariwisata dan rekreasi. Taman wisata alam dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi
 
alam.Kawasan konservasi mempunyai karakteristik sebagaimana berikut:
 
Karakteristik, keaslian atau keunikan ekosistem (hutan hujan tropis/'tropical rain forest'yang meliputi pegunungan, dataran rendah, rawa gambut, pantai)

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
dekaprikituw liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->