Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Kontribusi Wacana Tentang PengembanganSumber Daya Manusia di BSI & CatatanTentang Keberhasilan MengelolaAkademi Terbesar di Indonesia
Andi Trinanda
 
JELANG DUA DASAWARSA BSI
Tanggal 3 Maret 2008 nanti, Akademi Bina Sarana Informatikasudah genap berusia dua puluh tahun. Berarti sudah dua dasawarsa sejak kelahirannya. Biasanya kurun waktu tersebut bagisebagian orang menjadi kurun waktu yang amat menentukan. Duadasa warsa berarti menggambarkan dimana usia tersebutmenunjukkan ukuran tingkat kamatangan eksistensi dankedewasaan diri
(self maturity 
). Bagi sebuah organisasi, biasanyamendekati dua dasa warsa, organisasi sudah semakin
commited 
terhadap eksistensinya di mata publik. Baik dimata publik internalmaupun publik eksternal. Kurun waktu sepanjang itu, biasanyaorganisasi sudah menemukan momentum bagi sikluspertumbuhan hidupnya
(organization life cycle)
– mau kemana danseperti apa, serta bagaimana strategi pencapaian dari komitmentvisi dan misinya bagi kepentingan organisasi di mata publik dansumber daya manusianya (karyawan, dosen dan mahasiswa).Alhamdulillah, Bina Sarana Informatika – sebagai sebuah lembagapendidikan, yang dari hanya sekedar lembaga kursus, kemudiandalam tempo hampir dua dasa warsa ini menjelma menjadi sebuahakademi terbesar di Indonesia, disadari atau tidak oleh kita semua,kita bisa seperti ini karena konsepsi paradigma kita sudahmengkristal – terintegrasi menjadi suatu sinergi. Sinergi intelektualdalam medium keilmuan, sinergi kemampuan likuiditas dalammendaya gunakan kemampuan sumber daya manusia, kapasitasdan fasilitas belajar serta sinergi kemampuan manajemen dankepemimpinan bahkan sinergi-sinergi lainnya dalam perspektif 
human relation
dan hubungan harmonis antara Yayasan, Pimpinandan segenap Civitas Akademika.Kesemua itu adalah merupakan resonansi (catatan yang harusterus diagendakan) agar lembaga ini tetap
survive
memikultanggung jawab yang semakin hari bukan semakin ringan, namunsemakin besar. Menjelang dua dasa warsa ini, kita sudahmendapatkan berbagai kesuksesan eksistensi. Kepercayaan yangbesar dari masyarakat yang dibuktikan dengan jumlah mahasiswa
 
yang besar pula, pengelolaaan pendidikan dan sistemoperasionalisasi akademik yang modern dengan sentuhanteknologi informasi yang senantiasa
up to date
, kurikulum yangbaik serta kerjasama dengan dunia usaha dan industri secarasimultan dan kontinyu serta masih banyak lagi kesuksesan-kesuksesan yang lainnya. Kesemua itu harus kita syukuri dalamkerangka yang ilmiah melalui pengembaraan intelektual danpengembaraan religiusitas yang intens dan terus menerus. Ingatlembaga kita adalah lembaga pendidikan yang apapun dan dalamperkembangan apapun kita tetap memproduksi sumber dayamanusia yang nantinya menjadi kontributor perkembangan negara.Maka membentuk sumber daya mahasiswa sebagai kader SDMyang siap terap dengan kompetensi yang dimiliki harus tetapmenjadi prioritas penting kedepan, agar tingkat keberpihakan danloyalitas publik kepada lembaga ini tetap konsisten. Apalagisekarang perkembangan institusi pendidikan tinggi semakin ketatdan kompetitif. Hanya perguruan tinggi yang
image
-nya positiflahyang akan direspons oleh masyarakat secara positif pula. Dansalah satu upaya menjaga
image
yang dilakukan oleh PerguruanTinggi sebagai institusi pendidikan adalah semata-mata dengantetap menjaga idealisme pengelolaan pendidikannya. Selain itupula sentuhan manajemen dan kemampuan
leadership
yangsemakin baik juga adalah salah satu proses elementer untuk tetapmenjaga agar eksistensi, komitment dan visi lembaga tetap beradapada
rule
-nya dengan jelas. Dalam konteks inilah sebenarnyalembaga diuji tingkat ke-obyektifitasan-nya dalam mengelola danmendesain organisasi dengan segala intensitas dan dinamikanyayang tinggi secara holistis. Oleh karena itu sudah seharusnya kitasemua saling mengelaborasi kepentingan dan keinginan menjadikekuatan yang mampu memberikan tolak ukur bagi tingkatkredibilitas organisasi tempat kita bernaung, mencurahkansegenap tenaga dan pemikiran serta harapan dimata masyarakat.BSI sekarang bukan cuma dikenal masyarakat, tapi sudahdisegani oleh komunitas pendidikan tinggi lainnya. Konsep“pendidikan untuk semua”, atau setiap warga masyarakat berhakmemperoleh dan menempuh mendidikan tinggi yang sesuaidengan kompetensi keilmuan tanpa dihambat oleh faktor masalah
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more