Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Akhlaq-Tasawwuf

Akhlaq-Tasawwuf

Ratings: (0)|Views: 525|Likes:
Published by chank_dul

More info:

categoriesTypes, Maps
Published by: chank_dul on May 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/24/2012

pdf

text

original

 
Copyright
 
© 03
 Makalah Studi Tasawu
3/23/2009
.:: Makalah Studi Tasawuf, Imam Fachruddin (06510004) ::. Halaman …….- 1 -
HUBUNGAN TASAWUF, AKHLAK,SYARIAT, DAN HAKEKAT
Imam Fachruddin (06510004)
Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan TeknologiUniversitas Islam Negeri (UIN) MalangEmail :ud1n_mtk@yahoo.co.idhttp:// www.matematika-nurani.comli.com  Abstraksi ;
Tasawwuf merupakan bentuk pengejewantahan mahabbah hamba kepadasang Khaliq, Allah swt. Ajaran tasawwuf ini kemudian berkembang dan ruang lingkupdalam penerapanya sangatlah luas dan menyambung, akhlak yang merupakan tindakanatau perilaku manusia, syariat sebagai pedoman ketika melakukan tindakan dan hakekat sebagai wujud musyahadah menjadi satu kesatuan prosedur bagi seorang sufi dalammengamalkan tasawwuf dalam manjalani kehidupan sehari – hari. Nah dalam tulisan inidisajikan keterkaitan antara keempat hal tersebut sehingga menjadi peta konsep dalammemahami ajaran tasawwuf. Melalui kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif  persuasive diperoleh rangkaian konsep konsep ajaran tasawwuf yang membentuk kesinambungan yang melahirkan karakteristik sufi yang utuh.
Kata Kunci ;
tasawuf, akhlak, syariat, hakekat, hubungan dan definisi
1. Pendahuluan
Istilah
tasawwuf 
tidak dikenal dalam kalangan generasi umat Islam pertama(sahabat) dan kedua (
tabiin
),
ilmu tasawwuf 
menurut Ibn Khaldun merupakan ilmu yanglahir kemudian dalam Islam, karena sejak masa awalnya para sahabat dan tabiin sertagenearasi berikutnya telah memilih jalan hidayah (berpegang kepada ajaran Al-Quran danSunnah Nabi) dalam kehidupannya, gemar beribadah, berdzikir dan aktifitas rohanilainya dalam hidupnya. Akan tetapi setelah banyak orang islam berkecimpung dalammengejar kemewahan hidup duniawi pada abad kedua dan sesudahnya, maka orang –orang mengarahkan hidupnya kepada ibadat disebut
suffiyah
dan
mutasawwifin.
1
Nahinsan pilihan inilah kemudian yang mengembangkan dan mengamalkan
tasawwuf 
sehingga diadopsi pemikirannya sampai sekarang ini.Secara
lughat,
“tasawwuf” berasal dari macam – macam kata, menurut Hamka,
tasawwuf 
berasal dari kata
shifa`
(suci bersih),
shuf 
(bulu binatang), dan
shufah
(golongan sahabat nabi yang memisahkan diri dari suatu tempat terpencil disampingmasjid Nabi). Dalam bahasa Arab,
tasawwuf 
berasal dari kata
tasrif : tasawwaf- yatasawwafu-tasawwufan.
Misalnya,
tasawwafar-rajulu,
yang berarti “seorang laki – laki
1
Dr. Ahmad Daudy,
Kuliah Ilmu Tasawuf,
Penerbit : Bulan Bintang, Jakarta. Hal. 18.
 
Copyright
 
© 03
 Makalah Studi Tasawu
3/23/2009
.:: Makalah Studi Tasawuf, Imam Fachruddin (06510004) ::. Halaman …….- 2 -
sedang bertasawwuf”. Dalam perspektif bahasa
 , tasawwuf 
adalah sikap mental yangselalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap bijaksana, sikap dan jiwa demikian itu pada
hakekatnya
merupakan akhlak yang mulia.
2
 Pengertian
tasawwuf 
secara
definitive
banyak dilontarkan oleh para ahliberdasarkan pengalaman para ahli tasawwuf yang berpengaruh terhadap perkembangan
tasawwuf 
itu sendiri, seperti Al-Bidayah, Al-Jahidah, dan Al-Mudzaqah.
Tasawwuf 
 merupakan istilah yang berhubungan erat dengan “pengalaman kerohanian” dan karenasifat batiniahnya berciri kas individual-subjektif, hal itulah yang membuat banyaknyadefinisi
tasawwuf,
sehingga kita sukar dalam mendapatkan kesepakatan, seolah – olahsetiap
sufi
dan orang yang ahli dalam tasawwuf memberikan definisi berbeda sesuaidengan pengalaman batinnya. Namun untuk memudahkan kita dalam memahami
tasawwuf, tasawwuf 
merupakan kesadaran murni (
 fitrah
) yang mengarahkan jiwa yangbenar kepada amal dan kegiatan yang sungguh – sungguh menjauhkan diri darikeduniawian guna mendekatkan diri pada Allah sebagai wujud yang mutlak.Hal yang menarik dari pecinta
tasawwuf 
adalah mereka meletakkan dasar – dasarteori pengenalan Tuhan dengan cara tertentu yang tidak bersifat rasional, melainkanmelalui getaran hati sanubari lantaran iman dan ilham yang dilimpahkan Allah kedalam jiwa manusia, dengan
tasawwuf,
seorang sufi bisa lepas dari pengaruh duniawi danberkonsentrasi kepada Allah yang maha kuasa, sangat berbeda dengan ahli kalam, yangmengenal Tuhan dengan upaya penyelidikan dan mempergunakan akal pikiran,sedangkan para ahli fiqih mencoba mempergunakan dalil naqli.
 Akhlak 
dilihat dari sudut bahasa (
etimologi
) adalah bentuk jamak dari kata
khulk,
dalam kamus
 Al-Munjid 
berarti budi pekerti, perangkai tingkah laku atau tabiat.
3
Didalam
 Da`iratul Ma`arif 
, akhlak ialah sifat – sifat manusia yang terdidik. Selain itu, pengertian
akhlak 
adalah sifat – sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwanyadan selalu ada padanya. Sifat itu dapat lahir berupa perbuatan baik, disebut
akhlak 
yangmulia, sedangkan perbuatan buruk disebut
akhlak 
yang tercela sesuai denganpembinaannya.
4
Di dalam
 Enslikopedi Pendidikan
dikatakan bahwa
akhlak 
ialah budipekerti, watak, kesusilaan (kesadaran etik dan moral) yaitu kelakuan baik yang
2
Dr. M. Solihin, Akhlak Tasawwuf, manusia, etika dan makna hidup, Penerbit : Nuansa, Bandung Hal. 150
3
Luis Ma`luf, Kamus Al-Munjid, Al-maktabah al-Katulikiyah, Beirut, Hal. 194
4
Dr. Asmaran As, M.A, Pengantar Studi Akhlak, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. Hal. 1
 
Copyright
 
© 03
 Makalah Studi Tasawu
3/23/2009
.:: Makalah Studi Tasawuf, Imam Fachruddin (06510004) ::. Halaman …….- 3 -
merupakan akibat dari sikap jiwa yang benar terhadap khaliknya dan terhadap sesamamanusia
5
. Senada dengan ungkapan diatas, juga telah dikemukakan oleh Imam Gazalidalam kita
 Ihya
-nya bahwa “
 Al-Khulk 
ialah sifat yang tertanam dalam jiwa yangmenimbulkan macam – macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpamemerlukan pemikiran dan pertimbangan”.Pada hakekatny
a
 
khulk 
(budi pekerti) atau
akhlak 
ialah suatu kondisi atau sifatyang telah meresap dalam jiwa dan menjadi kepribadian hingga dari situ timbullahberbagai macam perbuatan dengan cara spontan dan mudah tanpa dibuat – buat dan tanpamemerlukan pemikiran. Beberapa istilah lain yang senada dengan istilah akhlak ialahetika, moral, dan kesusilaan. Pokok pembahasan akhlak tertuju pada tingkah lakumanusia untuk menetapkan nilainya, baik atau buruk, dan daerah pembahasan akhlak meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun masyarakat.Dalam perspektif perbuatan manusia, tindakan atau perbuatan dikategorikan menjadi dua,yaitu perbuatan yang lahir dengan kehendak dan disengaja
(akhlaki)
dan perbuatan yanglahir tanpa kehendak dan tak disengaja. Nah disinilah ada titik potong antara tasawwuf dengan akhlak yang akan dibahas pada makalah ini.
Syariah
berarti undang – undang atau garis – garis yang telah ditentukan termasuk didalamnya hukum – hukum halal dan haram, yang disuruh dan dilarang, yang sunnah,yang makruh, dan yang mubah.
6
Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa
syariah
berarti amalan lahir yang penting dalam agama dan biasa dikenal dengan rukun Islam dansegala hal yang berhubungan dengannya.
Syariat 
bersumber dari Al-Quran dan hadist.
7
 Di kalangan ahli-ahli hukum Islam, syariah diartikan seluruh ketentuan yang ada dalamAl-Quran dan Al-Sunnah, baik yang berhubungan dengan akidah, akhlak maupunaktivitas manusia baik diwujudkan dalam ibadah maupun muamalah.
8
 
 Haqiqah
secara etimologi berarti inti sesuatu, puncak atau sumber dari segalasesuatu, dalam dunia sufi,
haqiqah
diartikan
 
sebagai aspek lain dari
syari`ah
yangbersifat lahiriah, yaitu batiniah, sehingga rahasia yang paling dalam dari segala amal, intidari
syariah
dan akhir dari perjalanan yang ditempuh oleh orang sufi.
5
Soergarda Poerbakawatja, Enslikopedi Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta. Hal. 9
6
Dr. Asmaran As, M.A, Pengantar Studi Tasawuf, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta. Hal. 97
7
Dr. M. Solihin, Akhlak Tasawwuf, manusia, etika dan makna hidup, Penerbit : Nuansa, Bandung Hal. 166
8
Prof. Dr. H.M. Yasir Nasution, Cakrawala Tasawwuf, sejarah, pemikiran, & kontektualitas, Penerbit :Persada Pres, Jakarta. Hal. 77

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->