Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas PKR

Tugas PKR

Ratings: (0)|Views: 358 |Likes:
Published by Anis Choerunnisa

More info:

Published by: Anis Choerunnisa on May 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2013

pdf

text

original

 
 KEGIATAN BELAJAR 1
 Analisis Struktur Kurikulum SD danProsedur Dasar PengembanganPembelajaran Kelas Rangkap
 
Konsep dasar kurikulum berasal dari Curere atau Curiculum ( Sudjana : 1984 ) Artinya: jarak yang ditempuh oleh seorang pelari dalam suatu perlombaan atletik.Dalam ilmu pendidikan diartikan sebagai program pendidikan yang harus ditempuh untuk mendapatkanstatus atau kemampuan tertentu. Setiap jenjang pendidikan pasti memiliki kurikulum atau programpendidikan yang sengaja dibuat.Pada tahun 2004 mulai dirintis penerapan kurikulum berbasis kompetensi ( KBK ) sebagai penyempurnaankurikulum 1994 dan suplemen tahun 1999. Tahun 2006 mulai diterapkan Standar isi dan standar kompetensilulusan ( SKL ). Dan pada tahun 2006 pula model KTSP dikembangkan dan dilaksanakan secara bertahap.
A.
 
KARAKTERISTIK KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
Sebagai Pengganti kurikulum SD 1994, peraturan mendiknas No 22 tahun 2006 tentang standar isi, 2peraturan Mendiknas no.24 tahun 2006 tentang ketentuan pelaksanaan Permendiknas no 22 dan 23tahun 2006 KTSP SD/MI memiliki karakteristik sbb:
1.
 
Kelompok Mata Pelajaran
Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 untuk jenis pendidikan umum, kejuruan 2 khususberlaku pengelompokan mata pelajaran sebagai berikut:a)
 
Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak muliaDimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Esa dan berakhlak mulia.b)
 
Kelompok Kewarganegaraan dan kepribadianUntuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, kewajibannya.c)
 
Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan TeknologiDimaksudkan untuk mengenal, mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi sertamenanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan manusia.d)
 
Kelompok Mata Pelajaran ESTETIKADimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dankemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.e)
 
Kelompok Mata Pelajaran Jasmani, Olahraga dan KesehatanDimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dankesadaran hidup sehat.
2.
 
Prinsip Pengembangan Kurukulum
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut :a)
 
Berpusat pada potensi, pengembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.Prinsip pertama : peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinyab)
 
Beragam dan TerpaduPrinsip kedua : kurikulum dikembangkan denggan memperhatikan keragaman karakteristik pesertadidik.c)
 
Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.Prinsip ketiga : kurikulum dikembangkan atas dasar wahana pendidikan untuk mengakomodasikandinamika perkembangan dalam dunia ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.d)
 
Relevan dengan kebutuhan kebutuhan hidupPrinsip keempat : Kurikulum harus bersifat fungsional.
 
 e)
 
Menyeluruh dan berkesinambunganPrinsip kelima: Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi.f)
 
Belajar sepanjang hayatPrinsip keenam : Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan danpemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.g)
 
Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentinggan daerah.Prinsip ke-7 : Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dankepentingan daerah.
3.
 
Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
1.
 
Dinyatakan bahwa pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisipeserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya2.
 
Dinyatakan bahwa kurikulum dilaksanakan dengan menegakan pilar belajar.3.
 
Dinyatakan bahwa pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yangbersifat perbaikan dan pengayaan4.
 
Dinyatakan bahwa kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai.5.
 
Dinyatakan bahwa kurikulum dilaksannakan menggunakan pendekatan multistrategi danmultimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai.6.
 
Dinyatakan bahwa kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial, budayaserta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan secara optimal.7.
 
Dinyatakan bahwa kurikulum mencakup seluruh komponen kompoetensi mata pelajaran mulok danpengembangan diri.
4.
 
Struktur kurikulum SD / MI
Kurikulum SD / MI disusun berdasarkan standar kompetensi kelulusan dan standar mata pelajaranyang berpedoman kepada ketentuan sebagai berikut :a.
 
Kurikulum SD memuat mata pelajaran muatan lokal dan pengembangan diri.b.
 
Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD / MI merupakan IPA dan IPS terpaduc.
 
Pembelajaran pada kelas I - III pelaksanaan melalui pendekatan tematik sedangkan kelas IV
 – 
VIdilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.d.
 
Jam pelajaran dimungkinkan menambah maksimum 4 jam pelajaran perminggu secara keseluruhane.
 
Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 35 menit.f.
 
Minggu efektif dalam 1 tahun pelajaran ( 2 semester ) adalah 34
 – 
38 minggu.
B.
 
PROSEDUR DASAR PENGEMBANGAN KERANGKA RENCANA PEMBELAJARAN .
Istilah pembelajaran merupakan terjemahan dari intructional berasal dari kata instruction yang secarakhusus diartikan sebagai upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan seseorang belajar.Perlu diingat bahwa prosedur dasar pembelajaran tersebut bersifat generik atau umum bagi semuamata pelajaran . Mengenai hal ini kita harus selalu melihat dan mengkaji standar kompetensi lulusan( SKL ) dan Standar Isi ( SI ) dan Pedoman Pengembangan KTSP dan Pedoman Pembelajaranmasing-masing pembelajaran.
 
 KEGIATAN BELAJAR 2
Perumusan Indikator, PenataanPengalaman Belajar dan KegiatanPembelajaran Kelas Rangkap
Perencanaan pembelajaran kelas rangkap (PKR) tentunya berbeda dalam banyak hal dengan perencanaanpembelajaran kelas tunggal (PKT). Sebagaimana kita ketahui prasyarat PKR adalah seorang guru harusmelayani kelompok murid yang lebih beraneka ragam (segi usia, kemampuan, hubungan sosial, gaya belajar,dan unjuk kerjanya). Dimana seorang guru dituntut untuk dapat memberikan perlakuan atau pelayanan yang juga beraneka ragam. Pembelajaran dikelola sedemikian rupa demi terciptanya suasana belajar yang efektif,tepat guna, dan bermakna (meaningful) bagi murid.Dalam membuat perencanaan pembelajaran kelas rangkap (PKR), seorang guru harus melakukanserangkaiaan kegiatan, antara lain:1.
 
menggunakan Standar Isi untuk mengembangkan indikator dan pengalaman belajar;2.
 
merumuskan Indikator atas dasar analisis muatan kompetensi dasar;3.
 
merumuskan kegiatan pembelajaran kelas rangkap;4.
 
memilih sumber dan media belajar untukmendukung pembelajaran kelas rangkap.
A.
 
PENGEMASAN PENGALAMAN BELAJAR DALAM RANGKA PKR
Untuk mengemas pengalaman belajar dalam rangka PKR, maka haruslah kita mengetahui standar isidengan muatannya dari berbagai mata pelajaran pada tiap tingkatan kelas. Jika kita akan melakukanPKR untuk mata pelajaran sama dengan tingkatan kelas berbeda, maka pengembangan standar isidan penjabaran muatan nilai atau moral yang akan kita buat rumusan pengalaman belajarnya kitasandingkan untuk dikaji penjabaran KDnya menjadi beberapa indikator dengan pijakan muatan matapelajarannya untuk tingkatan kelas yang berbeda sesuai tujuan Intruksionalnya sehingga tersusunlahpengalaman belajar yang bisa kita terapkan pada tingkatan-tingkatan kelas.Ada beberapa prinsip (teoritis) yang harus diperhatikan dalam menetapkan topik pembelajaran dalamPKR, yaitu :
-
 
Berorientasi kepada tujuan
-
 
Disesuaikan dengan karakteristik murid (kelas, usia, kemapuan)
-
 
Disesuaikan dengan kemampuan pengelolaan guru
-
 
Layak sarana pendukung
-
 
Tidak bersifat dipaksakan.KTSP SD di Indonesia menganut model yang berorientasi kepada kompetensi. Keseluruhankegiatan perencanaan, pembelajaaran, dan penilaian harus bertolak dari tujuan dan tertuju padapencapaian tujuan yang telah dirumuskan. Tujuan pendidikan memiliki banyak aras (banyak tingkat) mulai dari aras tertinggi tujuan pendidikan nasional sampai ke tujuan instruksionalkhusus yang terendah, semua tujuan yang lebih rendah harus menunjang ketercapaian tujuanyang lebih tinggi. Artinya ada saling ketergantungan dan telah menjadi kesepakatan dankomitmen keterikatan profesional kita sebagai guru.Perumusan tujuan pembelajaran yang telah dikenal dan dipahami saat ini adalah konseppenggugusan tujuan ( Bloom Taxonomy) dengan rambu-rambunya guna tercapai hasilpembelajaran yang ingin kita lihat setelah pembelajaran suatu topik berakhir sesuai dengan
tujuan terkait “dampak instruksional atau Instructional Effect”(Bruce Joyce & Marsha
Weil;1986).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->