Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
nilai-nilai luhur

nilai-nilai luhur

Ratings: (0)|Views: 446|Likes:

More info:

Published by: Anggraini Nur Prabowo on May 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/25/2012

pdf

text

original

 
 
NILAI-NILAI LUHUR DALAM LINGKUNGAN SEKITARYANG MULAI LENYAP
Apa itu nilai-nilai luhur?Setiap negara, pasti memiliki nilai-nilai luhur yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya negara itu sendiri. Lalu, apa itu nilai-nilai luhur? Nilai-nilai luhur
adalah sebuah ‘pegangan’ bagi hidup kita sebagai manusia beragama. Nilai
-nilailuhur juga merupakan karakter sebuah negara. Karena, karakter merupakan cirikhas dari semua negara di belahan bumi. Tanpa karakter, negara akan terlihatseperti
‘tanpa isi’ 
, hanya yang tampak adalah sebuah nama, tanpa ciri.Bagaimana dengan Indonesia sendiri?Negara Indonesia terdiri atas beberapa pulau dan kepulauan, yang didalamnya terdapat banyak sekali suku bangsa dengan berbagai macamkebudayaan. Di masing-masing kebudayaan itu, terselip berbagai nilai-nilai luhur,yang tentunya amat beragam dan unik. Misalnya, gotong royong untukmembangun rumah (sambatan, dalam Bahasa Jawa).Yang amat sangat disayangkan adalah, pada jaman modern seperti ini,penerapan nilai-nilai luhur amat sangat minim. Atau bisa disebut sudah memudarseiring dengan berjalannya waktu. Memudarnya nilai-nilai luhur dapat terjadinyapada seluruh warga negara Indonesia. Entah itu orang dewasa, remaja, bahkananak-anak, yang notabene merupakan sebagai penerus-penerus bangsa ini dimasa mendatang. Apa jadinya bangsa kita dipimpin oleh anak-anak bangsa yangtidak tahu nilai-nilai luhur dan sopan santun? Jawabannya bisa kita lihat dilingkungan sekitar kita (lingkungan sekolah, kantor ataupun rumah). Yang sayamaksudkan disini adalah kita bisa melihat bagaimana tingkah laku anak-anak jaman sekarang yang sama sekali tidak berbudi luhur, atau bahkan terlihatseperti tidak berpendidikan.Contohnya mudah saja, kekerasan misalnya. Aksi-aksi kekerasan antarkelompok, antar individu maupun antara inidividu dengan kelompok dalammasyarakat semakin marak terjadi, seperti tawuran antar pelajar SMP. Merekasaling melempar batu, membakar sarana umum atau bahkan menghujam dengan
 
benda tajam (tombak, clurit dan lain-lain) hanya karena mendengar bahwakelompok sekolah mereka dihina atau dilecehkan. Mereka bertindak seolahmereka yakin bahwa jalan yang mereka tempuh itu yang paling benar, seolahmereka tidak berpendidikan, tidak didik oleh guru-guru mereka. Yang menjadipertanyaan adalah, siapa yang akan bertanggungjawab pada anjloknya nilai-nilailuhur dan sopan santun anak-anak bangsa?Nilai-nilai luhur tentu saja sangat berhubungan dengan agama yang kitaanut. Karena semestinya, nilai-nilai luhur bersumber dari agama yang ada diIndonesia. Tapi, bagaimana jika salah seorang anak bangsa tidak memiliki nilai-nilai luhur terhadap agama? Ada sebuah contoh, seorang fans atau penggemardari sebuah boyband baru Indonesia yang terlalu menyembah (bisa disebutmemang
‘menyembah’ 
) idolanya. Seakan-akan idola mereka adalah Tuhan yangharus disembah-sembah. Memang miris sekali melihat tingkah generasi penerusbangsa saat ini yang sangat memprihatinkan, yang sangat memalukan. Tingkahlaku mereka sungguh memilukan. Selain itu, ada lagi perilaku dari seorang fansdari idola yang sama yang dengan bangganya mengatakan bahwa lagu-laguidolanya lebih pantas didengarkan ketimbang lagu nasional bangsa kita, yaituIndonesia Raya. Apakah ini yang dimaksud penerapan nilai-nilai luhur serta rasanasionalisme yang sesungguhnya? Tidak hanya itu, dia juga dengan senang hatimencaci maki pahlawan yang telah banyak berjasa bagi negara kita, Bung Karno.Dia sama sekali tidak bisa menghargai pahlawan yang sudah berjuang mati-matian demi kemerdekaan Indonesia. Tentu ini sudah sangat melampaui batas.Contoh lain, kembali pada kekerasan dan masih dalam lingkup dunia kitasebagai pelajar, yaitu pemalakan atau perampasan. Baik uang saku, makananatau bahkan tugas sekolah. Kenapa pemalakan bisa menjurus pada kekerasan?Biasanya bila
‘sang korban’ 
 
tidak mau memberikan apa yang ‘pelaku’ inginkan,
‘pelaku’ 
tersebut akan melakukan tindakan lebih. Misalnya memukul. Meskihanya pukulan kecil, tapi itu merupakan kekerasan bukan? Kejadian seperti itumerupakan contoh pelajar yang tidak bisa menghargai sesamanya.Bagaimana dengan nilai-nilai luhur di lingkungan sekolah?Sekolah merupakan sarana kita untuk menuntut ilmu, memperolehpengalaman dan mendapat teman. Disini, nilai-nilai luhur dan sopan santunsangat diperlukan untuk membentuk sebuah kebiasaan yang baik. Kebiasaanyang dimaksudkan seperti senyum atau menyapa saat bertemu guru atau teman,
 
berkata yang baik ketika berbicara (terutama kepada guru), mau berbagi ilmudengan teman, bertingkah laku sopan kepada guru, karyawan sekolah ataupundengan sesama teman, dan lain sebagainya (karena memang banyak sekalikebiasaan yang terjadi di sekolah). Namun, lagi-lagi nilai-nilai luhur tidak dapatditerapkan dengan maksimal. Contohnya, sesama murid saling mengeluarkankata-kata yang tidak sopan (kasar), murid yang tidak sopan dengan gurunya,merusak fasilitas yang telah sekolah berikan (mencoret-coret tembok, merusakmeja dan kursi kelas, merusak tanaman sekolah dan lain-lain), dan lagi-lagitawuran.Pelanggaran-pelanggaran juga tidak hanya dilakukan oleh murid-muridsaja, tapi juga guru-guru maupun karyawan. Contohnya, seorang guru berjalansendirian, ketika disapa oleh salah satu muridnya, guru tersebut hanya diam saja,tidak tersenyum ataupun balas menyapa (dalam hal ini, sang guru sedang tidakada kesibukan). Ada lagi, ketika seorang guru tidak sengaja mengeluarkan katayang menjurus ke arah kasar (meski tidak terlalu terlihat) yang ditujukan kepadamuridnya. Meskipun tidak dilakukan secara sengaja, namun itu bisa membuatsang murid berpikiran negatif terhadap guru tersebut. Alhasil, sang murid akanmencemooh serta membicarakan sisi buruk sang guru di depan teman-temanlainnya. Meski kecil, tapi tentu nilai-nilai luhur sangatlah penting bagi kehidupankita sebagai pelajar yang dituntut untuk belajar berperilaku dengan menganutnilai-nilai luhur, etika serta sopan santun agar kelak bisa menjunjung masa depanyang cerah serta berkualitas, tidak hanya
‘numpang nama’ 
.Masa depan yang bagus, yang tinggi merupakan cita-cita setiap anakbangsa. Siapa
sih 
yang tidak ingin seluruh angan dan cita-citanya terwujuddengan mudah?Anak-anak ataupun remaja yang notabene adalah sebagai penerusbangsa saja tidak bisa menerapkan nilai-nilai luhur dengan maksimal, lalu,bagaimana dengan orang dewasa?Dalam kasus seperti beberapa contoh di atas, peran orang dewasa sangatpenting bagi pembentukan nilai-nilai luhur dalam diri anak. Terutama peranorangtua. Orangtua yang peduli terhadap kemajuan bangsa, senantiasamembantu pertumbuhan anak mereka dengan menanamkan nilai-nilai luhur sejakdini. Selalu mengajarkan etika serta sopan santun agar dapat diterapkan dikehidupan anak kelak ketika dia dewasa, hingga mampu membentuk kepribadian

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->