Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pemulung

pemulung

Ratings: (0)|Views: 66 |Likes:

More info:

Published by: Obbie N-Gage Ank Emak on May 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2012

pdf

text

original

 
I.
 
PENDAHULUAN1.
 
Latar Belakang
Pemulung adalah orang yang pekerjaannya memungut barang-barangbekas atau sampah tertentu untuk proses daur ulang. Bagi banyak orang,pekerjaan pemulung mempunyai
„stigma‟
yang negatif. Konotasi buruk ini terjadi karena ulah sebagian pemulung, yang mungkinmelakukanpencurian. Karena itu cukup banyak pemukiman yang melarang pemulungmasuk, atau dibatasi hanya di jam tertentu saja. Menjadi pemulung tentubukan menjadi harapan dan cita-cita, tapi keterpaksaan di saat terbatasatau mungkin tiada pilihan lagi. Berjuang mencari sebanyak mungkin barang bekas yang layak di daur ulang, berjalan kaki kelilingsepanjang hari, Panas dan hujan sudah menjadi suatu kewajaran.Gonggongan anjing, teriakan dari yang punya rumah. Membuka bak sampah yang bau, mengaduk-aduk, memilah barang yang laku untuk dijual. Pemulung sudah terlatih untuk dengan cepat memilah di antarasampah, mana yang masih bisa dijual, Dikelompokkan sesuaikategorinya, botol minuman, kertas kardus, besi, botol, dan lain-lain.Dalam kehidupan ini, kita perlu belajar dari pemulung. Membedakan
mana yang „sampah‟
dan mana
yang „bernilai‟.
Rasul Paulus berkata, jika dibandingkan dengan memperoleh Kristus, maka semua yang lainbisa dianggap sampah. Ada orang yang demi uang, kehilangan sukacitadalam keluarga. Anak berkata tentang ayahnya, waktu dulu kita hanyapunya motor, kami sering pergi jalan-jalan dan makan bersama, tapi
 
tatkala ayah punya mobil, belum tentu sekali dalam sebulan kami masihpergi jalan-jalan. Rupanya kesuksesan ayahnya dalam berbisnis harusdibayar dengan harga yang mahal, Tidak lagi punya waktu untuk bersamadengan anak dan istrinya. Ada orang yang dulu waktu mahasiswa aktif digereja, saat masuk kerja dan memulai karir dari bawah, masih pergi kegereja, tapi tidak lagi sebagai aktivis, hanya sekedar datang beribadah.Seiring dengan waktu, karir naik sampai menjadi direktur, bahkankadang sudah tidak pergi beribadah, Karena bersamaan dengan waktumain golf, ketemu pelanggan, relasi dan sebagainya. Ada juga yangmeninggalkan Kristus karena pasangan hidup. Ada yang karena jabatan,supaya punya jabatan ini dan itu. Pemulung bisa dengan teliti memilahmana yang baik mana yang buruk. Dan kita perlu belajar dari mereka, jangan menyia-nyiakan kasih dan pengorbanan Kristus, Untuk sesuatuyang
 bahkan bisa dikategorikan „sampah‟
 jika dibanding dengandarahNya yang kudus.
2.
 
Tujuan
 
II.
 
TINJAUAN PUSTAKAA.
 
Kisahku seorang anak pemulung sampah
Namaku Riyanto. Umurku empat tahun. Aku tinggal di Bantar Gebangbersama kedua orangtuaku. Menurut cerita ibuku, sudah empat tahun kamiberada di tempat ini. Itu berarti aku juga lahir disini lho! Oh ya, ibukubernama Juneri (25), sedangkan ayahku Samsudin (36). Mereka berduabekerja sebagai pemulung sampah. Meskipun begitu, aku tak malu menjadianak seorang pemulung! Uang yang kami dapatkan selama ini halal. Kata ibu,itu yang paling penting.Kami sebenarnya berasal dari Indramayu. Tak hanya kami bertiga, banyak saudara dan tetangga kami yang juga tinggal dan bekerja di Bantar Gebang.Pekerjaan kami sehari-hari mengumpulkan sampah plastik. Aku juga sukamembantu orangtuaku bekerja lho. Biasanya aku kebagian tugasmengumpulkan botol plastik. Setelah terkumpul banyak, kami biasanyamenjual lagi ke pusat. Satu kilogram plastik dihargai tiga ratus rupiah. Sedikitmemang, tapi lumayan untuk makan sehari-hari. Kalau lagi dapat rejeki,biasanya dalam sepuluh hari kami bisa mengumpulkan uang sebanyak empatratus ribu rupiah.Di Bantar Gebang kami tinggal di sebuah gubuk, sama seperti tetangga-tetangga kami disini. Mulai dari kami membuka mata di pagi hari, sampaimemejamkan mata lagi ketika tidur, kami hidup dikelilingi sampah dan truk-

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->