3
BAB IPENDAHULUAN
Atresia Duodenum adalah tidak terbentuknya atau tersumbatnya duodenum(bagian terkecil dari usus halus) sehingga tidak dapat dilalui makanan yang akanke usus. Atresia duodenum merupakan salah satu abnormalitas usus yang biasaditemui didalam ahli bedah pediatrik dan merupakan lokasi yang paling seringterjadinya obstruksi usus di hampir semua kasus osbtruksi.
1
. Atresia duodenumdijumpai satu diantara 6.000
─
10.000 kelahiran hidup. Dasar embriologi terjadinyaatresia duodenum disebabkan karena kegagalan rekanalisasi duodenal pada fasepadat intestinal bagian atas dan terdapat oklusi vascular di daerah duodenumdalam masa perkembangan fetal.
2
Setengah dari semua bayi baru lahir denganatresia duedenal juga mempunyai anomali kongenital pada sistem organ lainnya.Lebih dari 30% dari kasus kelainan ini ditemukan pada bayi dengan sindromdown. Adapun kelainan lain yang dapat ditemui diantaranya pancreas annulare(23%), Penyakit jantung congenital (22%), malrotasi (20%), atresia esophagus(8%) dan lainnya (20%).
1
Laporan lain menyebutkan bahwa atresia duodenumberkaitan dengan prematuritas (46%), maternal polyhidramnion (33%), downsyndrome (24%), pankreas annulare (33%) dan malrotasi (28%).
3
Keterlambatan diagnosis dan tatalaksana mengakibatkan bayi dapatmengalami asfiksia, dehidrasi, hiponatremia dan hipokalemia yang diakibatkanmuntah-muntah.
2
Berikut ini akan diuraikan sebuah kasus bayi dengan atresia duodenum dariaspek teori, penatalaksanaan, serta kesesuaian teori dengan penatalaksanaannya.