Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Seuntai Hasil Lawatan_hutan Di Kaki Fujiyama

Seuntai Hasil Lawatan_hutan Di Kaki Fujiyama

Ratings: (0)|Views: 180 |Likes:
Published by kigunungmenyan

More info:

Published by: kigunungmenyan on May 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

 
 
SEUNTAI HASIL LAWATAN :
 
TAHUN 1992
OLEH : BANJAR Y LABAN
 Kumano Nachi Grand Shrine (Nachi
 –
 Katsuura Town, 1992)
HUTAN DI KAKI FUJIYAMA
 
ULASAN ATAS BUKU
HUTAN DI KAKI FUJIYAMA
Oleh: Ir. H.Moh. Duryat, M.Sc.Buku dengan judul tersebut di atas, ditulis oleh Ir. Banjar Yulianto Laban, yang lahir di Banjarmasin,tanggal 20 Juli 1953. Saudara Banjar Yulianto Laban adalah rimbawan yang dilahirkan setelah erakemerdekaan Republik Indonesia, mempunyai minat yang tinggi terhadap filsafat, antropologibudaya dan sejarah nasional.Rimbawan Banjar Yulianto Laban, adalah sosok rimbawan professional yang mempunyai perhatiankhusus dalam bidang pembinaan pendidikan konservasi untuk generasi muda. Hal ini terbukti dariaktivitas yang bersangkutan dalam Gerakan Pramuka Saka Wanabakti dan Lembaga SwadayaMasyarakat dalam bidang konservasi.Pembuat ulasan ini adalah rimbawan generasi sebelumnya, lahir pada tahun 1932, yang sempatmengalami hidup dalam zaman Pemerintahan Hindia Belanda dan Penjajahan Jepang, yang sekaligus
 juga hidup dalam zaman “
membahana dan romantika
nya perang kemerdekaan.Saya menyadari tidak mudah membaca, mempelajari dan membuat ulasan terhadap buku yangtebalnya lebih 300 halaman, yang digali secara intensif dari observasi di Jepang selama dua bulan.Hasil observasinya kemudian ditelaah lebih lanjut oleh penulis buku dengan mengacu pada 35 bahanpustaka dalam dan luar negeri.Buku HUTAN DI KAKI FUJIYAMA disajikan dalam bentuk ilmiah popular dan bergaya reportasiseorang wartawan sehingga enak dibaca, apalagi didukung dengan 140 gambar. Dari sudutpemaparan menurut kesan saya, memenuhi sepenuhnya kaidah penulisan ilmiah popular, yaitu
kaidah “
ABC
” (Atraktif atau menarik, Belonging atau pembaca ditarik minat dan perasaannya larut
ke dalam suasana dan masalah yang diungkap, dan Communicative atau gaya bertutur yang alurpikirnya mudah diikuti).Pengulas buku, banyak mendapat wawasan, informasi dan gagasan dari
Banjaru-san
(panggilanakrab penulis buku oleh sahabatnya warganegara Jepang, pimpinan LSM yang bergerak dalamkonservasi lingkungan).Ulasan ini bertitiktolak dari apa yang ditulis oleh Saudara Banjar Yulianto Laban, yaitu pernyataansebagai berikut:
 
Sebagai rimbawan, dalam buku ini saya mencoba menyoroti komitmen pemerintah dankehidupan masyarakat Jepang dari sudut pandang kepentingan hutan, baik sebagai komponenstabilitas lingkungan fisik dan tata ruang wilayah, maupun sebagai komponen ekonomi dan profil kebudayaan yang secara langsung, tidak dapat dipisahkan dari kontinuitas kebutuhanhidup manusia, dari generasi ke generasi.
Pernyataan tersebut di atas sarat dengan filsafat konservasi yang dipadukan dengan dinamikaantropologi budaya yang secara runut dan rinci dipaparkan dalam buku.Saya yang mengalami masa kanak-kanak dalam Penjajahan Jepang, dan pernah mengikuti trainingselama 4 bulan di Jepang (yang di dalamnya termasuk acara studi tour ke Kaki Gunung Fuji) sertakemudian kontak-kontak intensif dengan ekspert lingkungan hidup dari Jepang dalam forum
AsiaPasific Conference
, terus terang belum dapat “menangkap” sepenuhnya apa yang tersirat dalam
buku. Tetapi kesan umum saya, adalah bahwa buku
HUTAN DI KAKI FUJIYAMA
“enak dibaca danbermanfaat”.
 Ulasan dibatasi pada empat bab pokok yaitu :1.
 
Rimba hukum di Hutan Jepang;2.
 
Hutan, andalan Ekonomi dan Ekologi;3.
 
Hutan dalam Dilema Kebudayaan;4.
 
Bunga Rampai Kinerja Rimbawan Jepang.Dalam buku disamping keempat bab pokok tersebut di atas, terdapat bab khusus sebagai penutupyaitu yang oleh penulis, disebutnya sebagai Epilog.Apabila disimak dengan teliti dalam bab Epilog, penulis buku mengemukakan pandangan dankesimpulannya dari sudut pandang filsafat, sejarah dan antropologi budaya. Hal ini tidakmengherankan karena penulis buku, menggunakan acuan dalam analisisnya pustaka sebagai berikut1.
 
Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, 1986. Ungkapan-ungkapan Filsafat Barat dan Timur.2.
 
Drs. Hargosaputro, 1988. Dr. Soedjarwo, sebuah profil dalam dua dimensi.3.
 
Ir. H. Dwiatmo Siswomartono, M.Sc., 1989. Ensiklopedi Konservasi Sumber daya.4.
 
Annonimous, 1992. Artikel khusus dalam majalah/bulletin di Jepang dengan judul:a.
 
Environment takes back seat in Japan;b.
 
How will kids spend school-less saturday ?

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->