Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Geologi Pulau Sumatera

Geologi Pulau Sumatera

Ratings: (0)|Views: 116 |Likes:
Published by Abiy Boes

More info:

Published by: Abiy Boes on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2012

pdf

text

original

 
Di Sumatera Tengah: Cekungan tidak begitu dalam sehingga tebal endapan juga tidak setebaldi Sumatra Selatan (kurang dari 3.000 m). Karena itu pelipatan akibat compressing settling juga lemah. Daerah ini lebih dominan dengan patahan blok yang mubngkin juga disebabkanoleh gaya tarikan gravitasi/ tensional stress ke arah Lautan Hindia, sehingga Sumatera Timurmengalami patahan memanjang berbentuk sejumlah horst dan graben. Pegunungan tigapuluhyang posisinya di sumbu idiogeosinklinai nampaknya merupakan pengangkatan bentuk domepada era Mesozoikum akhir ketika daerah ini menjadi busur dalam dari orogene sumatera(batuannya batuan Pratersier). Pegunungan Tigapuluh ini mengalami pengangkatan lagi padazaman Pliosen sebagai pengelompokan imigran seperti halnya di Pegunungan Meratus
 – 
 Samarinda, Zone Bogor-Serayu Utara-Kendeng Ridge yang posisinnya disumbu geosinklin.Sebelah barat laut Pegunungan Tigapuluh merupakan daerah minyak di Sumatera Tengahdengan lapangan minyak terpenting:
Di Cekungan Jambi: umumnya lapangan minyak sudah tua, tinggal sisa-sianya sajamisalnya kenali asam dan tampino.
Di cekungan Palembang Tengah ladang minyak Mangunjaya, Kluang, bakat Ukui dsb.
Di Talang Akar
 – 
Pendopo: ladangn minyak Talang Akar-Pendopo, Limau, Air Benakat,talang Jimar.
Dimuara Enim-Baturaja: umumnya sudah tua dan tidak menghasilkan lagi, antara lainladang kampung minyak, Sungai Taham, Saban Jerigi.
Minas (1944): kedalaman 800 m, produksinya telah melampaui 1 milyar barrel. Tergolonglapangan minyak raksasa didunia (Raksasa bila cadangan minyak > 500 juta barrel).
Duri (1940): kedalaman 200 m, produksinya sudah lebih 100 juta barrel.
Kota Batak (1952): belum lama berproduksi
Lain-lain: Sago, Ukai, Lirik, Molek.Cekungan Sumatra Tengah merupakan cekungan busur belakang (Back-Arc Basin) yangberkembang sepanjang tepi Paparan Sunda di barat daya Asia Tenggara. Cekungan initerbentuk akibat penunjaman Lempeng Samudera Hindia yang bergerak relatif ke arah utara(N 6o E) dan menyusup ke bawah Lempeng Benua Asia yang aktif selama Miosen.Geometri dari cekungan ini berbentuk asimetri dengan bagian terdalam berada di baratdayadan melandai ke arah timur laut (Mertosono dan Nayoan, 1974). Produk lain yang dihasilkanoleh interaksi kedua lempeng tektonik ini adalah unit fisiografi parallel berarah NW berupabusur kepulauan sepanjang muka pantai barat daya Sumatra, cekungan muka busur Nias,busur volkanik Barisan, cekungan belakang busur dan zona sesar Sumatra (Great SumatraFault Zone) atau yang dikenal dengan sebutan Sesar Semangko. 
 
 Struktur dengan arah barat laut (NW) dankesatuan topografi merupakan fenomena pada Kenozoikum Akhir yang menghasilkan BusurAsahan dengan arah timur laut (NNE), Tinggian Lampung dan Tinggian Tigapuluh yangberarah timur-timur laut (ENE). Busur dan Tinggian ini bergabung secara efektif membagidaratan Sumatra menjadi Cekungan Sumatra Utara, Cekungan Sumatra Tengah dan CekungaSumatra Selatan. Cekungan Sumatra Tengah bagian barat daya dibatasi oleh up-lift BukitBarisan, bagian barat laut dibatasi oleh Busur Asahan, di sebelah tenggara dibatasi olehTinggian Tigapuluh dan pada timurlaut dibatasi oleh Kraton Sunda(Mertosono dan Nayoan,1974).Basement Pra-Tersier pada Cekungan Sumatra Tengah terdiri dari dua litologi utama, disebelah barat adalah Greywacke Terrain yang merupakan bagian mikroplate Mergui dan disebelah timur Quartzite Terrain dari mikroplate Malaka. Kedua Terrain ini dipisahkan olehgaris Kerumutan. Zona sentuh ini terdiri dari chert laut dalam, limestone, serpih mauve, danbasalt. Basement Pra-Tersier dicirikan dengan refleksi seismik yang baik, dimana akustik impedan sangat kontras dengan bagian bawah Pematang.Struktur lineamen Tersier tertua pada Cekungan Sumatra Tengah mempunyai arah barat laut-tenggara seperti pada tinggian Minas dan Duri dan berarah utara-selatan pada busur troughPematang. Tektonik transtensional utama terjadi pada daratan Sunda selama waktu EosenAwal dan bertanggung jawab pada trough Pematang, Kiri, Mandau, dan Bengkalis. Pada
 
umumnya, Trough pada area ini adalah Half-Graben yang dibatasi oleh patahan normal.Lower Red Bed dari grup pematang berasosiasi dengan onset trough formasi dan terdiri darikonglomerat, batu pasir, batu lempung yang diendapkan sebagai alluvial fan yangmempunyai hubungan unconformable di atas basement. Lower Red Bed telah menunjukkanpotensial sebagai reservoar hidrokarbon pada semua seting struktural/stratigrafi pada bagiantrough. Karena cekungan terus menurun, danau semakin dalam kemudian Brown Shalediendapkan selama Oligosen Tengah. Brown Shale yang terdiri dari serpih hitam hingga coklat tua adalah batuan induk utamahidrokarbon di Sumatra Tengah. Bentuk Lower Red Bed dan Brown Shale dibatasi terutamaoleh trough Paleogen. Pada Oligosen Akhir, Upper Red Bed Pematang diendapkan padalingkungan fluvio alluvial di atas Brown Shale dan juga di atas basement di daerah yang lebihtinggi. Upper Red Bed juga bermanfaat sebagai reservoar terutama pada areal trough. Padaumumnya Grup Pematang dipotong oleh major unconformity terutama pada graben.Hubungan ini ditampilkan dengan refleksi seismik yang baik. Grup Pematang ketebalannyamelebihi 7000 kaki pada beberapa Eo-Oligosen trough.Penurunan perlahan pada Miosen Awal dikombinasikan dengan kenaikan relatif sea levelmenghasilkan batupasir Grup Sihapas yang tersebar luas. Grup sihapas diendapkan di atasketidakselarasan Pematang, pasir Sihapas adalah reservoar hidrokarbon utama. Pasir iniberakumulasi pada lingkungan yang beragam termasuk endapan braided dan meandering(Formasi Menggala), endapan inner neritik (Formasi Bangko), endapan delta dan tidal flat(Formasi Bekasap dan Duri). Minas dan Duri, lapangan minyak terbesar di sini, meghasilkan hidrokarbon dari Formasi Bekasap dan Duri. Reservoar ini umumnya terdiri dari butir-butirkuarsa yang berasal dari granit dan quartzite terrain daratan Sunda. Formasi Sihapasdiasosiasikan dengan kualitas seismik refleksi dengan kualitas tinggi dan menerus. KetebalanSihapas bervariasi diantara 500-1500 kaki, dan dapat dipetakan pada seluruh bagiancekungan.Pada Miosen Tengah, tektonik konvergen menunjukkan perkembangan konfigurasi saat inidari sistem busur kepulauan di Sumatra. Pengunungan Bukit Barisan berasosiasi denganaktivitas busur vulkanik mulai tumbuh selama waktu ini. Pada cekungan tengah, kejadiantektonik ini ditandai dengan angular unconformity pada top Formasi Telisa. Karenanya,penstrukturan pada permulaan cekungan dan perubahan cekungan menjadi back arc padalingkungan yang terbatas. Formasi Petani diendapkan selama Miosen Tengah hingga Pliosenpada cekungan yang terbatas ini ketika suplai sedimen berasal dari pegunungan Bukit Barisantapi juga bercampur dengan dentritus vulkanogenik dari aktivitas vulkanik.Pada profil seismik, Petani sangat jelas terlihat sebagai unit sedimen utama yangberprogradasi dari barat ke timut. Formasi Petani terdiri dari batu lempung berwarna abu-abukehijauan dan batulanau dengan lapisan tipis batu pasir dan sedikit lapisan limestone danbatubara. Batu pasir Petani diendapkan sebagai Off Shore Bar Sand dan kadang-kadangmengandung gas biogenik yang potensial. Formasi Petani mencapai ketebalan maksimummelebihi 6000 kaki disepanjang sisi-sisi sesar Dalu Dalu pada baratdaya cekungan. Selama Plio-Pleistosen,tektonik oblig konvergen mencapai puncaknya karena tekanan utama dandilengkapi dengan jalinan tektonik pada seluruh Cekungan Sumatra Tengah. Pengaruh antara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->